Saling Sayang Tapi Papa Melarang

Sabtu, 06 Juni 2020 | 10:47:23 WIB

()

JAMBIONE.COM, ANTO dan Ani (nama samaran semua) sebenarnya pasangan yang serasi. Jalinan cinta mereka sudah mengakar kuat. Keduanya sudah menjalin cinta hampir tujuh tahun. Sejak bangku sekolah menengah atas hingga lulus kuliah.

Mereka saling mencintai satu sama lain. Mereka sudah saling pengertian. Tujuh tahun bukan waktu yang singkat untuk saling mengenal. Anto bahkan boleh dibilang sudah tahu ”luar dalamnya” Ani. Begitupun Ani, sudah tahu ”luar dalamnya” Anto.

 

Tak sedikit teman-teman dan orang-orang dekat keduanya yang memprediksi hubungan Anto dan Ani bakal melenggang mulus ke pelaminan. Membina rumah tangga bersama. Sayangnya kisah cinta yang kuat itu tidak ada apa-apanya dibanding sifat keras kepala bapaknya Ani. Sebut saja namanya Parman.

Parman sangat tidak menyukai Anto. Meskipun Anto sudah sering kali mampir ke rumah. Dia tak peduli dan tak pernah menemui. Apalagi ngobrol. Bertegur sapa saja Parman ogah. Meskipun tahu putrinya mencintai pemuda bertubuh gempal dengan rambut yang sampai menutup telinga itu.

Bagi Parman, Anto tidak masuk tipe lelaki yang pantas menjadi menantunya. Parman yang seorang pensiunan kepala SMP itu, merasa level Anto masih di bawahnya. Anto sendiri baru lulus kuliah. Dia juga bukan dari keluarga berada. Bapak-ibunya bukan seorang pegawai negeri, juga bukan pengusaha. Ibunya hanya pedagang kecil. Sedangkan bapaknya seorang peternak kambing, sapi, dan bebek.

Sudah tak terhitung berapa kali Ani merayu bapaknya untuk merestui hubungan mereka. Tapi Parman bergeming dengan keputusannya itu. Dia hanya mau dengan menantu atau calon besan yang masih satu level dengannya.

”Seperti memang harus mundur teratur. Hampir tujuh tahun membujuk, merayu, dan mengemis restu tak ada hasilnya. Bapaknya sangat keras kepala. Apa boleh buat,” kata Anto sedikit pasrah ketika ngobrol-ngobrol dengan temannya di sebuah warung kopi di pinggir jalan masuk desa tersebut.(*)

Sumber: JawaPos.com





BERITA BERIKUTNYA
loading...