Di Jambi, ODP dan PDP Bertambah, se Indonesia 1.285 Positif, 114 Meninggal dan Jambi Terima Bantuan

Penularan Masih Terjadi, Jaga Jarak!

Senin, 30 Maret 2020 | 10:13:08 WIB

Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto.
Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto. (ist/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI- Kasus penularan virus Corona jenis baru di Indonesia makin bertambah. Terbaru, pada Minggu (29/3) ada pertambahan 130 kasus baru positif virus Corona. Artinya total jumlah kasus positif kini sudah sebanyak 1.285 kasus positif di Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan, angka pertambahan yang signifikan di masyarakat saat ini menggambarkan bahwa penularan masih terjadi. Masyarakat belum patuh dengan adanya jarak fisik dalam interaksi sosial atau physical distancing. Dan masih ada pasien yang sakit, tapi masih belum mengisolasi diri.

“Positif tambah 130 kasus baru, jadi 1.285 kasus. Penambahan angka positif ini gambaran bahwa di luar di lingkungan masyarakat masih ada kasus positif yang belum isolasi diri. Penularan terjadi dari kontak dekat. Belum cuci tangan dengan sabun. Saya minta, jaga jarak,” tegasnya kepada wartawan, Minggu (29/3).

Yurianto menegaskan jumlah kasus positif itu adalah total dari keseluruhan spesimen yang sudah diperiksa di laboratorium di seluruh Indonesia. Total spesimen yang sudah diperiksa yakni sekitar 6.500 orang.

Kasus meninggal juga bertambah. Selang sehari, ada penambahan pasien meninggal sebanyak 12 jiwa. Artinya total orang yang meninggal adalah sebanyak 114 orang. “Hindari kerumunan, gunakan masker. Cuci tangan gunakan sabun dan air mengalir. Infeksi penularan cukup banyak terjadi. Jangan sampai yang sehat jadi sakit,” katanya.

Sedangkan jumlah pasien yang sembuh cenderung lebih lambat. Hanya ada 5 tambahan pasien sembuh. Sehingga total pasien sembuh baru 64 orang. “Tetap konsumsi asupan gizi cukup dan makan teratur. Yang sakit sama-sama lindungi yang sehat, dirawat dengan baik sehingga cepat sembuh. Mari jadi pahlawan lindungi diri dan lindungi bangsa ini,” katanya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 merincikan data positif COVID-19 di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 5 kasus, Bali 10 kasus, Banten 106 kasus, Yogyakarta 22 kasus, DKI Jakarta 675 kasus. Selanjutnya di Jambi 1 kasus, Jawa Barat 149 kasus, Jawa Tengah 63 kasus, Jawa Timur 90 kasus, Kalimantan Barat delapan kasus. Kalimantan Timur 17 kasus, Kalimantan Tengah 7 kasus, Kalimantan Selatan 7 kasus dan Kalimantan Utara 2 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 5 kasus, NTB 2 kasus, Sumatera Selatan 2 kasus, Sumatera Barat 5 kasus, Sulawesi Utara 2 kasus, Sumatera Utara 8 kasus, Sulawesi Tenggara 3 kasus.

Selain itu tercatat 47 kasus di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah 2 kasus, Lampung 4 kasus, Riau 2 kasus. Maluku Utara dan Maluku masing-masing 1 kasus, Papua Barat 2 kasus serta 9 kasus positif di Papua. 

Sementara itu di Provinsi Jambi, jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 bertabah lagi. Berdasarkan update data terbaru yang dirilis Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Minggu (29/3) sore, jumlah ODP Covid-19 bertambah dari sebelumnya 1.071 menjadi 1.131 orang.

Kemudian, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sebelumnya turun menjadi 9 orang, Minggu kemarin kembali bertambah menjadi 14 orang. Kemudian, uji swab yang sudah keluar sebanyak 16 dan yang masih menunggu uji swab ada 6 orang. Selanjutnya, pasien yang positif masih 1 orang dan yang selesai dalam perawatan sebanyak 15 orang.

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid -19 Provinsi Jambi, Johansyah juga menguraikan sebaran ODP dan PDP di Kabupaten/Kota. ODP Kota Jambi bertambah dari 273 menjadi 280 orang. PDP juga bertambah dari 5 menjadi 6 orang.

