Pascapemilu 2019, Elektabilitas PDIP Teratas

Minggu, 28 Juni 2020 | 21:04:22 WIB

()

 

Jambione.com – Pascapemilu 2019, peta kekuatan parpol di Tanah Air belum terlalu berubah. Meski sudah ada muncul partai baru dan polemik partai menengah, namun tidak berpengaruh pada partai pemenang, yakni PDIP.

“Elektabilitas PDIP masih tertinggi dan meningkat sampai 29,3 persen. Ini membuktikan PDIP masih kokoh berada di puncak,” kata Direktur Eksekutif NEW INDONESIA Research Andreas Nuryono dalam siaran persnya, pada Minggu (28/6).

Pada Pemilu 2019 PDIP berhasil menjadi parpol pemenang, dengan perolehan suara 19, 3 persen. Parpol tersebut sudah berturut-turut menjuarai pemilu pascareformasi. Yakni, Pemilu 2014 dan Pemilu 2019. Untuk Pemilu 2024 belum diketahui kekuatannya.

Menurut Andreas Nuryono, dari hasil survei NEW INDONESIA Research yang digelar pada pada 8-18 Juni 2020, peta parpol di Indonesia tidak jauh berbeda. Selain masih dipuncaki PDIP, lantas disusul Gerindra dan Golkar di posisi kedua dan ketiga. Kedua parpol itu elektabilitasnya masing-masing 12,5 persen dan 9,7 persen. Perolehan suara sebelumnya hanya terpaut tipis, yaitu 12,6 persen dan 12,3 persen.

Namun posisi di papan tengah berubah. Yaitu, PKB (6,8 persen), PKS (5,5 persen), PSI (4,2 persen), Nasdem (4,1 persen), Demokrat (3,8 persen), PPP (2,4 persen), dan PAN (1,6 persen).

Di Pemilu 2019, perolehan suara PKB 9,7 persen; PKS 8,2 persen; PSI 1,9 persen; Nasdem 9,1 persen; Demokrat 7,8 persen; PPP 4,3 persen; dan PAN 6,8 persen. “Artinya PDIP dan PSI yang mengalami kenaikan elektabilitas,” tutur Andreas.

Menariknya, pada Pemilu 2019 PSI tidak memiliki wakilnya di Senayan alias DPR-RI. Menurut Andreas, perubahan elektabilitas PSI tidak terlepas dari kinerja anggota legislatif parpol tersebut di tingkat DPRD.

Sementara untuk parpol papan bawah terdapat Perindo (0,9 persen), Berkarya (0,7 persen), Hanura (0,3 persen), PBB (0,2 persen), PKPI (0,1 persen), dan Garuda (0,1 persen). Di Pemilu 2019 semua parpol itu tidak lolos ambang batas parlemen.

Di sisi lain, dari survei NEW INDONESIA Research kemunculan Partai Gelora dan pecahan PAN kubu Amien Rais berpotensi mengganggu suara parpol papan tengah. Untuk itu parpol papan tengah harus meningkatkan konsolidasi dan kinerja politik di parlemen.

Diketahui, survei NEW INDONESIA Research tersebut mengambil jumlah responden 1.200 orang. Metodenya melalui sambungan telepon terhadap responden survei sebelumnya yang dipilih secara acak. Margin of error survei sebesar ±2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.(ist/jpg)

 

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...