Dianggap Punya Nilai Lebih, Banyak Dapat Dukungan dari Masyarakat

CE-Ratu di 'Atas Angin'

Rabu, 27 Mei 2020 | 07:15:11 WIB

(ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI - Duet Cek Endra-Ratu Munawaroh (CE-Ratu) sepertinya hampir dipastikan terwujud pada Pilgub Jambi kali ini. Bahkan, keduanya pun diketahui sudah berkomunikasi secara intens untuk ‘berlayar’ di hajatan paling bergengsi di Provinsi Jambi, Desember mendatang.

Duet Bupati Sarolangun yang juga merupakan Ketua DPD I Partai Golkar Jambi dengan istri mendiang mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Mantan Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dua periode, Abdullah Hich misalnya.

Dia mengatakan jika memang duet ini terjadi sangat bagus. Keduanya merupakan representasi daerah. CE wilayah barat dan Ratu wilayah timur. "Alhamdulillah, baguslah. Mudah mudahan memang bisa terbangun," katanya. "Biso terwakilkan, tinggal bagaimano masyarakat lah nanti yang menilai," sambung Hich yang juga merupakan mantan calon wakil gubernur Jambi ini.

Ketika ditanya potensi menang, Abdullah Hich mengatakan untuk arah kesana tentu masih sangat jauh. Apalagi kandidat yang ada masih melakukan ancang-ancang. "Ah itu belum tau lagi. Kan belum ada apa-apa lagi. Sekarang semua masih ancang ancang, bisa kuat bisa tidak. Semua masih ancang-ancang belum ada yang pasti," tandasnya.

 Sementara itu di lapangan, munculnya duet CE-Ratu ini mendapat tanggapan beragam dari berbagai kalangan. Dari pantauan di media sosial (Medsos), wawancara dengan pengamat politik dan warga, Duet CE-Ratu banyak mendapat tanggapan positif. Khususnya Ratu Munawaroh. Selain mewakili kaum perempuan, munculnya nama istri mantan Gubernur Jambi Almarhum Zulkifli Nurdin ini dinilai bisa menjadi sejarah baru bagi perpolitikan di Jambi.

‘’ Duet CE- Ratu menjadi sejarah baru bagi Jambi. Karena selama ini belum pernah ada calon perempuan yang maju di Pilgub Jambi. Duet ini bisa menjadi kekuatan baru. Paling tidak Ratu bisa menjadi pembeda diantara para kandidat lainnya,’’ kata Rahmad, salah seorang Mahasiswa.

Menurut dia, semua kandidat yang maju di Pilgub Jambi adalah kepala daerah danmantan wakil kepala daerah. Track record dan kinerja mereka sudah bisa dinilai. Hanya Ratu yang menjadi pendatang  baru. Meski demikian, Ratu sudah tidak asing lagi dengan birokrasi dan gaya kerja di Pemprov Jambi. Karena sudah dua periode mendampingi mendiang suaminya, Zulkifli Nurdin mempimpin Jambi.

‘’ Saya yakin Ratu bisa menjadi kekuatan baru. Dibandingkan dengan kandidat lain, duet CE-Ratu punya nilai lebih. Makanya saya yakin, duet ini bisa memenangkan pertarungan Desember nanti,’’ pungkasnya.

Sebelumhnya, Pengamat politik dari Unja, Dori Efendi mengatakan, sepanjang sejarah perpolitikan Jambi, belum ada gubernur atau wakil gubernur diwakili oleh seorang politisi perempuan. Masuknya nama Ratu Munawaroh dalam kontestasi 2020 ini menjadikan dinamika politik lebih beragam. 

"Tentu ada beberapa faktor penting kenapa Ibu Ratu menjadi pertimbangan serius oleh para kandidat. Setidaknya kehadiran Ibu Ratu dapat menyatukan kekuatan politik dari trah Nurdin, yang belakangan ini citranya agak tercoreng," katanya. 

Selain itu, menurut dosen Fisipol Unja ini, PAN yang dinilai krisis kader akan menguat kembali  dengan masukknya nama sang mantan first Lady Jambi ini sebagai calon. "Kepopuleran Ibu Ratu sudah menjadi buah bibir bagi masyarakat Jambi. Artinya beliau sudah dikenal lama oleh masyarakat Jambi," ujarnya. 

Menurut Dori, keputusan CE menggandeng Ratu sudah tepat sekali. Bahkan dia meyakini, jika duet CE-Ratu benar-benar terwujud, maka menjadi tanda bahaya bagi kandidat lain. Terutama mereka harus mecari pasangan wakil yang mampu mengalahkan pesona politik Ibu Ratu yang selama ini terkenal ramah kepada masyarakat. 

"Setidaknya untuk menyaingi pesona ini wakil gubernur tentulah orang-orang yang populer juga. Misalnya mengambil wakil dari etnik Jawa atau etnik Kerinci. Karena memiliki suara yang signifikan.  Selain itu, bisa juga mengandeng calon muda untuk mengambil basis masa millenial. Toh dalam kontestasi yang perlu direbut adalah opini dan memenangkan persepsi masyarakat," jelasnya. 

"Para kandidat yang masih gamang menentukan sikap siapa wakilnya patut mempertimbangkan kondisi sosio culture dalam politik. Apa pun kontestasi politik tentu bertujuan untuk kemenangan," pungkasnya.(fey)





BERITA BERIKUTNYA
loading...