Elektabilitas PDIP Masih Teratas, Edi Optimis Pertahankan Kemenangan di Pemilu 2024

Minggu, 28 Juni 2020 | 22:26:16 WIB

()

 

 

Jambione.com- Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi, Edi Purwanto mengatakan pihaknya bersyukur kepercayaan masyarakat pada PDIP masih tinggi. Dari hasil survey NEW INDONESIA Research, elektabilitas PDIP masih diposisi teratas. "Alhamdulillah Walaupun diterpa berbagai isu dan pembakaran bendera, tidak menjadi persepsi rakyat terhadap PDIP. Karena kami bukanlah seperti yang mereka tuduhkan," katanya, Minggu (28/6) kemarin.
            Menurutnya, di tengah kondisi Covid 19 saat ini, masyarakat bisa menilai jika PDIP bahu membahu bergotong royong meringankan beban masyarakat. "Dan kita jelas tidak ada urusan soal merubah Pancasila. Dan kita menyarankan kader-kader kerja untuk rakyat, tetap jalankan fungsinya masing-masing, jangan terprovokasi hal-hal seperti itu. Pancasila itu haraga mati bagi PDIP, 100 persen," tegasnya.
            Edi juga optimis PDIP akan mempertahankan kepercayaan masyarakat di Pemilu 2024 mendatang. "Insya Allah masyarakat bisa menilai bagaimana kinerja legislatif dan eksekutif yang kami punya, mudah-mudahan masyarakat masih mempercayakan itu kepada kami," tandasnya.

            Seperti diberitakan, pascapemilu 2019, peta kekuatan parpol di Tanah Air belum terlalu berubah. Meski sudah ada muncul partai baru dan polemik partai menengah, namun tidak berpengaruh pada partai pemenang, yakni PDIP.

            “Elektabilitas PDIP masih tertinggi dan meningkat sampai 29,3 persen. Ini membuktikan PDIP masih kokoh berada di puncak,” kata Direktur Eksekutif NEW INDONESIA Research Andreas Nuryono dalam siaran persnya, pada Minggu (28/6).

Pada Pemilu 2019 PDIP berhasil menjadi parpol pemenang, dengan perolehan suara 19, 3 persen. Parpol tersebut sudah berturut-turut menjuarai pemilu pascareformasi. Yakni, Pemilu 2014 dan Pemilu 2019. Untuk Pemilu 2024 belum diketahui kekuatannya.

Menurut Andreas Nuryono, dari hasil survei NEW INDONESIA Research yang digelar pada pada 8-18 Juni 2020, peta parpol di Indonesia tidak jauh berbeda. Selain masih dipuncaki PDIP, lantas disusul Gerindra dan Golkar di posisi kedua dan ketiga. Kedua parpol itu elektabilitasnya masing-masing 12,5 persen dan 9,7 persen. Perolehan suara sebelumnya hanya terpaut tipis, yaitu 12,6 persen dan 12,3 persen.

Namun posisi di papan tengah berubah. Yaitu, PKB (6,8 persen), PKS (5,5 persen), PSI (4,2 persen), Nasdem (4,1 persen), Demokrat (3,8 persen), PPP (2,4 persen), dan PAN (1,6 persen).

Di Pemilu 2019, perolehan suara PKB 9,7 persen; PKS 8,2 persen; PSI 1,9 persen; Nasdem 9,1 persen; Demokrat 7,8 persen; PPP 4,3 persen; dan PAN 6,8 persen. “Artinya PDIP dan PSI yang mengalami kenaikan elektabilitas,” tutur Andreas.

Menariknya, pada Pemilu 2019 PSI tidak memiliki wakilnya di Senayan alias DPR-RI. Menurut Andreas, perubahan elektabilitas PSI tidak terlepas dari kinerja anggota legislatif parpol tersebut di tingkat DPRD.

Sementara untuk parpol papan bawah terdapat Perindo (0,9 persen), Berkarya (0,7 persen), Hanura (0,3 persen), PBB (0,2 persen), PKPI (0,1 persen), dan Garuda (0,1 persen). Di Pemilu 2019 semua parpol itu tidak lolos ambang batas parlemen.

Di sisi lain, dari survei NEW INDONESIA Research kemunculan Partai Gelora dan pecahan PAN kubu Amien Rais berpotensi mengganggu suara parpol papan tengah. Untuk itu parpol papan tengah harus meningkatkan konsolidasi dan kinerja politik di parlemen.

Diketahui, survei NEW INDONESIA Research tersebut mengambil jumlah responden 1.200 orang. Metodenya melalui sambungan telepon terhadap responden survei sebelumnya yang dipilih secara acak. Margin of error survei sebesar ±2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.(ist/jpg)



 

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...