Padahal 4 Tahun Belakangan Prioritas Usulan di Musrembang

Kompak, Selama Puluhan Tahun Sejumlah Sekolah di Batin XXIV tak Miliki Pagar

Minggu, 28 Juni 2020 | 19:28:54 WIB

(Raden Samsir/jambione.com)

JAMBIONE.COM, BATANGHARI - Pagar sekolah sebagai salah satu fasiltas penunjang keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah di Kecamatan Batin XXIV sepertinya terabaikan. Pantauan di lapangan, sedikitnya tidak kurang dari 10 sekolahan puluhan tahun semenjak dibangun di kecamatan dimaksud sekolahannya tidak memiliki pagar padahal dalam 4 tahun belakangan selalu diajukan sebagai usulan prioritas dalam Musrembang.

Sebut saja SLTP N 10 Batanghari, yang terletak di Desa Simpang Karmio, Kecamatan Batin XXIV, pinggir Jalan Lintas Barat, Jambi-Sarolangun. Puluhan tahun semenjak dibangun hanya memiliki pagar di bagian depannya saja. Sehingga, sekolahan tersebut sering dimasuki pemuda setempat untuk dijadikan tempat nongkrong pada malam harinya.

"Kita sering menemukan bungkus rokok, botol minuman, bahkan plastik kecil di duga bungkus sabu-sabu di rumah dinas guru yang kosong. Dulu pernah kita kelilingi pakai kawat berduri. Tidak bertahan lama karena sengaja diputus sebagai jalan masuk ke sekolah. Murid di sini berasal dari 4 desa sekitar, Desa Simpang Karmio, Karmeo, Jangga Aur, dan Koto Boyo. Pihak desa selalu mengusulkan pembangunan pagar melalui Musrembang dalam 4 tahun terakhir tapi tak terealisasi," Beber Darma Wijaya, Kepsek SLTP 10 Batanghari di ruang kerjanya.

Juandri, Sekdes Desa Karmeo, juga mengemukakan hal yang sama saat dibincangi di kediamannya. "Dari awal dibangunnya SD 11 dan SD 72 di desa kami tidak memiliki pagar permanen. Empat tahun belakangan selalu kita ajukan di Musrembang tapi tak disetujui," katanya, Minggu, (28-06-2020). Hal serupa juga diceritakan Mardianto, Pj Kades  Mato Gual dimana di desanya juga ada 2 SD yang tak berpagar. Kemudian Habibullah, Pj Kades Aur Gading, 2 SD di desa juga tak dibangun pagar sampai sekarang. Selanjutnya, Ersa Franskska, Sekdes Jelutih, Nurhayati, Pj Kades Jangga, juga mengungkapkan hal yang sama. Zukni, Sekdis Simpang Jelutih, menyayangkan sekali ketiadaan pagar salah satu SD di desanya. "Sekolah itu terletak di pinggir jalan lintas takutnya terjadi apa-apa dengan siswa dan pengendara. Semoga ke depan pembangunan pagar bisa terlaksana," Ucapnya. (wil)





BERITA BERIKUTNYA
loading...