Pengelolaan Lingkungan Hidup Buruk, 11 Perusahaan di Jambi Dapat Rapor Merah

Selasa, 25 Februari 2020 | 11:35:05 WIB

Kepala DLH Provinsi Jambi Evi Primawati
Kepala DLH Provinsi Jambi Evi Primawati ()

Jambione.com, JAMBI- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi mengumumkan hasil penilaian perusahaan perusahaan di Jambi dalam mengelola lingkungan hidup tahun 2018-2019. Hasilnya, 11 perusahaan dapat nilai terendah alias masuk zona.merah. 

" Tahun ini ada 11 perusahaan masuk kategori merah. Jumlah ini sudah cukup banyak dibandingkan tahun tahun sebelumnya," kata Evi Primawati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi, Senin (24/2/2020).

Menurut Evi, keb11 perusahaan dengan rapor merah itu antara lain,  PT Batanghari Tembesi, PT Hok Tong Jambi, PT Angso Duo Sawit, PT Bahari Gembira Ria, PT Biccon Agro Makmur, PT Graha Cipta Bangko Jaya.

Berikutnya,  PT Perkebunan Nusantara VI PKS Pinang Tinggi, PT Persada Harapan Kahuripan, PT Rudy Agung Agra Laksana, PT Sumbertama Nusa Pertiwi, dan PT Tebo Plasma Inti Lestari.

Pemerintah Provinsi Jambi sendiri, dalam kesempatan itu menerima sertifikat penghargaan atas perusahaan dalam periode 2018-2019, di auditorium rumah dinas Gubernur Jambi.

Dari hasil penilaian peringkat perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup tahun 2018 - 2019 tersebut, PT Pertamina EP Aset L-Field Jambi Migas Eksplorasi Produksi Kota Jambi dan Muaro Jambi mendapatkan peringkat emas.

Sementara tiga perusahaan lain, yaitu PT Pertamina (Persero) Wilayah Operasi Pemasaran Depot-Pengisian Pesawat Udara Sultan Thaha Kota Jambi, PetroChina International Jabung LTD (GAS) Tanjabbar dan PetroChina International Jabung LTD (Minyak) Tanjabtim mendapatkan emas.

Sementara untuk peringkat biru, menurut Evi ada kurang lebih dari 26 perusahaan. Dia menjelaskan, Penilaian peringkat ini dilakukan guna melihat cara perusahaan melakukan penilaian terhadap biaya pencemaran. Lebih memilih pencemaran terhadap udara.

"Bagaimana mereka melakukan pengelolaan limbah B3 dan Non B3 baik padat limbah cair. Lalu bagaimana mereka melakukan konversi terhadap, emisi gas rumah kaca dan bagaimana cara mereka melakukan pengamatan terhadap keanekaragaman hayati kemudian juga pemberdayaan terhadap masyarakat sekitar," sebutnya. (Cr04)

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...