Bea Cukai Jambi Gerebek Gudang Miras Berkelas dan Rokok Ilegal di Tiga Lokasi

Selasa, 00 0000 | 06:02:42 WIB

()

JAMBI -- Bea Cukai Jambi melakukan penggrebekan minuman keras (miras) dan rokok ilegal di tiga lokasi yakni di Kecamatan Jelutung, Simpang Acai dan di kawasan belakang Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Sabtu (2/11/2019).

Informasi yang diperoleh Jambi One dari penggerebekan tersebut ditemukan puluhan kardus miras dan rokok ilegal dari berbagai jenis. 

Miras tersebut di antaranya Johnnie Walker Black Label ukuran 200 ml. Biasanya miras jenis ini dijual dengan harga berkisar Rp 482 ribu hingga Rp 1.215 ribu. Black Label diketahui memiliki kadar alkohol mencapai 43 persen.

Selain Johnnie Walker  Black Label ada beberapa jenis minuman lainnya yang belum diketahui merek dan kadar alkoholnya. Ada yang berwana merah dengan botol sedikit bulat, ada yang warna hijau botolnya dan ada juga warna kehitaman. 

Miras tersebut diketahui dimasukkan ke dalam kardus kardus rokok yang disusun secara rapi dan tertumpuk. Miras tersebut diduga tidak memiliki pita cukai yang membuat miras tersebut dilarang beredar.

Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Jambi yang di-backup Resmob Ditrektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi  langsung menyita barang bukti diduga miras ilegal dan rokok Ilegal tersebut ke Bea Cukai Jambi yang berada di kawasan Kasang, Jambi Timur.

Penangkapan tersebut merupakan atas laporan masyarakat yang resah akan aktivitas miras dan rokok ilegal itu. Tim gabungan tersebut pelan pelan menyusuri sejumlah lokasi yang dicurigai sebagai tempat penyimpanan rokok ilegal dan miras ilegal itu.

Alhasil dari tiga lokasi itu tim berhasil mengamankan berkardus kardus miras dan Rokok ilegal yang tersusun rapi dalam gudang bahkan diduga sejumlah pemilik saat penggrebekan ada di lokasi. Namun terkait pemilik, belum diketahui apakah diamankan atau tidak.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi Kombes Pol Edi Fariyadi saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya hanya diminta bantuan oleh Bea Cukai. Dia menegaskan pihaknya tidak melakukan penangkapan tetapi hanya diminta bantuan untuk pengamanan.

"Bukan. Itu hanya bantu. Pihak Bea Cukai aja. Karena mereka minta bantuan pengamanan saat tugas,"tandasnya, Minggu (3/11/2019) siang saat dikonfirmasi melalui WhatsApp-nya.

Sementara itu, Humas Bea Cukai Jambi, Dini, saat dikonfirmasi Jambi One mengaku belum mengetahui adanya tangkapan tersebut. Dia berdalih tim yang penyidikan belum memberitahu dirinya.

"Belum ada saya dapat laporan dari kepala, nanti Senin lah, ya,"tandasnya singkat, Minggu (3/11/2019) malam melalui telepon selulernya. (isw)

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...