Beberapa Terobosan Antisipasi Covid-19,  dari Jakarta Hingga Jambi  Untuk Indonesia

Tenaga Medis Diinapkan di Hotel Standar VIP, Ketua RT Buat Bilik Semprot Disinfektan

Rabu, 01 April 2020 | 23:18:52 WIB

Bilik semprot disinfektan di Pintu masuk Komplek Vila Gading Mayang, Kota Jambi.
Bilik semprot disinfektan di Pintu masuk Komplek Vila Gading Mayang, Kota Jambi. ()

 

 

Jambione.com, Berbagai upaya dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi pandemic Covid-19. Di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta, menyulap Hotel Grand Cempaka Business sebagai tempat istirahat bagi para tenaga medis yang menangani pasien korona. Sementara di Jambi, para Kades dan Ketua RT melakukan terobosan secara swadaya membuat bilik Disinfektan.

 ---

 ’’OH, MY GOD, masuk kamar dapat surat dari gubernur DKI. Coba kita buka. Merinding cuy. Jakarta, 26 Maret 2020. Terima kasih kami kepada para pejuang kemanusiaan. Ah, pengin nangis, merinding membacanya.’’ Begitu ucapan seorang petugas medis yang viral kemarin (26/3).

Petugas itu baru saja masuk ke kamar hotel. Dia membuka amplop berisi surat sambutan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diletakkan di semua kamar. Isinya, sambutan bagi para tenaga medis yang mulai kemarin diberi tempat menginap di hotel BUMD yang berlokasi di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, itu.

Dalam keterangan resminya, Anies menyatakan, hari itu ada 138 tenaga medis dari RSUD Tarakan dan RSUD Pasar Minggu. ’’Ratusan lainnya akan menyusul,’’ katanya.

Ada 220 kamar dengan 414 tempat tidur yang disiapkan. Pemprov ingin para tenaga medis tersebut tak merasa sendirian berjuang. ’’Tenaga medis yang mengurusi pasien Covid-19 adalah pejuang yang tugasnya terbesar, terberat, dan paling berisiko terpapar. Wajahnya tertutup masker, tapi perannya terlihat dengan nyata,’’ ungkap Anies.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan pasien korona terbanyak. Pertambahan jumlah pasien sangat signifikan. Hingga tadi malam, tercatat ada 495 orang yang positif, 1.872 orang dalam pemantauan, dan 899 pasien dalam pengawasan. Dari jumlah itu, tercatat ada 50 petugas medis yang sudah dinyatakan positif terkena virus SARS-CoV-2. Dua di antara mereka meninggal.

            Petugas medis yang terpapar itu dirawat di 24 rumah sakit (RS) di Jakarta. Berusaha meringankan beban petugas medis, Anies menyediakan tempat istirahat supaya mereka bisa memulihkan kondisi dengan baik. ’’Garda terdepan dalam menghadapi Covid-19 ini adalah teman-teman tim medis. Mereka yang berada paling depan, bekerjanya paling keras, paling berat, dan risikonya paling besar,’’ tegas Anies.

Menurut dia, dukungan terhadap tenaga medis untuk menangani Covid-19 itu bersifat mutlak. Mulai menyiapkan alat pelindung diri (APD), memberikan fasilitas pemeriksaan, serta menyiapkan fasilitas tempat tinggal sementara. ’’Tugas (tenaga medis, Red) amat melelahkan. Sebagian dari mereka juga merasa perlu untuk tidak pulang ke rumah karena khawatir nanti kalau pulang punya risiko,’’ ujarnya.

Karena itu, Anies menilai fasilitas tersebut perlu disiapkan bagi para perawat dan dokter. Dia menyampaikan, petugas medis yang menginap merupakan anggota jajaran Dinas Kesehatan DKI.

Pemprov juga menyiapkan tiga hotel BUMD lainnya untuk para tenaga medis. Seluruh hotel itu dikelola PT Jaktour. Selain tempat tidur yang nyaman, pemprov menyiapkan makanan bergizi tinggi untuk mereka.

Direktur Utama PT Jaktour Novita Dewi menuturkan, untuk mendapatkan fasilitas di sana, petugas medis cukup datang dengan surat pengantar dari rumah sakit dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI. Sebagai tahap pertama, mereka sudah menerima petugas medis dari RSUD Tarakan dan Pasar Minggu.

’’Kami akan ada beberapa tahap. Pertama, hari ini mulai di Grand Cempaka Business dari RSUD Tarakan dan Pasar Minggu. Kemudian, tahap kedua untuk RSUD lainnya. Mungkin tahap ketiga untuk RS lain, selain RSUD,’’ katanya.

Menurut Novita, para petugas medis akan dilayani layaknya tamu hotel VIP. Kepuasan mereka dalam menginap menjadi pertimbangan utama. Mereka juga mendapat tambahan servis berupa disinfectant chamber. ’’Keluar masuk hotel bisa lewat disinfectant chamber itu,’’ katanya.

 

            Sementara itu, di Jambi sejumlah kepala desa dan Ketua RT melakukan terobosan secara swadaya ikut membantu menahan laju pandemic covid-19. Di RT 30 Perumahan Vila Gading Mayang (VGM), Kota Jambi misalnya. Ketua RT setempat Sigit Eko Yuwono  mendirikan bilik semprot. Sehingga setiap orang yang masuk komplek perumahan tersebut wajib memasuki bilik tersebut.

            "Bilik semprot RT 30 VGM sudah siap dioperasikan. Setiap yang masuk ke komplek VGM wajib kita semprot," kata p;ria yang biasa dipanggil Mbah Sigit ini. Menurut dia, ini merupakan bagian dari partisipasi masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona di Kota Jambi.

            Kemudian, di Desa Koto Tuo Ujung Pasir, kecamatan Tanah Cogok (Tanco), Kerinci, Pemerintah desa setempat melakukan penyemprotan di rumah-rumah warga. Kades Koto Tuo Ujung Pasir, Sunandar, mengatakan, kegiatan penyemprotan ini untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona yang semakin meresahkan masyarakat. 

            "Ya, hari kita melakukan penyemprotan, agar lingkungan masyarakat bersih dari virus corona. Meskipun saat ini belum ada warga kita yang masuk dalam OPD atau PDP,"ujarnya. 

            Menurut Sunandar, kegiatan penyemprotan ini merupakan gerak Cepat dari Pemerintahan Desa, dalam mengatasi Virus Corona. "Kalau di Dana Desa tidak ada dianggarkan, tapi karena untuk kepentingan masyarakat kita ambil kebijakan untuk digunakan untuk penyemprotan Disinfektan,"jelasnya. 

            Selain itu,  Kepala Desa yang baru dilantik ini juga telah menyampaikan kepada masyarakat baik melalui pengeras suara maupun surat Himbauan, agar Warga Koto Tuo Ujung pasir yang baru pulang dari luar daerah untuk melaporkan kepada Pemerintahan Desa dan Puskesmas terdekat. Dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas diluar rumah.

            "Ini upaya kita melakukan pencegahan, agar Virus Corona yang sedang mewabah saat ini tidak menyebar di Koto Tuo Ujung Pasir,"katanya.(sau/kum/jpg)

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...