Bikin Anaknya Semangat, Giliran Ngurusnya Males

Rabu, 20 Mei 2020 | 05:31:20 WIB

()

Menikah di usia muda sedang menjadi tren. Mereka ingin seperti pasangan Tengku Firmansyah dan Cindy Fatika Sari yang menikah di usia 20-an tahun. Meski menikah di usia muda, mereka jadi pasangan awet hingga umur pernikahan 20 tahun. Tapi, harapan tak selalu sesuai kenyataan, Ferguso!

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya


JAMBIONE.COM, Karin, 21, dan Donwori, 23, termasuk anak muda yang berharap menikah di usia muda adalah sebuah keniscayaan. Tapi, faktanya, pernikahan keduanya dedel duel di tengah jalan karena tak punya bekal yang cukup. Ujung-ujungnya, Karin pun pasrah bongkokan pada Pengadilan Agama (PA) KLas IA Surabaya.

Keinginan Karin menikah muda bukan karena dorongan orang tua atau pun Donwori. Tetapi, karena terang-terangan mengikuti tren masa kini yang dipopulerkan oleh artis lewat media sosial. Tapi, bukan malah bahagia. Karin dan Donwori justru  sengsara karena faktanya belum siap menjalin hubungan rumah tangga.

Karena mental yang belum siap, Karin dan Donwori sering bertengkar karena masalah sepele. Soal mengurus anak, salah satunya. Terlebih pekerjaan Donwori juga masih serabutan, malah tambah memperkeruh rumah tangga keduanya. 

“Iya karena sepele saja sebetulnya. Dia (Donwori, Red) sering marah-marah kalau disuruh mbantu urus anak. Alasannya capek, pegel suwi-suwi. Nggawene sih semangat, giliran mbantu ngurus, malah emoh,” ungkap Karin di PA Klas 1A Surabaya.

Donwori yang bekerja menjadi buruh serabutan di toko bangunan itu, merasa kesal dengan Karin karena sering ngomel-ngomel urusan anak. Donwori tidak menggubris omelan Karin, malah memilih tidur dengan alasan capek usai kerja. “Lha dipikire, ngopeni anak gak kesel ta?” sambungnya.

Karin dan Donwori hampir dua tahun menikah. Sudah ada buntut yang masih bayi. Sayangnya,  rumah tangga yang harusnya diisi kebahagiaan karena sudah hadir buah hati, jauh dari kenyataan. “Gak tau, kok dia berubah. Dulu itu gak pernah marah-marah kayak gitu. Sekarang kok malah gini jadinya,” keluh Karin. 

Karena tak betah dengan kata kasar dan sikap acuh Donwori, Karin pun memutuskan menyudahi rumah tangganya. Dia pun menceritakan kepada kedua orang tua dan mertuanya, kalau dirinya memutuskan cerai. 

Setelah berdiskusi di antara kedua pihak keluarga, sempat ada penolakan. Mertuanya minta supaya dibicarakan baik-baik lagi agar Karin membatalkan gugatan cerai. Namun Karin yang sudah tak betah, tetap pada keputusannya. Terlebih Donwori yang kesal, juga mendukung keputusan itu.“Sudah capek saya, punya suami gak mau  repot ngurus anak. Alasan capek terus, ya saya keteteran sendiri. Mending gini saja, saya urus anak sendiri,” tandas Karin. (*/opi)

Sumber: JawaPos.com




BERITA BERIKUTNYA
loading...