Pemkot Siapkan Rp 13 M Untuk Penanganan Covid-19 di Kota Jambi

Fasha : Tambahan Rp 4 M dari Rasionalisasi Dana Perjalanan Dinas OPD dan DPRD

Senin, 30 Maret 2020 | 10:05:30 WIB

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

Pemerintah Kota Jambi terus bergerak cepat dan seakan berlomba dengan waktu dalam penanganan wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Kota Jambi. Paling anyar, Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengambil langkah taktis dengan menyediakan anggaran sebesar Rp 13 M untuk penanggulangan pencegahan mewabahnya virus tersebut.


Lahkah taktis Wali Kota Jambi Syarif Fasha ini terungkap saat rapat operasi Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Penularan COVID-19 Kota Jambi, di Posko Gugus Tugas, Markas Komando Damkar dan Penyelamatan Kota Jambi, Jumat malam lalu (27/3). Dalam rapat yang juga dihadiri Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi itu, Fasha mengatakan Pemerintah Kota Jambi telah menggelontorkan dana tanggap darurat penanganan wabah Covid-19 sebanyak Rp 9 Miliar.

Dana tersebut diprioritaskan untuk operasionalisasi penanganan pasien Covid-19 dan upaya pencegahan mewabahnya virus tersebut di Kota Jambi. Fasha merasa dana tersebut belum optimal mengcover kinerja penanganan Covid-19, untuk ukuran kota besar, seperti Kota Jambi.

 "Kita ingin mengakselerasi upaya penanganan wabah virus Covid-19, agar lebih optimal. Kami merasa untuk ukuran Kota Jambi, dana tersebut belum memadai. Karena dalam perjalanan, kita menemui beberapa kendala di lapangan. Yaitu sarana dan prasarana yang masih minim. Seperti APD (alat pelindung diri-red.) bagi tim medis, masker, rapid test, bahan disinfektan, dan lainnya. Ini prioritas yang harus kami dahulukan dan segerakan, agar tim yang bekerja lebih aman dan optimal," jelas Fasha yang memimpin rapat.

Selanjutnya, Wali Kota Jambi dua periode itu menjelaskan, akan melakukan upaya efisiensi dan rasionalisasi dana dari berbagai pos belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Jambi, untuk mendukung optimalisasi dan efektivitas penanganan wabah Covid-19 tersebut.

"Kami akan merasionalisasi besar-besaran belanja APBD Kota Jambi untuk mendukung daya juang penanganan wabah Covid-19 di Kota Jambi. Diantaranya kami akan merasionalisasi anggaran belanja perjalanan dinas OPD Pemkot Kota dan DPRD Kota Jambi. Untuk sementara kita telah berhasil dapatkan dana sebesar Rp 4 Miliar dan akan kita tambah lagi," sebut Fasha. 

Lebih lanjut, Fasha mengungkapkan, keterbatasan APD dan perangkat penunjang medis lain, seperti masker dan rapid test, masih menjadi momok bagi upaya penanganan Covid-19 di Kota Jambi. Menurut dia, saat ini seluruh petugas paramedis di rumah sakit, fasilitas kesehatan dan petugas di lapangan, sangat rentan ikut terjangkit wabah virus, karena APD yang tidak memadai.

"Kami sangat prihatin dengan kondisi petugas medis, dokter perawat, dan petugas di lapangan yang sedang berjuang di garda terdepan dalam penanganan virus ini. Mereka bekerja dengan kondisi APD yang tidak layak dan tidak sesuai standar protokol kesehatan. Sedangkan kita masih mendapat alokasi yang terbatas dari pemerintah pusat dan Pemprov Jambi. Oleh karenanya, kami akan berupaya sendiri memproduksi APD bagi petugas kami. Saat ini kami telah melakukan pemesanan bahan baku dari Bandung dan segera akan kami produksi melibatkan asosiasi pengusaha batik Jambi yang mau berjuang bersama kami," pungkas Fasha.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Jambi adalah pemerintah daerah yang paling aktif dan produktif melaksanakan langkah-langkah strategis dalam upaya pencegahan COVID-19. Bahkan Wali Kota Fasha yang sekarang rutin berkantor di Posko Gugus Tugas di Mako Damkar dan Penyelamatan Kota Jambi langsung turun memimpin berbagai aksi di lapangan.

Fasha juga membentuk Satuan Gugus Tugas Khusus Disinfeksi Kota Jambi, yang selama sepekan ini telah melakukan disinfeksi massal di 11 kecamatan dalam Kota Jambi. Tercatat hampir 1.112 titik lokasi diseluruh wilayah Kota Jambi telah disemprot dengan cairan disinfektan oleh petugas gabungan Pemkot Jambi, TNI/Polri, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan di Kota Jambi.

Tidak hanya itu, Wali Kota Fasha juga mengoptimalkan fungsi pengawasan diberbagai gerbang masuk Kota Jambi, baik terminal maupun bandara dan perbatasan Kota. Setiap penumpang dan orang yang masuk ke Kota Jambi, wajib melalui proses screening ketat dan pemantauan oleh petugas kesehatan. Langkah tersebut semakin diperkuat dengan dikeluarkannya Instruksi Wali Kota Jambi yang berisi larangan bagi tempat hiburan di Kota Jambi untuk beroperasi sementara waktu, dimasa mewabahnya virus corona. (ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...