Akses Jalan Lima Desa 15 Tahun Tak Tersentuh Pembangunan

Sabtu, 27 Juni 2020 | 23:05:41 WIB

()

JAMBIONE.COM, BATANGHARI - Jalan poros penghubung Lima desa yakni, Desa Koto Boyo, Hajran, Mato Gual, Aur Gading dan Olak Besar, sepanjang 7 kilo meter, di Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, sudah 15 tahun terakhir kondisinya dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan peningkatan kualitas jalan. Keadaan infrastruktur jalan dimaksud, membuat mobilisasi warga yang jumlahnya tidak kurang dari 7.000 jiwa yang lalu lalang di akses jalan tersebut terganggu baik dalam segi pembangunan, dan perekonomian. Hal tersebut diungkapkan, Pj Kades Aur Gading, Habibullah, saat dibincangi di kediamannya, Sabtu, (27-6-2020). "Dulunya jalan itu dibangun saat ABRI Masuk Desa (AMD). Tidak kurang dari 15 tahun jalan itu tak pernah tersentuh pembangunan," katanya.

Habibullah menjelaskan, jika ada warga desanya yang ingin membangun rumah apalagi rumah permanen, maka proses transportasi pengangkutan bahan material bangunan saja sangat terkendala dengan kondisi jalan yang berlumpur dengan lubang sebatas ukuran lutut kaki orang dewasa. "Alternatif lain hanya lewat jembatan gantung. Tapi tahu sendiri la kapasitas yang bisa dibawa. Dan harus berulang pengangkutanya. Kalau lewat Koto Boyo kondisi jalannya parah," ulasnya.

Selain terkendala dalam proses membangun rumah bagi warga lima desa dimaksud, hal lain yang tak kalah pentingnya yaitu alur perjalanan produksi hasil perkebunan karet dan sawit ratusan hektare warga di kawasan itu juga terhambat akibat infrastruktur di beberapa ruas jalan rusak tadi. "Kalu hari hujan tidak bisa lewat. Kalau banjir terendam," ucapnya.

Terpisah, Mardianto, Pj Kades Mato Gual, saat dikonfirmasi membenarkan jika ruas jalan yang disebut di atas kondisinya sudah sangat memprihatinkan. "Di desa kita saja ada empat titik ruas jalan yang hancur," sebutnya. (wil)





BERITA BERIKUTNYA
loading...