PPP Beri Waktu Fasha hingga Akhir Juli

Senin, 29 Juni 2020 | 06:47:35 WIB

Ketua DPW PPP Provinsi Jambi, Evi Suherman
Ketua DPW PPP Provinsi Jambi, Evi Suherman (ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI - Dinamika politik jelang Pilgub Jambi 2020 terus bergulir. Persaingan ketat terjadi antar kandidat dalam merebut dukungan partai politik sebagai syarat maju di hajatan paling bergengsi lima tahunan nanti.

Saat ini, baru pasangan Al Haris-Abdullah Sani yang sudah mendapatkan dukungan parpol, yakni PKS, Berkarya dan PKB. Yang jumlah kursinya sudah mencukupi syarat minimal pencalonan 11 kursi di DPRD Provinsi Jambi.

Sementara PPP yang sebelumnya sudah mengeluarkan surat tugas ke Sy Fasha terancam ditarik dan ditinjau ulang. Pasalnya, hingga saat ini Walikota Jambi dua periode itu tak kunjung mendapatkan dukungan parpol tambahan. Hal ini membuat partai pemilik 3 kursi di parlemen tersebut mendeadline Fasha hingga Juli nanti, jika tidak maka dukungan parpol beralih ke kandidat lain.

Ketua DPW PPP Provinsi Jambi, Evi Suherman mengatakan, partainya memberikan waktu hingga akhir Juli ini kepada Bacagub Fasha untuk melengkapi dukungan parpol sebagai syarat maju di Pilgub Jambi 2020. "Kita tunggu sampai bulan depan, kalau beliau belum mendapatkan dukungan ya kita akan menarik dukungan," kata Evi Suherman, Minggu (28/6) kemarin.

Anggota DPRD Provinsi Jambi ini mengatakan, jika DPP terus menunggu kepastian dukungan dari partai lain. Mengingat PPP hanya memiliki 3 kursi di parlemen, dan masih kekurangan 8 kursi lagi untuk mencukupi syarat minimal mengusung calon. "Beliau (Fasha) mendapatkan surat tugas dari DPP, kita menghormati DPP, tapi sampai bulan depan DPP juga bisa tinjau ulang kalau belum lengkap," tegasnya.

"Kita menunggu rekom dari partai lain, jika sudah ada saya akan mengajukan ke DPP," sambungnya. Evi mengatakan, PPP dengan 3 kursi di parlemen tidak mungkin hanya jadi penonton saja. Apalagi Agustus nanti PPP sudah mengeluarkan SK rekomendasi. "Kalau Agustus tidak ada lagi, sudah ada arah dukungan PPP," sebutnya.

Menurut Evi, semua kandidat yang bakal maju sudah menjalin komunikasi dengan PPP. Hanya saja kata Evi, sifatnya saat ini masih menunggu kepastian parpol pendukung Fasha.

"Semua kandidat sudah komunikasi, artinya semua kandidat menunggu," tandasnya.

Untuk diketahui, PPP sudah memberikan surat tugas ke kandidat Bacagub Fasha Januari lalu. Diantara poin surat tersebut yakni melengkapi partai koalisi sebagai syarat pencalonan nanti. Namun jika PPP benar-benar mengalihkan dukungannya, maka kandidat mana yang berpotensi besar mendapatkan kekuatan 3 kursi di parlemen tersebut?

Pengamat politik dari Universitas Jambi (Unja), Dori Efendi mengatakan, jika dilihat arah dukungan partai Islam saat ini kemana. Dan kemungkinan besar PPP juga akan bergabung di koalisi tersebut.

"Kita bisa lihat partai Islam saat ini lari kemana. PKS dan PKB lari ke Haris-Sani. Artinya dukungan partai Islam itu kemungkinan besar juga akan mengarah ke Haris-Sani. Kita juga melihat prilaku pemilih masyarakat Jambi itu adalah Melayu. Budaya melayu itu secara hirarki budaya yang agamis," katanya.

Nah PKB sendiri kata Dori, merupakan keterwakilan NU, dan PKS mempunyai basis tersendiri dalam loyalitas. "Bisa jadi partai Islam (PPP) ini merapat ke Haris-Sani. Karena Haris sudah mengambil identitas itu dengan menggandeng Abdullah Sani yang merupakan ulama," jelasnya.

Tinggal sekarang, jelas Dori, melihat dinamika partai terhadap dukungan ke kandidat lain. Akankah PAN dan Gerindra yang berkoalisi mendukung Prabowo-Sandi saat Pilpres lalu akan bersatu kembali atau tidak. "Bisa saja PAN yang masih galau bisa saja merapat bersama partai Islam lainnya," tukasnya.(fey)





BERITA BERIKUTNYA
loading...