Di Batanghari angka ODP juga meningkat dari 215 menjadi 218 orang. Sementara PDP masih kosong. Di Sarolangun ODP kembali berkurang menjadi 157 dibanding sebelumnya 173 orang dan PDP kosong. Berikutnya di Merangin, ODP masih sama dengan laporan sebelumnya berjumlah 14 orang dan PDP masih kosong. Kemudian, ODP Sungaipenuh dari 9 menjadi 13 orang dan PDP kosong.

Selanjutnya, Kerinci juga masih sama ODP 52 dan PDP 2 orang. Sementara di Muaro Jambi ODP bertambah 102 menjadi 111 dan PDP kosong. Di Kabupaten Bungo, ODP berkurang dari 186 menjadi 139 dan PDP masih sama 1 orang.

Kemudian di Muaro Tebo ODP sebelumnya 105 orang menjadi 128 dan PDP masih 1 orang. Di Tanjab Timur, ODP berkurang dari 18 menjadi 8 orang dan PDP kosong. Sementara di Tanjab Barat, ODP dilaporkan sebelumnya 5 orang bertambah menjadi 11 orang dan PDP sebelumnya 1 dilaporkan sudah nihil. 

2.000 APD Segera Didistribusikan ke Faskes

Gubernur Jambi, H Fachrori Umar, menerima secara simbolis Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan Corona Virus Disease (Covid-19). APD ini merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat untuk Provinsi Jambi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi. Penyerahan dilakukan di Lapangan Korem 042/Garuda Putih Jambi, Minggu (29/03).

Fachrori berpesan agar APD tersebut segera didistribusikan ke Fasilitas Kesehatan (Faskes). Terutama kepada para medis yang memang sangat membutuhkan dalam penanganan Coviid-19.

"Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana selaku Ketua Tim Gugus Tugas Bencana Covid-19 Nasional, yang telah memberikan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (ADP) sebanyak 2.000 unit. APD ini untuk membantu mengurangi wabah virus Corona (Covid-19) di Provinsi Jambi," katanya.

Menurut Fachrori, APD ini sebagai bentuk upaya penanganan penyebaran wabah Covid-19 yang sudah ada di Provinsi Jambi. "Di sini saya juga mengimbau agar APD ini segera didistribusikan kepada fasilitas kesehatan. Terutama peruntukan kepada tenaga medis yang sangat membutuhkan, untuk menangani pasien wabah Covid-19. Mudah-mudahan dengan pendistribusian APD ini, kita bisa memastikan tenaga medis sebagai garda terdepan pejuang menghadapi Covid-19 tidak terpapar atau tertular dengan pasien yang terjangkit Covid-19," ungkapnya.

 Selain itu, Fachrori mengharapkan semua tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi bisa bersinergi bersama-sama pemerintah daerah, TNI, Polri, dalam rangka menyatukan gerak langkah yang cepat, tepat fokus, dan terpadu untuk percepatan penanganan wabah Covid-19. Serta bisa memberikan sosialisasi dan pemahaman yang baik dan tepat kepada masyarakat terkait antisipasi dan penanggulangan wabah Covid-19.

Sebelumnya, Danrem 042/Garuda Putih Kol.Arh.Elphis Rudy menyampaikan, suatu kehormatan bagi Korem dapat melaksanakan kegiatan ini, menerima dan menyerahkan bantuan APD. “Semoga alat ini bisa mendukung kita dalam melaksanakan tugas dalam membantu masyarakat mengatasi wabah Covid-19 yang sedang melanda,” katanya.

Danrem menyatakan, sebelumnya, anggota TNI dan Polri, BNPB, PMI, dan organisasi lainnya juga telah bergerak di seluruh Indonesia. Serentak untuk menyemprotkan cairan disinfektan di tempat-tempat keramaian, kantor, rumah ibadah, pasar dan rumah masyarakat, termasuk di Provinsi Jambi, untuk memutus rantai penularan Covid-19.

"Selain itu, kami juga menekankan agar semua Koramil di daerah bisa membantu pemerintah daerah dalam mengatasi wabah Covid-19 yang sedang melanda. Korem juga membagikan sebanyak 207 Alat Semprot Disinfektan kepada seluruh Kodim dan petugas lapangan dalam mengantisipasi wabah corona,” tuturnya.

Turut hadir Kapolda Jambi Irjen Pol.Firman Shantyabudi, Pj.Sekda Provinsi Jambi Sudirman, Staf Ahli Gubernur jambi Asraf, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Samsiran Halim, Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi Johansyah, dan para undangan lainnya. (ist/rey/jpg)





BERITA BERIKUTNYA
loading...