Rektor Unja Kebut Revisi Kebijakan tentang UKT

Selasa, 30 Juni 2020 | 09:07:02 WIB

Rektor Unja, Prof Sutrisno berdialog langsung dengan sejumlah mahasiswa yang keberatan dengan kebijakan penyesuaian UKT kemarin.
Rektor Unja, Prof Sutrisno berdialog langsung dengan sejumlah mahasiswa yang keberatan dengan kebijakan penyesuaian UKT kemarin. ()

JAMBIONE.COM, JAMBI- Rektor Universitas Jambi, Prof. Drs. H Sutrisno bertindak cepat.  Tindakan cepat dilakukannya terkait keluhan mahasiswa yang tidak sepakat dengan kebijakan rektor tentang penurunan atau penyesuaian UKT.

Kebijakan itu tertuang dalam surat edaran nomor 39/UN21/EP/2020. Di dalamnya terdapat poin yang menyatakan syarat untuk mendapat pembebasan UKT  hanya untuk mahasiswa semester akhir yang sudah mengikuti seminar proposal di semester genap 2019/2020.

“Saya mengapresiasi tuntutan mahasiswa,”katanya ketika menemui sejumlah mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di depan rumah dinas rector Unja di Telanaipura Senin (39/06) kemarin.

Bahkan Prof Sutrisno menyampaikan akan merevisi kebijakan tersebut sesuai dengan Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi Pada Perguruan Tinggi Negeri dilingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan secepatnya akan disosialisasikan.

“Saya pastikan, revisi ini sesuai dengan arahan yg telah dikeluarkn oleh Kemdikbud. Malam ini (tadi malam) kami akan kerjakan, kita revisi. Dan saya minta, mahasiswa ikut mengawal ini," terang Sutrisno.

Sejumlah mahasiswa Universitas Jambi melakukan orasi di depan Rumah Dinas Rektor yang berada di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, Senin (29/6) pagi.

Dalam orasinya, mahasiswa meminta agar kebijakan terkait dengan penyesuaian atau penurunan UKT dan pembebasan UKT untuk semester ganjil 2020/2021 yang ada pada surat edaran nomor 39/UN21/EP/2020 ditinjau ulang.

"Kami mohon, terkait pembebasan UKT untuk yang semester akhir tidak ada pengecualian pak, seperti syarat harus telah menyelesaikan seminar proposal," kata Nanda, seorang mahasiswa Fakultas Hukum, Unja, Senin (29/6) siang.

Tidak hanya itu, Nanda juga meminta agar, setiap kebijakan dan keputusan rektor yang membutuhkan sejumlah persyaratan administrasi tidak dibuat dengan mendadak dan dengan waktu yang singkat.

" Kawan-kawan mahasiswa banyak yang dari luar daerah, jadi banyak yang tertinggal," terang Nanda.

Kemudian, untuk kebijakan penurunan UKT bagi mahasiswa terdampak covid-19 saat ini, Nanda menyampaikan bahwa, mahasiswa sangat berharap agar penurunan UKT disesuaikan dengan taraf ekonomi dari mahasiswa itu sendiri.(yuf)





BERITA BERIKUTNYA
loading...