Akibat Asap Tujuh Siswa SMAN 3 Nipah Panjang Dilarikan ke Puskesmas

Selasa, 17 September 2019 | 05:46:32 WIB

(Afrizal/Jambione.com)

MUARA SABAK - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kian hari makin parah. Dampak yang ditimbulkan pun kini sudah menyentuh semua aspek kehidupan warga. Mulai dari kesehatan, usaha penerbangan/pelayaran hingga pendidikan. Korban pun terus berjatuhan.

Di Tanjab Timur misalnya. Senin (16/9) kemarin, tujuh siswa SMA Negeri 3 Kecamatan Nipah Panjang dilarikan ke Puskesmas terdekat karena mengalami gangguan pernafasan saat mengikuti upacara bendera. Bahkan beberapa siswa diantaranya tak sadarkan diri, sehingga harus menggunakan ambulance untuk mendapat pertolongan pertama.

“Ada 7 siswa yang dilarikan ke Puskesmas karena mengalami sesak nafas. Beberapa diantaranya ada yang pingsan sehingga harus menggunakan ambulance untuk menuju Puskesmas,” kata Pahrin Winardian, Kepala SMAN 3 Tanjabtim.

Tujuh siswa yang mengalami gangguan pernafasan tersebut, berawal saat pihak sekolah menggelar upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap Senin pagi. Ketika upacara berlangsung inilah, satu persatu siswa bertumbangan akibat mengalami gangguan sesak nafas. Bebera diantaranya langsung tak sadarkan diri.

“Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah terpaksa memulangkan siswa lebih awal. Ini dilakukan untuk menghindari kejadian serupa menimpa siswa yang lain,” katanya.

            Lebih lanjut Pahrin menjelaskan, kabut asap di Kecamatan Nipah Panjang memang sangat pekat ketika pagi hari. Yakni dari pukul 6.00 hingga pukul 9.00 WIB. Bahkan saat kejadian kemarin (16/9), kabut asap lebih pekat ketimbang hari-hari sebelumnya. “ Mungkin inilah yang menyebabkan beberapa siswa kami terpaksa dilarikan ke Puskesmas,” ujarnya.

            Hal senada juga dikatakan Camat Nipah Panjang, Helmi. Kabut asap Senin kemarin memang terasa cukup pekat di pagi hari. Jarak pandang di Kecamatan Nipah Panjang hanya sekitar 300 hinggga 500 meter.

Menurut Helmi, kabut asap yang terjadi di Kecamatan Nipah Panjang merupakan kiriman dari Kecamatan Sadu yang beberapa hari terakhir terjadi Karhutla besar-besaran. Bahkan hingga membakar beberapa rumah warga.

Terpisah Kepala Puskesmas Nipah Panjang Darwin mengatakan, tujuh siswa yang dilarikan ke Puskesmas, kondisinya sudah membaik. Menurut Darwin, sesampainya di Puskesmas kondisi pernafasan siswa baik dan tidak ada gejala batuk layaknya orang yang terkena gangguan pernafasan. “ Tapi tetap kita berikan oksigen walaupun dengan durasi singkat,” jelasnya.

“Saat ditanya ke beberapa siswa, siswa mengaku belum sarapan,” tambahnya.(Zal)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA
loading...