Satu Pasien di Ruang Isolasi RS Raden Mattaher Dinyatakan Positif, Berumur 55 tahun

Ayo Waspada! Corona Masuk Jambi

Selasa, 24 Maret 2020 | 10:25:39 WIB

(ist/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI- Warga Jambi diminta makin meningkatkan kewaspadaan. Taati himbauan dan aturan yang dikeluarkan pemerintah. Pasalnya, Jambi sudah masuk dalam sebaran kasus positif Corona.  Satu pasien yang dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi sudah dinyatakan positif menderita Corona Virus Disease (Covid-19).

Informasi terupdate ini diungkapkan Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (23/3) sore. Menurut dia, jumlah kasus positif Corona per 23 Maret 2020 bertambah 65 berdasar data yang dihimpun selama satu hari. "Tambahan kasus 65 orang positif, sembuh 1 orang, total 30 orang, 1 kasus meninggal total 49 orang," kata Yurianto.

Dengan penambahan 65, total kasus positif Corona menembus angka 579. Sedangkan jumlah pasien positif COVID-19 yang sembuh 30 orang dan ada 49 kasus positif Corona yang meninggal.

Sehari sebelumnya kasus virus corona COVID-19 di Indonesia telah menyebar hingga ke 20 provinsi, menurut data yang dihimpun Kementerian Kesehatan hingga Minggu (22/3). Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia, menurut catatan Kemenkes adalah 514 orang positif, 29 orang sembuh, dan 48 orang meninggal dunia, hingga Senin (23/3) pukul 09.00 WIB.

Data terbaru per Senin (23/3) pukul 15.30 WIB, sebaran kasus positif Corona ada di 22 provinsi Indonesia. Lokasi kasus positif baru ada di Provinsi Maluku Utara dan Jambi dengan masing-masing ada 1 kasus positif baru. Provinsi dengan jumlah kasus positif tertinggi tetap DKI Jakarta dengan 353, 23 sembuh, dan 29 meninggal.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah membenarkan pemerintah pusat telah mengumumkan, 1 orang dinyatakan positif Covid-19 di Provinsi Jambi. Yakni seorang laki-laki berumur 55 tahun.

Selain 1 orang yang telah dinyatakan positif oleh Kementerian Kesehatan RI berdasarkan hasil uji laboratorium, ada juga dua hasil uji lab/swab dari Provinsi Jambi yang telah keluar. Hasilnya, keduanya negatif.

Lebih lanjut Johansyah mengatakan pihak Tim Terpadu Penanganan Corona akan segera mengecek kesehatan para tenaga medis RSUD Raden Mattaher yang bersinggungan terhadap pasien selama diisolasi. "Tentu upaya yang dilakukan tracking kontak dengan seorang pria tersebut dan segala upaya oleh tim nantinya akan segera kami sampaikan ke publik," sebutnya.

Mengenai latar belakang laki-laki yang dinyatakan positif corona itu, Johansyah minta dapat dimaklumi tidak akan menyebutkan nama pasien. "Secara kode etik kita tidak menyebutkan nama," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jambi dr Samsiran Halim menambahkan bahwa pasien yang dinyatakan positif covid-19 tersebut saat ini sedang dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi. Kondisinya relatif stabil.

Sementara itu, trend Orang Dalam Pengawasan (ODP) terus meningkat dari sebelumnya 144 menjadi 159 orang. “Berdasarkan data yang diterima, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 15 orang,” kata Jubir Covid-19 Provinsi Jambi, Johan.  Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami perubahan dari sebelumnya 13 menjadi 10 orang. “Alhamdulillah PDP saat ini menurun menjadi 10 orang,” ujarnya.

Johan melanjutkan, dengan telah adanya satu orang yang positif di Jambi, Pemprov Jambi akan mengusulkan kepada pemerintah pusat kemungkinan kenaikan status Jambi dari siaga menjadi Kejadian Luar Biasa. (KLB).

Sementara itu, guna meningkatkan pencegahan dan penanganan terhadap  Covid-19, selain telah melakukan berbagai upaya, pemprov Jambi juga mengambil kebijakan anggaran. Yakni meningkatkan anggaran untuk penanganan Covid-19. Terutama untuk mencegah penambahan kasus, dengan harapan jumlah yang terinveksi Covid-19 tidak bertambah.

Kebijakan anggaran menyikapi Covid-19 tersebut dikemukakan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj.Sekda) Provinsi Jambi, H Sudirman yang mewakili Gubernur Jambi dalam Rapat Koordinasi  Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Senin (23/3) sore. Dalam rapat tersebut, semua instansi menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi, serta berbagai tantangan yang dihadapi.

Sudirman menjelaskan, dalam penanganan Covid-19, Status Provinsi Jambi telah naik dari waspada menjadi siaga. Dengan demikian, Dana Tak Terduga (DTT) bisa dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Terutama dialokasikan untuk 3 OPD. Yaitu Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum, dan BPBD. “Ini merupakan bagian dari tindak lanjut komitmen pemerintah daerah,” katanya.

Sudirman menekankan bahwa gugus tugas yang terdiri dari lintas sektor, melibatkan Pemerintah Provinsi Jambi, Forum Komunkasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi, TNI, Polri, pengelola bandara (Angkasa Pura II) Jambi, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Lapas, BPOM Jambi, harus lebih sinergis lagi. Menurut Sudirman, dalam upaya meningkatkan sinergitas, Gubernur Jambi akan mengirim surat kepada kabupaten dan kota untuk memperoleh data, baik ODP (Orang Dalam Pemantauan) maupun PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah menyatakan dengan naiknya status Jambi dari waspada menjadi siaga, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Daerah, maka Pemerintah Daerah bisa menggunakan Dana Tak Terduga yang ada di APBD Provinsi Jambi dan Kabupaten/Kota untuk mempercepat penanganan Covid-19. Untuk Provinsi Jambi, Dana Tak Terduga yang telah disiapkan, berdasakan informasi dari Kepala Bakeuda Provinsi Jambi Rp11 miliar.

Sementara itu, Pemkot Jambi telah menyiapkan dana Rp 9 Miliar untuk pencegahan dan penanganan covid-19. Dana itu akan digunakan untuk Satuan Gugus Tugas, insentif petugas kesehatan, pembelian alat kesehatan, pembelian bahan disinfektan, Alat Pelundung Diri (APD), dan lainnya.

Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan bahwa dana tersebut sudah bisa dicairkan dan siap digunakan. "Kita melakukan segala upaya supaya jangan sampai virus ini sampai ke Kota Jambi. Kalau ada 1 saja, maka ini sudah keadaan darurat. Kita bersyukur dan berdoa supaya jangan sampai ada yang positif. Sampai hari ini di Kota Jambi belum ada yang dinyatakan positif," kata Fasha, Senin (23/3).

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Jambi, Deki Subianda menambahkan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan 3 SK. "Total anggaran yang bisa dipakai untuk penanganan COVID-19 ada Rp 9 Miliar. Itu sudah bisa digunakan," katanya. (rey/ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...