Bergiat di Teater sejak SMA

Jumat, 29 Mei 2020 | 06:48:41 WIB

()

JAMBIONE.COM, JAMBI – Hendry, begitu ia biasa disapa, lahir di Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada Maret 1983. Lelaki ini mulai mengenal dunia seni sejak 21 tahun lalu tepatnya, sedari duduk di sekolah menengah atas (SMA) tahun 1999. Ia pun makin matang di dunia teater  di bawah bimbingan Ida Bagus Putra dalam kelompok bernama Teater Tiang Tuo.

Selain di sekolah, pemilik nama lengkap Hendry Nursal tersebut juga menggali dunia peran melalui sanggar Teater Tonggak di bawah asuhan Didin Siroz dari tahun 2000. Ia juga terlibat dalam happening art 'Tembang Anak Sialang' di jalan raya depan Museum Siginjai atau Simpang Benteng dalam kegiatan Festival Magat Sari.

Salah satu pegiat teater, Rahman alias Surip, yang kini telah menjadi pengajar di SMA Negeri 10 Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mengingat masa saat dulu dia masih aktif berteater sebelum selesai perkuliahan.

"Hendry, seseorang yang saya perhatikan aktif berteater sejak masa SMA, walaupun tidak terlalu dekat mengenalnya. Namun saya bisa melihat saat dia berakting di atas panggung bahkan aktif mengikuti beberapa perlombaan, ya walaupun terkesan sombong dan cuek di awal-awal saya mengenal dia,"ungkap Surip sambil tersenyum.

Setelah menyelesaikan masa pendidikan SMA, Hendry terus aktif berkesenian di Teater Tonggak. Tidak sedikit naskah yang diperankannya seperti Setan Bla-bla Di Atas Kursi Goyang, Ruwatan Bumi, Terdampar, Bujang Bulan Singarincing, Menggugat Jalan Setapak, Kepompong, Lear Asia dan lainnya.

Di dunia seni, Hendry tidak sedikit mendapat berbagai prestasi di dunia seni baik itu secara personal maupun bertindak selaku pembina, pelatih maupun sutradara. Di antaranya tercatat pernah meraih sutradara terbaik dalam ajang Oranye Teater Festival (OTF), juga pemenang lomba baca puisi ASA Award I dan masih banyak lagi.

Lalu Hendry melanjutkan ke Universitas Batanghari dengan disiplin ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Walau menggenggam sarjana pendidikan, ayah dua orang putri itu memilih profesi sebagai seorang wartawan sejak tahun 2010.

"Bagi saya sesuatu yang luar biasa dia masih terus aktif berkesenian hingga saat ini walaupun berprofesi sebagai wartawan,"imbuh Surip.

Berbeda pandangan, Delky CP dengan Surip. Delky yang baru melepas masa lajangnya berkomentar bahwa Hendry berpenampilan lebih mirip 'preman' dari pada seniman tetapi ada nilai lain baginya ketika setelah mengenal dekat.

"Bang Hendry itu mirip 'preman' atau bahasa kekiniannya 'nyentrik' karena selalu berpenampilan beda mirip tukang jual aksesoris, tetapi hatinya lembut. Ya tampilan Rambo hati Rinto begitulah kira-kira,"ujar Delky, tertawa lebar.

"Semoga bisa terus berkarya untuk beliau, banyak impian dan angan dia di dunia kesenian khususnya teater di Jambi,"tandas Delky.

Di samping aktivitasnya di dunia wartawan, terbaru November 2019, Hendry hadir di panggung sebagai aktor dan juga sutradara dalam pergelaran Tak Tik Senja Menjemput. Bahkan 2020 memiliki dua agenda pergelaran namun sayang adanya wabah pandemi covid-19, kegiatan terpaksa ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. (saw)





BERITA BERIKUTNYA
loading...