Diduga Bakar Lahan PT Samhutani, Satu Orang Diamankan

Kamis, 19 September 2019 | 08:40:12 WIB

(Iwel/jambione.com)

SAROLANGUN- Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kodim 0420/Sarko mengamankan satu orang yang diduga sebagai pelaku Karhutla di Desa Sepintun, Kecamatan Pauh, Selasa (17/9) kemarin. Pelaku diketahui berinsial K, warga pendatang di Desa Sipintun.

Dandim 0420/Sarko Letkol Kav Rohyat Happy Ariyanto didampingi Waka Polres Sarolangun, Kompol Atrizal mengungkapkan tersangka membakar lahan dalam wilayah konsesi PT Samhutani. ‘’ Luas lahan yang dibakar tersangka sekitar 6 hektar,’’ katanya kepada wartawan dalam konfrensi pers, Selasa (17/9) malam.

Rohyat menjelaskan, penangkapan tersangka berawal dari tim satgas Karhutla dari Intel Kodim 0420/Sarko dan Intel korem 042 Garuda Putih Jambi melakukan patroli di wilayah Desa Sepintun, Kecamatan Pauh. Saat tiba di lokasi tim menemukan sebuah gubuk atau pondok yang di sekitarnya sudah terjadi kebakaran lahan dengan luas lebih kurang 6 hektar. Setelah di cek, ternyata lahan tersebut merupakan wilayah konsesi milik PT Samhutani.

            “Kami lihat ada tumpukan kayu yang sudah terpotong rapi, dan kami bertemu salah satu pemilik gubuk berinisial K, yang berada di belakang saya. Tim merasa curiga atas keberadaan pondok tersebut. Karena setelah di cek dengan PT Samhutani ternyata pondok itu illegal. Berada di wilayah konsesi PT Samhutani, tapi tidak ada izin,” terangnya.

            Setelah dilakukan pengecekan, tim satgas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan kebakaran lahan di sekitar pondok tersebut. Barang bukti berupa tiga pucuk senpi rakitan dengan amunisi tiga butir bulat dan enam butir yang panjang. Saat diamankan kondisi senjata dalam keadaan amunisi siap tembak di dalam senjata. Kemudian ada dua golok, satu pisau, KTP berdomisi luar Sarolangun, uang sebesar Rp 268 ribu, dua tas cangklong, satu jaket loreng NKRI, satu baju loreng TNI, selimut, 5 liter bensin, dan bekas dua jerigen bekas oli.

            “Kami sudah laporkan kepada komandan satgas gabungan provinsi Jambi dan Pangdam II Sriwijaya. Kami mendapatkan perintah untuk diserahkan kepada pihak Polres Sarolangun, menindak lanjuti hasil patroli Sub Satgas karhutla di korem 042 garuda putih,” jelasnya.

            Sementara, Waka Polres Kompol Atrizal, didampingi Kasat Reskrim IPTU Bagus mengatakan pihaknya akan mendalami kasus tersebut. Khususnya keterlibatan terduga pelaku dalam kebakaran lahan yang ditemukan pada saat patroli karhutla oleh tim satgas karhutla.

            Namun, sementara ini, pasal yang dikenakan kepada terduga pelaku sudah jelas terkait kepemilikan senjata api rakitan, yang bisa dikenakan UU Darurat tahun 1951. “Kita akan mendalami keterlibatan dari pada pelaku dalam kebakaran lahan. Sementara yang sudah jelas tersangka dijerat dengan UU darurat tahun 1951, tentang kepemilikan senjata. Kemudian masalah kehutanan tentang pembakaran lahan sesuai pasal 187 KUHP, dengan ancaman 10 tahun penjara, kita akan kumpulkan alat buktinya,” pungkasnya. (wel)

 

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...