Polisi Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Rp 7,7 M

Selasa, 12 November 2019 | 07:05:21 WIB

()

JAMBI – Para penyelundup terus berupaya menyelundupkan Baby (benih) lobster melalui Jambi. Yang teranyar, Sabtu (9/11) lalu, 51.673 ekor baby lobster senilai 7,7 Miliar yang mau diselndupkan ke Vietnam dan Singapura berhasil digagalkan Tim Ditrektorat Reserse Kriminal khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi.

Benih lobster yang itu dikemas dalam 200 kantong plastic, dimasukkan dalam 6 kotak Styrofoam itu diamankan polisi di sebuah rumah di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Bersama barang bukti, polisi juga meringkus enam orang tersangka. Yakni Mutakim; bertugas sebagai sopir, Muh. Lani, Rudi Suwandi, M. Guntur, Maksudin; bertugas mengemas dan Andi Fahrizal pemilik tempat. "Kita masih buru terus pemodal yang informasi nya orang Riau,"ucapnya.

Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Thein Tabero mengatakan, para tersangka diamankan di satu lokasi. Sementara itu, 51.673 Benih Lobster yang disita tersebut terdiri dari 51.000 ekor jenis Pasir dan 673 ekor Jenis Mutiara.

" Baby lobster tersebut diangkut melalui jalur darat, dari Lampung. Kemudian ke Palembang, transit di Kota Jambi untuk ganti air. Selanjutnya akan dikirimkan ke Muarasabak Sabak untuk diselundupkan ke Vietnam dan Singapura,"sebutnya.

Menurut Tabero, terungkapnya upaya penyelundupan baby lobster ini berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas di lokasi penangpan. "Kita buntuti dari Lampung sampai Jambi akhirnya kita tangkap,"sebutnya.

Selain barang bukti baby lobster, Polisi juga mengamankan 2 Unit Mobil, 1 tabung oksigen Besar, 1 tabung oksigen Kecil, 3 mesin oksigen, dan sejumlah barang bukti lainnya dari rumah penampungan yang digerebek tersebut. "Jadi di rumah itu lah para pelaku mengganti oksigen dan air untuk baby lobster" katanya.

Tabero mengungkapkan bahwa benih Lobster itu berasal dari Provinsi Lampung. Para pelaku mengaku diupah mulai dari Rp 1.000.000 - hingga Rp 4.000.000, untuk sekali pengiriman.

Atas perbuatannya, para tersangka di terjerat dengan Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan dengan ancaman 8 tahun penjara. 

Kasubsi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi BKIPM Jambi, Paiman memgatakan barang bukti baby lobster langsung dilepasliarkan di perairan Padang, Sumatera Barat.

"Ini untuk menjaga dan melestarikan populasi Benih Lobster. Kawasan itu merupakan habitat benih Lobster" katanya. (isw)





BERITA BERIKUTNYA
loading...