Penanganan Bencana, Kesehatan dan Pendidikan

Atur Kerjasama Antar Daerah

Senin, 30 Maret 2020 | 09:58:26 WIB

Walikota Jambi Syarif Fasha.
Walikota Jambi Syarif Fasha. (ist/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI- Pemerintah Kota Jambi tengah menggodok Ranperda tentang kerjasama  antardaerah. Saat ini Ranperda tersebut dalam pembahasan pansus di DPRD Kota Jambi.

Ranperda tersebut nantinya akan mengatur kerjasama antar daerah, mulai dari kerjasama penanganan bencana, kesehatan, pendidikan hingga kerjasama hasil pertanian, pekebunan dan peternakan.

Dikatakan Walikota Jambi Syarif Fasha, saat ini banyak hasil pertanian, perkebunan dan peternakan dari kabupaten dalam Provinsi Jambi yang dibawa keluar provinsi.  Dengan adanya Perda tersebut nanti diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Jambi dari kabupaten tetangga.

“Kami menyiapkan sarana dan prasarana, infrastruktur untuk perdagangan dan jasa. Dengan adanya perda kerjasama antar daerah nanti bisa menginisiasi kerjasama dengan kabupaten yang merupakan daerah produksi. Itu yang diharapkan,” kata Fasha.

Lebih lanjut Fasha menyebutkan, dengan adanya Perda kerjasama tersebut, pihaknya siap membantu warga kabupaten tetangga dari bidang kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana.

“Juga penanganan sampah. Kita tahu juga banyak warga kabupaten tetangga yang dekat dengan kota Jambi membuang sampah ke kota Jambi. Terkadang ada juga musibah di perbatasan yang sangat dekat dengan kita,” imbuhnya.

“Warga perbatasan juga memakai fasilitas kesehatan di kota Jambi. dari pendidikan juga banyak yang menuntut ilmu di Kota Jambi,” tambah Fasha.

Hal-hal tersebut lah nanatinya sebut Fasha, yang akan dikomunikasikan antar daerah.

“Jangan nanti kami membuat regulasi yang mungkin bisa menghambat pendidikan dari masyarakat kabupaten tetangga. Kalau tidak ada Perda yang mengatur kami kasian warga kabupaten kedepan nntinya,” ujarnya.

Sebelum Perda ini digarap, Fasha mengaku pihaknya kerap menindak masyarakat kabupaten tetangga yang buang sampah sembarangan di Kota Jambi.

“Komuniksi dengan kabupaten terkait pengolahan sampah memang belum ada. Yang pasti banyak sekali pembuang sampah yang kami tangkapi yang berasal dari warga kabupaten,” pungkasnya. (ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...