Yos Adrino: Kita Masih Nunggu Keputusan Ketua DPW

PAN Gamang, CE-Ratu Mendekati Final

Selasa, 24 Maret 2020 | 10:27:52 WIB

(ist/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI - Partai Amanat Nasional (PAN) sepetinya masih gamang menentukan pilihan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020. Pasalnya, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemilik 7 kursi di DPRD Provinsi Jambi tersebut akan mendukung siapa. Ketua DPW H. Bakri sendiri dikhabarkan masih bimbang mau maju atau tidak, karena hasil survei yang dirilis berbagai lembaga, elektabilitasnya tak kunjung meningkat.

Informasi nyang diperoleh Jambi One, saat ini sang Ketua DPW PAN H Bakri lagi gencar melakukan lobi ke sejumlah partai dan kandidat. Selain menawarkan koalisi, anggota DPR RI itu juga dikabarkan menyodorkan sejumlah kader PAN sebagai posisi wakil. Salah satunya Bakri bertemu Ketua DPD Golkar Provinsi Jambi, Cek Endra Selasa malam pekan lalu.

Bebagai kalangan menilai, apa yang dilakukan Bakri ini sudah menjadi sinyal dirinya tidak akan maju mencalon diri. Bahkan ada yang menduga, Bakri sudah tahu hasil surveinya tidak memungkinkan dirinya memaksakan maju sebagai cagub.

‘’ Saya menduga dia (Bakri) sudah tahu hasil surveinya. Makanya dia menyodorkan kadernya sebagai wakil ke partai dan kadidat lain sebagai wakil,’’ kata salah seorang politisi di Jambi yang minta namanya tidak ditulis.

Sumber ini menilai, apa yang dilakukan Bakri itu ada positif dan negatifnya. Yang postifnya adalah dia menawarkan Ratu Munnawaroh sebagai wakil Cek Endra. ‘’ Ini sudah tepat. Karena Ratu bisa mengangkat kembali kejayaan PAN di Pilgub Jambi nanti,’’ katanya.

Sementara yang negatif, lanjut Sumber ini, Bakri bisa dinilai tidak serius maju. ‘’ Rencana maju yang digembor gemborkan selama ini bisa dinilai hanya untuk menaikkan posisi nilai tawar saja. Sah sah saja kan kalau ada yang menilai seperti itu. Namanya saja politik. Semua bisa terjadi,’’ katanya.

Lalu bagaimana dengan kelanjutan wacana Duet CE – Ratu Munawwaroh. Informasi terannyar yang diperoleh Jambi One, kemungkinan besar duet ini akan terwujud. Bahkan, kabar yang diperoleh  menyebutkan, walaupun tidak didukung PAN, CE tetap akan memilih Ratu sebagai calon wakilnya.

‘’ Saat ini komunikasi masih terus dilakukan antara CE dengan pihak Ratu. Mungkin minggu depan lah sudah ada keputusan final. Tapi kita juga tidak bisa memastikan. Karena semua masih bergerak. Yang jelas, komunikasi antara CE dan Ratu masih terus berjalan,’’ kata orang di lingkaran CE.

Sementara itu, Ketua Tim Pilkada DPW PAN Provinsi Jambi, Yos Adrino mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil survei yang dilakukan internal partai terkait langkah ketua DPW maju di Pilgub Jambi 2020. Pihaknya juga belum mengambil langkah ke depan sebelum adanya keputusan ketua DPW PAN Provinsi Jambi H. Bakri.

"Langkah selanjutnya belum kita ambil sebelum ada keputusan dari pak Bakri. Karena yang menjalin komunikasi bukan CE saja, Haris dan Fachrori juga. Termasuk yang lain," katanya.

Lalu bagaimana dengan hasil survei? Yos mengaku survei yang dilakukan internal partai sudah selesai. Hanya saja, saat ini belum bisa diketahui hasilnya. Karena lembaga survei tersebut belum bisa ke Jambi lantaran adanya penyebaran virus Corona. "Sudah ada hasilnya, tapi untuk saat ini belum bisa disampaikan, karena lembaga survei tersebut belum bisa datang ke Jambi," jelasnya.

Sejauh ini kata Yos, H. Bakri masih tetap maju sebagai calon gubernur Jambi. "Tapi kita tetap menunggu beliau yang memutuskan. Insya Allah bulan ini putus," tandasnya.

Lalu siapa kandidat yang berpotensi mendapatkan perahu PAN jika sang ketua H. Bakri menurunkan sahwat politiknya di perebutan BH 1 mendatang?

Pengamat politik Jambi, Dori Efendi mengatakan peluang para kandidat merebut dukungan PAN tentu masih terbuka. Apa lagi kata dia, jika H. Bakri benar-benar tidak maju.
"Akan tetapi bisa dilihat dari kedekatan PAN itu sendiri. Jika diambil dari kedekatan lima kepala daerah, sudah jelas kedekatannya kepada Al-Haris," katanya.

Meski demikian, lanjut dosen Fisipol Universitas Jambi (Unja)  ini, bakal calon lain tidak dapat diabaikan. Karena posisi pemilik 7 kursi di parlemen ini amatlah penting tentu menjadi rebutan bagi semua kandidat.

"Perilaku politik saat ini tidak dapat dinafikan bahwa perilaku transaksional berlaku dari Pemilu ke Pemilu. Artinya PAN bisa saja tergoda dengan lobi atau rayuan kandidat lain yang mampu mengakomodir kepentingan partai," sebutnya.

Menuru Dori, PAN sendiri tentu tidak mau menjadi sekedar pendukung saja pada hajatan paling bergengsi di Provinsi Jambi 23 September mendatang. "Dengan kekuatan kursi di parlemen provinsi dan kaupaten/kota, tentu PAN memiliki strategi sendiri untuk Pilkada 2020 ini," sebutnya.

Lalu bagaimana dengan Partai Demokrat? Dori mengatakan Demokrat juga menjadi rebutan oleh semua kandidat. Namun kata dia, Partai Demokrat sendiri sejak awal sudah memiliki calon dari kader mereka sendiri, meski kelihatannya menunjukkan formasi wakil.

"Tidak menutup kemungkinan di akhir pendaftaran nanti bisa menjadi nomor satu (Cagub)," katanya.
Menurut dia, dalam kontestasi politik kedudukan partai amat penting karena mereka menjadi mesin politik untuk kemenangan kandidat. Sebagai partai 4 besar, kata dia, wajar saja petahana Fachrori Umar (FU) mengginginkan Demokrat untuk mengusungnya.

Namun Partai Demokrat pasti rasional untuk menjatuhkan pilihan. Walaupun dinamika akhir-akhir ini menunjukkan ada kedekatan FU dengan Demokrat, melalui ketua DPD dan Pusat. Toh sejauh ini beluan ada partai lain yang berani menyatakan diri mendukung FU. "Apa pun politik sedang dimainkan sekarang adalah politik serba kemungkinan," tandasnya.(fey)





BERITA BERIKUTNYA
loading...