Gerakan Nasional Pemulihan DAS tahun 2019

Jumat, 13 Desember 2019 | 09:46:11 WIB

(Wiwik/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI-Gerakan Nasional Pemulihan DAS 2019, yang dilaksanakan di RTH Citra Raya City Kabupaten. Muaro Jambi, kamis ( 12/12), dihadiri oleh Kepala BPDASHL Batanghari Drs Sam Karya Nugraha, MSI, staf ahli gubernur, kwarda, kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, unsur forkompinda.

Kepala BPDASHL Batanghari Jambi, drs Sam Karya Nugraha, MSI mengatakan, 

DAS tahun 2019 merupakan tindak lanjut dari program kerja 2018 lalu untuk membangun masa depan bangsa agar lebih baik, dengan melakukan penanaman pohon di bulan menanam Nasional.

"Tampa adanya dukungan dari semua pihak kegiatan menanam pohon pada hari ini kurang lebih 400 bibit batang pohon di lahan seluas 1 hektar tidak akan terlaksana," katanya.

Adapun untuk pohon yang ditanam pada kesempatan tersebut beberapa jenis seperti kelengkeng, jambu air, alpukat, dan durian. Selain itu, pihaknya juga  telah mendistribusikan ke beberapa daerah seperti Kota Jambi, Kerinci,  Tebo, Sijeunjung, dan Solok Selatan dengan masing-masing wilayah mendapatkan 400 bibit pohon. 

"Bukan hanya itu kita juga membagi-bagikan bibit pohon gratis untuk masyarakat sekitar," sambungnya.

Untuk kegiatan ini pemerintah telah bekerja sama dengan Jerman untuk kegiatan forest programme II selama 7 tahun mulai dari tahun 2016 sampai Tahun 2022.

Program tersebut berkaitan dengan reboisasi pengelolaan DAS berbasis desa dan membangunan konservasi tanah yang berlokasi di sub DAS Merangin yang meliputi Kabupaten Kerinci, Merangin, Sarolangun, Tanjung Jabung Barat. Kegiatan ini juga terkait dengan pengembangan bidang keanekaragaman hayati dalam bidang pengelolaan daerah, dengan indikator keberhasilan yaitu meningkatnya ketepatan urutan kualitas dan kuantitas air, mempertahankan keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat," tambahnya.

Staf ahli Gubernur Bidang Hukum dan Politik Asyraf, SPT, MSI, menambahkan, Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Dliran Sungai Tingkat Provinsi Jambi, merupakan salah satu bentuk kecintaan dan kepedulian kita terhadap bumi. Menanam pohon diharapkan untuk keberlanjutan hidup generasi yang akan datang.

"Gerakan ini merupakan bentuk komitmen kita bersama dalam upaya mempertahankan dan menemukan daerah aliran sungai terutama pada daerah aliran Sungai Batanghari yang beberapa tahun yang lalu tahun 2014 dikategorikan sebagai daerah aliran sungai yang diperlukan sehingga diperlukan upaya bersama dari semua stakeholder dalam memperbaiki hutan dan lingkungan," ungkapnya.

Kegiatan penanaman satu miliar pohon ini merupakan wujud kebersamaan pemerintah dengan masyarakat. Supaya masyarakat semakin sadar akan pentingnya lingkungan hidup yang baik dan dengan kesadaran sendiri berperan aktif dalam rehabilitasi hutan dan lahan.

"Saya berharap gerakan nasional ini akan membangkitkan semangat swadaya masyarakat dalam gerakan penanaman pohon," sambungnya.

Dalam hal ini yang menjadi esensi dalam program gerakan penanaman pohon yang telah diluncurkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka perbaikan lahan kritis, dengan harapan gerakan ini akan membangkitkan budaya menanam pohon karena menanam pohoh mempunyai nilai ekonomis juga akan memberikan manfaat yang besar bagi ekosistem seperti oksigen, dan air.

Selain memperingati GNPDAS pada tahun 2019, kegiatan tersebut juga diisi dengan syukuran atas keberhasilan Pramuka Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti Kontingen daerah Jambi, yang memperoleh juara umum pertikawan tingkat nasional di Cibubur tahun 2019.(cr2)





BERITA BERIKUTNYA
loading...