1, 05 Kg Sabu Disimpan dalam Plastik Berisi Ikan, Polisi Ungkap Pengedar Narkotika Jaringan Lapas

Selasa, 05 November 2019 | 07:24:46 WIB

()

JAMBI – Berbagai cara atau modus dilakukan sindikat jaringan narkotika dalam transaksi untuk mengelabui petugas. Yang terancar, kurir narkotika menyimpan 1,05 kg sabu dalam kantong plasti berisi ikan. Tersangka (kurir) yang diketahui bernama Bayu Candra (28) ditangkap saat akan transaksi di halaman masjid Agung Al Falah Jambi, Minggu (3/11), sekitar pukul 14.00 Wib.

            Warga Desa Tanjung Katung, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi itu disergap anggota Satresnarkoba Polresta Jambi saat menunggu pembeli yang akan menjempurt 1,05 Kg sabu yang dibawanya. Bayu mengaku di upah Rp 5 juta untuk mengantar 1,05 Kg sabu kepada pembeli.

            ‘’ Tersangka hanya sebagai kurir. Dia ditangkap anggota saat menunggu seseorang yang akan mengambil ‘’barang’’ tersebut,’’ kata Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Cristian, Senin (4/11). Menurut dia, tersangka berencana melakukan transaksi di Halaman masjid Al Falah dengan si pembeli.

            Untuk mengelabui petugas, lanjut Dover, pelaku menyimpan 1,05 Kg sabu di dalam kantong plastik beiris ikan tengiri kering dan ikan tengiri asap. "Jadi di atas nya ikan  Tengiri kering, terus di bawah nya ikan tengiri juga. Sabunya diletakkan di tengah tengahnya,"jelasnya.

            Menurut Dover, modus tersangka tersebut tergolong baru. Namun, aksi tersangka tercium oleh pihak kepolisian lantaran gerak geriknya mencurigakan. " Anggota curiga, karena tersangka terlihat gelisah,"sebutnya.

            Sebelum dilakukan penangkapan, lanjut Dover, anggota mendapatkan informasi dari masyarakat jika di lokasi tersebut kerap ada transaksi yang mencurigakan. "Informasi kita terima jam 11. Tapi baru kita dapatkan tersangka pada  siangnya, sekitar pukul 14.00 Wib,"ungkapnya.

            Dover melanjutkan, dalam pemeriksaan tersangka mengaku baru sekali melakukan transaksi. Namun berhasil di gagalkan."Ngakunya satu, tapi kita akan dalami terus. Tersangka mengaku dibayar Rp 5 juta,"sebutnya.

            Dia hanya diminta sesorang mengantarkan 1,05 kg sabu tersebut ke pemesan. Saat ini polisi masih memburu si pemesan, bernama Riko. " Dia masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Kita masih lacak keberadaannya. Dia diduga masuk jaringan Riau,"ucapnya.

            Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 114 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Pembrantasan narkotika. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun atau seumur hidup.

            Sebelumnya, tim Satresnarkoba Polresta Jambi juga berhasil mengungkap sindikat narkotika jaringan Lembaga Pemesyarakatan (Lapas) Narkotika Muarasabak. Satu anggota jaringan tersebut berhasil ditangkap. Tersangka bernama Nur Hasan (39) warga Jalan Orang Kayu Pingai, Kecamatan Jambi Timur.

            Dia ditangkap menyimpan 400 gram sabu milik Narapidana (Napi) Lapas Klas II B Muarasabak. "Tersangka ini jaringan lapas Sabak. Sabu yang ditemukan di rumahnya itu milik napi di Lapas Muarasabak,"kata Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Cristian, Senin (4/11)

 

Menurut Dover, Nur Hasan ditangkap dikediamannya, 31 Oktober 2019 lalu. Barang bukti 400 gram sabu ditemukan dalam lemari. Sabu tersebut akan dia edarkan atas perintah napi bernama Ibrahim alias Boim yang saat ini tengah menjalani masa hukuman di lapas Muarasabak.

‘’ Kita masih melakukan  pengembangan. Kita dalami dari mana asal sabu, dan koordinasi dengan Kemenkumham untuk mengungkap jaringan ini,"sebutnya.(isw)

 

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...