Wiranto Kena Dua Tusukan di Perut

Kamis, 10 Oktober 2019 | 14:31:48 WIB

()

 

 Jambione.com,JAKARTA- Menko Polhukam, Wiranto, terluka usai ditusuk seorang pria di Pandeglang, Banten. Wiranto mengalami dua luka tusuk. "Sudah terkena lapisan perut. Ada dua tusukan di lapisan peritoneumnya," kata Dirut RSUD Pandeglang Berkah, Firmansyah, dilansir dari detik.com, Kamis (10/10/2019).
            Wiranto sempat dibawa ke RSUD tersebut usai diserang. Dokter-dokter menstabilkan kondisi Wiranto. "Kondisinya sadar. (Luka) di perut sebelah kiri," ucapnya. Dari RSUD Pandeglang, Wiranto dibawa ke Jakarta. Dia diterbangkan menggunakan helikopter.

            "Dibawa ke RSPAD Gatot Subroto menggunakan helikopter," kata Firmansyah. Dalam peristiwa ini, anak buah Wiranto bernama Fuad juga terluka. Sementara itu, Kapolsek Menes Kompol Dariyanto juga terluka di bagian punggung akibat kejadian itu.
            Wiranto sendiri berada di Pandeglang usai acara di Universitas Mathlaul Anwar. Pria berpisau dan istrinya ditangkap polisi. Saat ini keduanya diinterogasi polisi. Polisi menduga pelaku terpapar ISIS. "Diduga terpapar ISIS," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

             Polri membeberkan detik-detik peristiwa penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Banten. Menurut Polri, penyerangan itu terjadi sesaat usai Wiranto keluar dari mobil.
"Biasa kan ada pejabat minta salaman, sebagai pejabat beliau kan menyalami juga. tapi bagian pengamanan internal juga melakukan pengamanan. Tapi dalam waktu yang relatif sangat singkat seorang yang diduga pelaku itu langsung menusukkan benda tajam kepada beliau dan saat itu ada kapolsek juga mengalami luka," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/10/2019).
            Dedi menyebut lokasi penusukan Wiranto terjadi di Gerbang Lapangan Alun-alun Menes, Pandeglang. Peristiwa itu terjadi ketika Wiranto hendak meninggalkan lokasi dengan helikopter di wilayah tersebut.
            Menurut dia, peristiwa terjadi sangat cepat. Pelaku disebutnya kembali hendak melakukan penyerangan kedua setelah serangan pertama berhasil mengenai Wiranto.
Namun pada serangan kedua ini, pelaku tak mengenai Wiranto melainkan Kapolsek Menes Kompol Dariyanto yang ada di lokasi. Akibatnya, Dariyanto mengalami luka.
            "Begitu srek langsung mau nyerang lagi, pada saat mau nyerang itu kena Kapolsek, pada saat mau diamankan setelah serang Pak Wiranto mau diamankan, serang Kapolsek itu. Kapolsek kebetulan dekat pelaku dan Pak Wiranto," ujarnya.
            Dedi mengatakan pihaknya masih mendalami senjata tajam yang digunakan apakah pisau atau gunting. Saat ini ada dua orang yang sudah diamakan polisi akibat kejadian itu. "Kedua pelaku mendekat dengan senjata tajam masih kita dalami apa bentuk pisau atau gunting tapi yang jelas sudah dipersiapkan pelaku," tuturnya.
            Dedi menyebut saat ini kedua orang yakni SA dan FA sedang diperiksa oleh Polisi. Diduga pelaku penusukan terpapar paham radikal ISIS. "Informasi yang saya dapat dari Kabid Humas pelaku diduga terpapar paham radikal ISIS. Masih kita dalami. Densus 88 juga masih mintain keterangan para tersangka. Tersangka juga kan kondisinya boleh dikatakan tidak alami luka sedikitpun," ujar Dedi.
            Polisi, kata Dedi, juga sedang mendalami apakah SA punya jaringan JAD. "Kita dalami SA memiliki jaringan JAD cirebon atau JAD lain di Sumatera," pungkasnya. (sumber: detik.com))

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...