Pedagang dan Pembeli Bisa Didenda hingga Rp10 Juta

Senin, 29 Juni 2020 | 06:37:24 WIB

Kepala Dinas Pedagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Jambi, Komari
Kepala Dinas Pedagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Jambi, Komari (ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI – Sejak dilakukannya penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Talang Banjar, khususnya di Jalan Pakubowono dan Jalan Orang Kayo Pingai, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, sejumlah pedagang mulai bergeser menjajankan dagangannya di kawasan Jalan Sentot Ali Basa, Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Jambi Timur.

Menyikapi ini, Kepala Dinas Pedagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Jambi, Komari menyebutkan, pihaknya tidak akan langsung kembali melakukan penertiban seperti sebelumnya.

Namun pihaknya akan langsung melakukan tindakan tegas berupa sanski, baik kepada pembeli maupun pedagang. Nantinya dikatakan Komari akan ada tim khusus yang melihat adanya pelanggaran di kawasan-kawasan tersebut.

“Tidak kita bongkar seperti kemarin. Nanti akan ada tim yang langsung ke sana melihat jika ada transaksi di kawasan yang dimaksud, akan dikenakan denda. Sebab itu sudah dilarang berjualan di sana,” jelasnya.

Hanya saja memang, Komari enggan merincikan tim tersebut. Yang jelas lanjut Komari, mereka yang berjualan di sepanjang bahu jalan dan tidak memiliki izin telah melanggar Perda Kota Jambi No 47 tahun 2002 tentang ketertiban umum serta Perda Kota Jambi No 12 tahun 2016 tentang penataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Kita lihat nanti dendanya berapa yang akan dikenakan, tergantung dari tingkat kesalahan yang bersangkutan. Maksimal bisa mencapai Rp 10 juta,” timpalnya.

Kiranya pedagang maupun pembeli harus lebih berpikir dua kali untuk menjajankan dagangannya di tempat yang tidak diizinkan. Diberitakan sebelumnya, Plt Kasat Pol-PP Kota Jambi, Kamal Firdaus mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan evalusi hasil penertiban belum lama ini dan merencanakan ada penertiban tahap ketiga.

Kamal menyebutkan, untuk evalusi, pihaknya juga akan melakukan rapat tim. Sasarannya yakni pedagang dan pembeli. Utamanya pembeli yang akan ditindak.

“Sesuai Perda nomor 12 tahun 2016 tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima, penjual dan pembeli didenda,” ungkap Kamal.

Kamal mengaku, saat ini memang masih ada pedagang yang masih berjualan di kawasan Jalan Pakubuwono dan Jalan Orang Kayo Pingai.

Kedepan sebut Kamal, pihaknya berencana tidak lagi menempatkan petugas secara rutin, karena akan dijalin kerjasma dengan komunitas masyarakat sekitar untuk mengawasi PKL tersebut.(ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...