Presma IAIN Kerinci Himbau Pemkab Sosialisasikan Covid-19 Lebih Detail

Rabu, 25 Maret 2020 | 18:19:36 WIB

()

JAMBIONE.COM, JAMBI - Seiring dengan menyebarnya pandemik virus corona (Covid-19), berita hoak terkait isu wabah penyakit yang mendunia ini juga kian meluas dari tingkat nasional hingga ke daerah.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) merilis ratusan temuan informasi palsu (hoaks) dan disinformasi terkait virus corona (COVID-19).

Berdasarkan hasil pantauan Mafindo (Masyarakat Anti Hoax Indonesia), sejak Januari sampai 3 Maret, Mafindo berhasil menjaring 103 topik tentang hoaks corona dan beberapa di antaranya menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Kejadian seperti ini sangat mengundang kegaduhan di tengah masyarakat, apalagi masyarakat dengan keterbatasan informasi seputar status ODP dan PDP, ketika reales berita yang tersebar di media terlihat ada nama daerah dan desanya membuat masyarakat panik dan ketakutan.

Terkait hal ini, Presiden Mahasiswa (Presma) IAIN Kerinci Danil Febriandi, mengatakan jika pihaknya mengajak Pemerintah dan seluruh yang terkait. untuk melaksanakan sosialisasi baik secara online maupun secara struktural kebawah agar informasi ini sampai ke tengah masyarakat.

"Sehingga masyarakat mampu memfilter isu isu hoax yang sedang dan mudahnya menyebar di tengah masyarakat," katanya. 

Menurutnya, mayoritas informasi yang beredar banyak yang bersifat memancing kegaduhan dan kepanikan. bukan saja yang terdeteksi saja yang panik, yang tidak sakitpun menjadi panik hingga membuat tekanan mental bagi masyarakat yang berakibat menurunnya daya tahan tubuh.

Ia juga meminta penegakkan hukum bagi 'aktor utama' yang berupaya menyebarkan informasi keliru soal corona, untuk kepentingan tertentu baik ekonomi atau hanya mengejar popularitas semata bahkan bertujuan untuk membuat situasi semakin kacau.

"Juga mengajak kepada pihak pemerintah khususnya di Kabupaten Kerinci untuk segera mensosialisasikan kepada masyarakat bukan hanya seputar bahaya Corona tetapi juga tentang ODP dan PDP agar masyarakat tidak mudah panik dan langsung mengklaim orang yang berstatus ODP ini terkena Covid-19," tegasnya.(fey) 





BERITA BERIKUTNYA
loading...