JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Muslim Cs

Kamis, 07 November 2019 | 05:57:48 WIB

()

JAMBI – Jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Jambi menolak eksepsi (penolakan/keberatan) yang diajukan pimpinan Serikat Mandiri Batanghari (SMB) Muslim beserta istri dan anggotanya. Penolakan ini disampaikan JPU dalam sidang lanjutan perkara penyerangan disertai pengrusakan dan penganiayaan yang dilakukan Muslim Cs ke Distrik VIII PT WKS beberapa waktu lalu.

            ‘’ Kami minta majelis hakim menolak seluruh eksepsi yang diajukan terdakwa melalui kuasa hukumny,a Era Purnamasari. Dakwaan yang dibuat jaksa sudah tepat dan sesuai dengan alat bukti. Sedangkan esepsi yang di ajukan terdakwa melalui kuasa hukumnya terkesan mengada ngada,’’ kata JPU Kejati Jambi, Noraida Silalahi  di hadapan majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Jambi, Rabu (6/11) kemarin.

            Menrut Noraida, eksepsi yang diajukan terdakwa tidak sesuai dengan tuntutan perkara. Materi keberatan eksepsi premature, karena  tidak melihat secara filosofi terkait ada rentan waktu yang lama dari penangkapan dan kejadian.

            Kemudian, lanjut dia, dalam surat dakwaan juga sudah merumuskan semua unsur delik kejadian dan unsur perkara. Penasehat hukum memandang secara Yuridis, memaksa mengiring polisi melakukan kekerasan terhadap terdakwa. Penasehat hukum tidak seharusnya mengiring opini, karena mengerti akan semua orang sama di mata hukum. Bukan malah menyudutkan pihak lain. 

            "Terlalau memaksakan kehendak, karena penangkapan sudah sesuai prosedur hukum. Seharusnya penasehat hukum datang sejak awal, bukan datang di tengah jalan,”jelasnya.

            Jaksa juga menilai Proses BAP terdakwa dalam kondisi mulut tertutup tidak logis. Logikanya bagaimana terdakwa bisa memberikan keterangan jika mulut tertutup. “Baca kembali surat dakwaan, sehingga paham akan dakwaan. Sehingga tidak menyalahkan orang lain dan merasa dirinya paling benar,” tegasnya

            Jaksa menyebut kuasa hukum  terlalu yakin jika dia yang ditunjuk oleh terdakwa. Pasalnya ada beberapa terdakwa tidak mengakui. "Untuk itu yang mulia, dengan segala rasa hormat, jaksa penuntut umum mohon tidak menerima eksepsi penasehat hukum,” pungkasnya.

            Sementara itu, majelis hakim menolak permintaan pemindahan penahan terdakwa Deli Fitri (istri Muslim) ke Lapas Perempuan, Muarojambi. Hakim beralasan jika terdakwa tersebut di pindahkan akan membuat terdakwa lelah. "Dia ini hamil, kalau dibawa ke Muarojambi, sidang bolak balik jauh, kasihan bayi nya,"kata hakim.

            Selain kesehatan bayi dalam kandungan terganggu, menurut Hakim pemindahan  akan membuat proses penjemputan tahanan lebih sulit. "Karena kasus ini banyak sekali terdakwanya. Jaksa akan kesulitan kalau dipisah pisah,"ujarnya.

            Hakim menegaskan tahanan sudah tepat berada di Polda. Sebab kendaraan pengangkutan dan pengamanan tahanan juga melekat. "Jadi tidak kesulitan lagi harus pengamanan lagi. Ini jumlahnya banyak,"katanya.

            Mengenai keluhan istri Muslim yang tidur di bawah tanpa dipan, majelis hakim meminta Polda menyediakan dipan untuk istri Muslim. "Kita minta khusus ini ke Polda sediakan dipan karena terdakwa lagi hamil  sehingga sulit bergerak. Saya minta jaksa juga menyampaikan permintaan ini,"tambahnya. (isw).

 

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...