Koreksi, Pemerintah Sebut 308 Pasien Positif Terinfeksi Virus Korona

Kamis, 19 Maret 2020 | 23:50:09 WIB

SIAGA: Petugas berjaga di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta, Rabu (4/3). RS itu menerima sepuluh pasien rujukan terkait virus korona. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
SIAGA: Petugas berjaga di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta, Rabu (4/3). RS itu menerima sepuluh pasien rujukan terkait virus korona. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS) ()

 

Jambione.com – Pemerintah mengoreksi jumlah data pasien positif terinfeksi virus korona atau Covid-19. Total pasien terinfeksi sebanyak 308 pasien, sebelumnya dinyatakan terdapat 309 pasien yang positif korona.

“Ada sedikit kesalahan dan sudah diklarifikasi dengan tim surveilans di PHEOC untuk data provinsi Riau pada tanggal 19 Maret tidak ada penambahan kasus. Jadi sampai saat ini kasus di Riau masih tetap satu kasus. Mohon dapat dikoreksi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo melalui keterangan tertulis, Kamis (19/3).

Sebelumnya, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyatakan, pasien positif terinfeksi virus korona menjadi 309 kasus. Paling banyak berasal dari DKI Jakarta dengan tambahan kasus baru sebanyak 52 kasus.

Bahkan, kasus positif lainnya sudah cenderung menyebar ke seluruh provinsi di Indonesia. Bali tambah 1 kasus, Banten tambah 27 kasus, DIY tambah 5 kasus, DKI Jakarta tambah 52 kasus, Jawa Barat tambah 2 kasus, Jawa Tengah tambah 4 kasus, Jawa Timur tambah 1 kasus, Kalimantan Barat tambah 1 kasus, Kalimantan Timur tamhah 2 kasus, Kepulauan Riau tambah 2 kasus, Sumatera Utara tambah 1 kasus, Sulawesi Tenggara tambah 3 kasus, Sulawesi Selatan tambah 2 kasus, Riau tambah 1 kasus.

Artinya dibanding kemarin, Rabu (18/3) yakni 227 kasus, hari ini Kamis (19/3) bertambah 82 kasus baru hanya dalam 24 jam. Sedangkan kasus sembuh hanya 15 orang.

Sementara itu, penambahan kasus meninggal tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Ada 17 jiwa di DKI Jakarta, Jawa Tengah 3 jiwa, Bali 1 jiwa, Banten 1 jiwa, Jawa Barat 1 jiwa, Jawa Timur 1 jiwa, dan Sumatera Utara 1 jiwa.(sumber: Jawapos.com)

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...