Tren Ngopi di Masyarakat yang Mulai Bergeser

Dulu Tubruk, Sekarang Ice Coffee

Senin, 23 Maret 2020 | 15:42:36 WIB

()

Secangkir kopi mampu untuk memecah ketegangan. Dengan kopi, orang-orang bisa bersantai sendiri maupun bersama keluarga atau teman. Nah, kopi yang dulu hanya identik sebagai pengusir rasa kantuk, kini tak lagi demikian. Kopi bisa dibilang minuman yang bisa dinikmati semua kalangan. Bukan hanya pria, tetapi juga wanita. Bahkan, mulai dari anak-anak hingga orang tua pun banyak yang menyukai kopi.


Jambione.com – Kopi paling sederhana yang mudah ditemui yaitu kopi jenis arabika dan robusta. Kedua macam jenis kopi ini memiliki pangsa pasar berbeda. Ada yang suka arabika karena rasa pahit dan keasamannya, dan ada yang suka robusta karena rasa pahit dan kafeinnya. Kendati demikian, pecinta kopi dengan rasa yang lebih manis juga disukai banyak orang.

Ahmad Mugianto, 20, warga Jalan Brantas, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, menyebut, dirinya lebih menyukai kopi jenis arabika. Menurutnya, kopi ini lebih nikmat di lidahnya, sekalipun diminum tanpa gula. “Pakai gula juga tidak masalah, tetapi saya tetap suka yang pahit. Kalau kebanyakan gula rasa asamnya akan terasa,” katanya.

Mugianto mengaku, dirinya tak suka mencampur kopi dengan susu, krimmer, atau campuran lain. “Kalau saya tidak suka dicampur dengan yang lain, karena memang suka kopi sejak kecil. Walaupun saya minum kopi, tetapi tidak untuk mengusir kantuk. Jadi, kalau ngantuk, walaupun minum kopi, ya tetap ngantuk. Beda dengan bapak saya, kalau minum kopi dia sulit tidur,” ulasnya.

 

Berbeda dengan Mugianto, Artiasih, 30, warga Tegalgede, mengaku lebih suka kopi robusta nan manis yang dicampur dengan susu. Baginya, kopi susu yang telah dicampur dengan krimer atau lainnya lebih pas di lidahnya. Tak jarang, dia pun suka es kopi. “Saya suka kopi dicampur es. Sekarang kan sudah banyak jenisnya. Sehingga saya lebih banyak mengonsumsi kopi yang dingin. Tapi kalau pakai es pasti ada susunya,” ulasnya.

Hal senada juga disampaikan Sutrisno, 56, warga Desa/Kecamatan Rambipuji. Pria ini menyebut kopi susu yang dingin bisa membuatnya santai. Bahkan, kopi racikan lebih dia sukai daripada mengonsumsi kopi murni. “Asalkan masih ada aroma kopi, saya suka. Justru kalau kopi murni, saya tidak begitu suka,” ujar Sutrisno.

Sutrisno yang suka kopi sejak dulu mengaku mengalami perubahan. Dulunya kopi yang dia suka hanya sebatas mengusir rasa kantuk. Akan tetapi, kini sudah lebih kepada minum kopi seperti minuman pada umumnya. Sutrisno pun menganggap, kopi yang diracik sedemikian rupa sudah sama seperti minuman segar lainnya. “Kalau tidak minum kopi rasanya ada yang kurang. Jadi, saya biasa membeli kopi di warung, di kafe, atau di mana pun yang saya bisa,” terangnya.

Sebagai orang yang sudah meminum banyak jenis kopi, Sutrisno mengaku, lezat dan tidaknya kopi tetap kembali pada lidah masing-masing orang. “Untuk itulah, kopi yang enak bukan kopi yang bermerek, tetapi yang sesuai dengan lidah peminumnya,” pungkasnya.(*)

Sumber: JawaPos.com




BERITA BERIKUTNYA
loading...