Tiga Paslon Minim Pengalaman, Fadhil-Bakhtiar Bisa Jadi Kuda Hitam

Pilkada Batanghari, ‘Perang’ Politisi, Oligarki dan Birokrat

Jumat, 26 Juni 2020 | 07:00:13 WIB

(ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI - Pilkada Batanghari hampir dipastikan diikuti tiga pasangan calon. Yuninta Asmara-Mahdan, M Haviz- Camelia Puji Astuti, dan pasangan M Fadhil Arief-Bakhtiar. Pertarungan tiga pasangan ini diprediksi bakal sengit dan seru dibandingkan dengan pilkada di empat daerah lainnya, Kota Sungai Penuh, Tanjab Timur, Bungo dan Tanjab Barat.

Pasalnya, dua dari tiga pasangan calon yang akan bertarung merupakan perwakilan dua trah keluarga yang selalu ‘menguasai’ Batanghari dalam 20 tahun terakhir. Yaitu Yuninta-Mahdan dari trah keluarga Syahirsah-Sinwan dan  M Haviz-Camelia dari Trah Almarhum Abdul Fattah- Hasip Kalimuddin Syam.

Dalam pilkada kali ini, dua trah penguasa itu mendapat lawan tangguh  yang mengusung isu perubahan, Fadhil – Bakhtiar yang berlatar belakang birokrat. Pertarungan ini menarik diikuti dan menjadi sejarah politik baru di Batanghari. Mampukah Fadil-Bahhtiar meruntuhkan kejayaan trah dua keluarga penguasa? Atau Sebaliknya, Batanghari kembali akan dipimpin oleh salah satu dari dua trah yang sudah mengakar di Bumi Serentak Bak Regam tersebut.

Pengamat politik dari Universitas Jambi (Unja), Dori Efendi menilai pilkada di Batanghari akan terjadi perang tiga penjuru. Terbagi atas tiga kompetitor yang hebat, birokrat, oligarki, dan politisi.

Menurutnya, saat ini dilema masyarakat Batanghari adalah ada putra daerah yang berprestasi yang tidak lahir dari kelompok di luar oligarki dan bukan lahir dari kelompok politisi. Yaitu Fadhil-Bakhtiar yang sama-sama menjabat Sekda (Birokrat).  "Sehingga Fadhil bisa menjadi kuda hitam bagi Pilbup Batanghari. Tergantung pada mereka. Apakah memiliki dana politik atau tidak. Kalau masalah partai, Fadhil sepertinya sudah punya," katanya.

Seperti diketahui, saat ini Fadhil-Bakhtiar sudah mendapat dukungan dua partai, PPP (4kursi) dan NasDem (4 kursi). Ini sudah melebihi syarat menimal 7 kursi untuk mendaftar ke KPU. Tapi, menurut Dori, partai saja tidak cukup. Kekuatan financial sangat diperlukan dalam politik. Nah, saat ini yang berkembang, Fadhil-Bakhtiar cendrung diisukan punya kekurangan di financial. ‘’ Kita tidak tahu bagaimana kekuatannya (financial). Yang santer keluar begitu,’’ katanya.

Sementara, Hafidz-Camelia yang lahir dari dua keluarga besar sangat kuat dan mengakar. Mereka sudah memiliki pengaruh yang sangat banyak karena lamanya dua keluarganya berkuasa. "Dua orang senior dalam politik, meskipun sudah almarhum Fattah dan Sofia, tentu ada jasa politik yang mereka tinggalkan. Tentu ada budi politik yang mereka tinggal. Ini juga menjadi sesuatu kekuatan dan kelebihannya," katanya.  Saat ini Havis-Camelia sudah mendapat dukungan dari PKS.

Begitu juga dengan Yunninta, istri dari Bupati Batanghari Syahirsyah yang saat ini tengah menjabat dan Mahdan. "Perang tiga penjuru. Tinggal masyarakat yang diberi pilihan, mana yang akan dipilih untuk membangun Batanghari ke depan," sebutnya

Sementara itu, pengamat politik lainnya, Citra Darminto menilai tiga pasangan calon di Pilkada Batanghari masih minim pengalaman di kancah sosial politik. Namun, lanjut dia, tiga kandidat tersebut memiliki backup yang sama-sama kuat di belakangnya.

M.Hafiz Fattah yang merupakan Anak Almarhum Fattah dan Alm Sofia Joesoef. Begitupun Yuninta Asmara Istri bupati saat ini Syahirsyah. ‘’Lalu M.Fadhil Arif yang masih memiliki hubungan dengan mantan orang nomor 1 di Polda Jambi," ujarnya.

Namun, menurut Dori, nama besar dibelakang calon tidak bisa menjadi patokan."Jika melihat dari ketiga calon saat ini sama-sama kuat dalam lingkaran birokrasi dan ada kaitannya dengan dinasti politik. Trah dari Hafidz dengan diback up nama beaar alm Fattah dan almarhumah Sofia Joesoef yang bisa dibilang mantan penguasa Batanghari," sebutnya.

Dengan berganing anak muda, namun bisa dipertanyakan dari sisi pengalaman. Ditambah saat ini istrinya menduduki kursi ketua DPRD Kabupaten Batanghari. " Itu  memperkuat dinasti politik di daerah Batanghari, sehingga semakin jelas hanya dikuasi oleh oligarki keluarga," katanya.

Sedangkan Yunninta Asmara diback up oleh petahana saat ini yaitu Syahirsyah. Namun ada intrik dimana petahana saat ini pecah kongsi antara Syahirsah dan almh Sofia Fattah yang sama-sama mendorong calon. Muncul nama ketiga Fadhil Arif, seorang birokrat. Masih ada hubungan dengan mantan Kapolda Jambi, dan juga salah seorang calon dengan pengalaman di birokrat. Namun dari sisi politik masih minim.

"Dari tiga nama kuat diatas, tinggal bagaimana masyarakat melihat track record. Bukan hanya pengalaman saja, namun orang sekeliling dari mereka," tandasnya.(fey)





BERITA BERIKUTNYA
loading...