Kasus Perdagangan Kulit Harimau

Polisi Menunggu Data dari Ponsel

Jumat, 29 Mei 2020 | 06:42:22 WIB

Barang bukti yag berhasil diamankan BKSDA dan Polda Jambi pada penangkapan seoran gterduga penjual kulit harimau sumatera
Barang bukti yag berhasil diamankan BKSDA dan Polda Jambi pada penangkapan seoran gterduga penjual kulit harimau sumatera (Idrus/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI – Fendi alias Seng Seng (33) warga Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi, yang diamankan oleh pihak BKSDA dan Reskrim Polresta Jambi beberapa waktu yang lalu lantaran  tersangka telah melakukan aksi nekat jual bagian tubuh hewan yang dilindungi, hingga kini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh pihak Reskrim Polresta Jambi. Tersangka dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pasal itu diterapkan sebab pria ini menguasai atau memperdagangkan kulit harimau Sumatera.

Kasubnit Unit Lidik 2 Tipiter Polresta Jambi, Ipda Junaidi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa saat ini Handphone korban masih dibawak oleh BKSDA dan saat ini kita masih menunggu hasil penelitian dari handphone tersebut.

Kata Junaidi dari handphone tersebut nanti kita akan tahu jaringan dari korban ini, jadi kita untuk saat ini hanya menunggu hasil tersebut.

“Nantinya apabila dari hasil tersebut baru kita akan tahu tersangka ini sudah menjual dimana saja dan juga barang bukti lain yang akan kita amankan lagi,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Fendi alias Seng Seng (33) warga Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, diamankan pihak Badan Konservasi
Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Tim Unit Reskrim Polresta Jambi, pada Jumat (24/4) kemarin.

Penangkapan ini berawal dari adanya informasi dari masyarakat ke Polresta Jambi terkait kegiatan penjualan bagian tubuh hewan yang dilindungi. Atas laporan tersebut, kemudian anggota melakukan koordinasi dengan pihak BKSDA dan melakukan penyelidikan bersama.

Pada Jumat (24/4) sekitar pukul 15.00, anggota melakukan undercover sebagai pembeli dan melakukan penangkapan terhadap Fendi. Dari tangan tersangka anggota mengamankan barang bukti berupa 13 lembar kulit harimau dengan berbagai ukuran, satu tengkorak kepala macan, dan lima tanduk kambing hutan warna hitam.

Selanjutnya, empat helai kumis harimau, 11 kuku beruang, satu kepala kijang, satu gigi taring beruk, dua kuku jari harimau, satu iga duyung yang telah diukir berbentuk harimau dan naga, empat kuku macan yang telah berbentuk kalung, enam kuku elang, satu dompet warna coklat yang terbuat dari kulit harimau, dan satu hp merk Vivo V7 warna hitam beserta simcard.

Tersangka sudah diamankan karena telah melakukan dan memperdagangkan bagian-bagian satwa yang dilindungi melalui media sosial facebook, dan saat ini Masih dalam penyidikan, nanti akan gelar perkaranya. Masih melakukan pendalaman terkait asal usul barang barang tersebut. Hasil interogasi tersangka mendapatkan barang-barang tersebut dari F di Pulau Jawa.

Atas perbuatan tersangka dikenakan pasal 40 ayat 2 jo pasal 21 ayat 2 huruf d UU RI No 05 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara.(cr04)





BERITA BERIKUTNYA
loading...