Dirut RSUD Sarolangun Paparkan Dana Insentif DPJP dan Perawatan Pasien Covid-19

Senin, 29 Juni 2020 | 06:43:55 WIB

(Paradil Iwel/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, SAROLANGUN- Menyikapi persoalan yang beberapa hari terakhir ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Sarolangun terkait pengelolaan dana covid-19 dan insentif bagi para dokter dalam menangani pasien Covid-19. Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chatib Quzwein Kabupaten Sarolangun melakukan jumpa pers, Sabtu (27/06/2020) pukul 10.00 Wib kemarin.

Dalam jumpa pers tersebut Dirut RSUD Sarolangun yang sekaligus Juru bicara covid-19 kabupaten Sarolangun, dr Bambang Hermanto langsung memaparkan soal penggunaan dana dan insentif bagi para Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) Covid-19. 

Menurutnya, dalam penanganan pasien Covid-19 yang saat ini berjumlah 4 orang, pihaknya tetap mengacu pada SOP yang telah ditentukan oleh kemenkes.

”Kita tidak akan lari dari acuan standar yang telah ditentukan oleh kemenkes, ini soal penanganan pasien Covid, bagi kami tidak ada hal yang ditutup tutupi bahaya, kecuali itu sipatnya rahasia yang dilarang dalam SOP," ujar Dirut RSUD Sarolangun, dr. Bambang Hermanto

Disamping itu, pihaknya akan siap mempertanggungjawabkan dan membeberkan data penggunaan anggaran covid tersebut.

"Apabila ada yang ingin mempertanyakan kita selalu siap, dan akan kita jelaskan secara detail soal penggunaannya," katanya lagi.

“Total keseluruhan Rp. 834 juta lebih selama dua bulan ini yang jadi pertanyaan banyak orang. Disini perlu saya jelaskan, kita membentuk tim gugus penanganan covid-19 di rumah sakit sekitar 64 orang tenaga medis. Yang melaksanakan tindakan pasien tersebut. Orang orang inilah yang kita berikan insentif sebab selaku garda terdepan, bayangkan nyawa mereka harus dipertaruhkan," terangnya menambahkan

 

Lanjutnya, petugas medis dalam penanganan covid-19 diberikan insentif berdasarkan instruksi presiden yang kemudian diteruskan oleh permen keuangan diantaranya besaran insentif itu berupa Dokter 15 juta, perawat 7,5 juta, dokter umum 10 juta.

"Semuanya ada acuan, kami tidak mau asal asalan,” tegasnya.

Selain itu, jika pasien benar benar positif perlu pengecekan secara benar. Tidak hanya itu saja seluruh pasien yang masuk ke rumah sakit semua dilakukan cek agar tidak bobol kasus tersebut masuk.

”Ditambah lagi dokter spesialis, dokter umum, perawat, pendukung seperti tenaga labor dan rongsen, satpam jaga pasien dan room boy di ruang isolasi. Kita koordinir untuk menjaring pasien, seluruh pasien yang masuk kita screening bayangkan selama 2 bulan ini ribuan yang kita cek. Ini semua butuh biaya bukan gratis dan tenaga medis kita berikan insentif sesuai aturan,” jelasnya

Menurutnya, seluruh pasien yang masuk dilakukan screning sebagai langkah untuk mewaspadai wabah covid-19.

"Pasien yang masuk benar benar bebas covid atau tidak, lagi lagi ini butuh biaya. Selain itu ini juga langkah antisipasi untuk memutus mata rantai agar tidak menyebar," jelasnya lagi.

Saat di ditanya terkait adanya informasi pelayan terhadap pasien kurang dan terkesan ada indikasi menutupi informasi hasil sweb kepada pasien. Dirut RSUD menegaskan bahwa hal tersebut tidak lah benar.

”Ceritanya gini, untuk mengusulkan satu swab test saja, agak sulit datang tepat waktu. Menunggu hasil itu bisa 11 hari, ada juga 8 hari dan 4 hari. Jadi untuk menunggu empat kali swab saja bisa satu bulan lebih, paling sedikit pasien itu bisa sembuh dua sampai tiga bulan. Dan kita merawat pasien ini masih dua bulan, yang paling lama itu ibu AZ," bebernya.

“Kalau hasil swab secara SOP, kalau tidak ada kepentingan dari pasien memang tidak boleh kita berikan, kecuali memang ada kepentingan khusus, untuk menyelamatkan pekerjaan dia, jadi bisa kita usulkan ke dinas kesehatan. Kalau hanya surat, sebenarnya keterangan rumah sakit sudah cukup. Tapi mereka minta secara resmi dari hasil labor, jadi itu harus minta secara resmi," pungkasnya.

Selain Dirut RSUD, Kegiatan yang berlangsung di ruang Komite medik RSUD Sarolangun tersebut juga dihadiri DPJP covid-19 yakni dr. Ozi Purna, Sp.Pd, dan dr. Depina, Sp.Pd. (wel)





BERITA BERIKUTNYA
loading...