Asap Masih Mengancam Sejumlah Lokasi Terpantau Titik Panas, Malam Hari Kualitas Udara Tidak Seha

Rabu, 09 Oktober 2019 | 05:22:01 WIB

Kondisi asap di malam hari di Kota Jambi. Foto di ambil di jembatan makalam, Selasa (8/10//2019) malam.
Kondisi asap di malam hari di Kota Jambi. Foto di ambil di jembatan makalam, Selasa (8/10//2019) malam. ()

JAMBI - Meski sudah diguyur hujan,  potensi kabut asap masih mengancam sejumlah daerah. Termasuk Kota Jambi. Hal itu disebabkan titip panas di sejumlah daerah terdekat masih terpantau aktif. Hujan yang mengguyur Jambi dalam dua sepekan terakhir ternyata belum sepenuhnya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan.

            Kasi Data dan Informasi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi, Kurnia Ningsih mengatakan saat ini arah angin masih dari tiga wilayah. Yakni Timur, Tenggara dan Selatan menuju Kota Jambi. " Kondisi ini menyebabkan asap masih berpotensi menyelimuti Kota Jambi,"katanya Selasa (8/10).

            Menurut dia, di Muarojambi, tempatnya di Kumpeh Ulu dan Kumpeh Ilir masih ada titik panas sebanyak 4 titik yang terpantau BMKG."Kalau di provinsi sebelah (Sumsel) juga masih ada titik panas yang terpantau,"ujarnya.

            Apalagi, lanjut dia, Jum'at, Sabtu dan Minggu kemungkinan akan tidak ada hujan di sejumlah titik. Awan yang menyebabkan hujan tidak dapat terdeteksi. Kondisi ini berpotensi munculnya kembali kabut asap. "Potensinya ga ada jadi kemungkinan kering Kondisi awan,"jelasnya.

            Terkait dengan hujan yang terjadi beberapa hari terkahir,  Kurnia Ningsih minta masyarakat berhati hati. Sebab hujan tersebut di iringi dengan petir. "Masyarakat harus hati hati karena bisa berbahaya,"tandasnya.

            Berdasarkan laporan pantauan satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang di akses Jambi one, sekitar pukul 16.55 Wib, terpantau ada 6 titik panas di Kumpeh Ilir. Dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen. Lokasi titik panas (hotspot) tersebut merupakan kawasan gambut yang sangat mudah terbakar.

            Sementara itu, dalam tiga hari terakhir kualitas udara di Kota Jambi pada malam hari masih dalam kategori tidak sehat. Ini diketahui berdasarkan pengukuran AQMS yang ada di lapangan Walikota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Jambi, Ardi mengatakan, berdasarkan data AQMS, kualitas udara tiga hari terakhir, sudah dalam kondisi baik di siang hari. Namun, pada malam hari terdapat kondisi yang tidak sehat. Penurunan kualitas udara ini dimulai pukul 21.00 Wib hingga pukul 02.00 Wib dini hari.

Menurut Ardi, penurunan kualitas udara ini disebabkan adanya kelembaban udara di malam hari. Lalu factor arah angin yang membawa asap dari titik api ke kota Jambi. Makanya, Ardi menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di malam hari. “ Pada malam hari diusahakan tidak keluar. Kalau memang terpaksa harus keluar, gunakan masker untuk menjaga kondisi kesehatan.” katanya.

Ardi menambahkan, berdasarkan evaluasi dari BMKG, di minggu kedua bulan Oktober ini, sudah mulai masuk musim penghujan. Dengan masuknya musim penghujan, diharapkan tidak ada lagi asap di kota Jambi. (isw/ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...