Kepala Pegawai Alfamart Dihantam Tabung Gas Saat Tidur, Dua Tersangka Renacanakan Bunuh Fikri

Jumat, 08 November 2019 | 04:58:11 WIB

()

JAMBI - Muhamad Safi'i alias Fikri pegawai Alfamart yang ditemukan membusuk di kamar kosnya, di Jalan Empu Sendok,  RT 14, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, 5 September 2019 lalu, ternyata dibunuh secara sadis. Kepalanya dihantam dua pelaku, Muhamad Sabri dan Rizki Ardiansyah pakai tabung gas sebanyak dua kali ketika dia sedang terlalap tidur.

Tidak itu saja, kedua pelaku juga memukul tengkuk (kuduk) korban menggunakan palu sebanyak dua kali hingga korban sekarat. Tidak puas sampai disitu, kedua tersangka lalu menusuk punggung korban sebanyak dua kali hingga tewas.

Adegan pembunuhan Fikri ini terungkap dalam rekonstruksi (reka ulang) pembunuhan terhadap Fikri yang digelar Polsekta Telanaipura di lokasi kejadian, Kamis (7/11) kemarin. Dalam reka ulang itu, juga terungkap, kedua pelaku Muhamad Sabri dan Rizki Ardiansyah, ternyata  juga sudah berencana untuk menghabisi korban.

Dalam reka ulang itu, kedua pelaku memperagakan sedikitkanya 30 adegan. Mulai dari merencanakan pembunuhan hingga cara mereka menghabisi karyawan Alfamart tersebut.

Pada adegan pertama, kedua tersangka berada di rumah Rizki di kawasan Jalan Lingkar Selatan. Mereka merencanakan merempas harta benda korban. Ketika itu, keduanya sudah sepakat, jika korban melawan akan dihabisi dengan pisau yang sudah disiapkan dari rumah Rizki.

            Awalnya, Rabu 4 September, Rizki yang sudah sering komunikasi mendapat pesan Facebook dari korban.  Korban meminta Rizki datang ke kosnya di jalan Empu Sendok tersebut.

Kemudian, Rizki a mengajak rekannya (tersangka) Sabri ke kosan korban. Kedunya sudah berniat mengambil motor dan sejumlah harta benda korban.

            Keduanya berangkat menggunakan motor Honda Beat warna hitam sekitar pukul 22.00 Wib. Sesampainya di kosan korban, mereka bertiga sempat main game online bersama di Handphone masing masing. Mereka juga nonton tv bersama dan tidur bersama dalam satu kamar.

            Baru pada Kamis, 5 September, dini hari, pukul 04.00 Wib keduanya melancarkan aksinya. Rizki membangunkan Sabri untuk menghabisi korban. Saat itu Rizki meminta Sabri mengambil tabung gas LPG 3 Kg di sudut kamar korban. Tabung tersebut dihantamkan ke kepala korban bagian belakang sebanyak dua kali.

Mendapat hantaman itu, korban yang tertidur pulas langsung sekarat. Menurut kedua peklaku, dari mulut korban keluar suara ngorok dan seperti orang merintih kesakitan. Takut suara itu  di dengar orang, Rizki langsung mengambil bantal dan membekap wajah korban.

            Selanjutnya, tersangka Sabri mengambil palu di kamar tersebut kemudian memukulkan tengkuk korban sebanyak dua kali. Namun korban masih  mengorok dan belum tewas. Selanjutmya, tersangka Rizki mengambil Pisau yang dibawanya dari rumah di dalam box motor. 

Pisau itu diserahkan ke Sabri yang langsung menusuk pungung korban sebanyak dua kali, hingga akhirnya korban tidak bergerak lagi.

 

            Setelah memastikan korban tewas, kedua tersangka langsung mengambil laptop, dompet dan membawa kabur motor korban. Mayat korban baru ditemukan sudah membusuk, Kamis (5/9) sore sekitar pukul 17.00 Wib. 

            Kapolsek Telanaipura AKP Yumika Putra mengatakan rekontruksi dilakukan untuk mencocokkan berita acara pemeriksaan (BAP) dengan apa yang sebenarnya dilakukan kedua tersangka. Sehingga jaksa dalam menyusun dakwaan tidak kebingungan. "Ini untuk melangkapi beberapa hal yang dibutuhkan jaksa dalam proses pemeriksaan berkas,"katanya.

            Yumika menegaskan ada beberapa adegan yang dilakukan tersangka untuk merencanakan pembunuhan. "Ada perencanaan dari awal untuk menguasai harta benda korban," pungkasnya. (isw)

 

 

 

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...