H Bakri dan Edi Tegaskan yang Terpenting Menang, Semua Rekomendasi Tuntas Pekan ini

Pasca ‘Ditinggal’ Ratu, PAN ke Al Haris?

Selasa, 30 Juni 2020 | 09:14:57 WIB

(ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI - Hingga Senin (29/6) kemarin, Partai Amanat Nasional (PAN) belum mengeluarkan Surat Keputusan (SK) rekomendasi untuk mendukung kandidat manapun pada ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi, Desember mendatang. Kemana arah dukungan PAN ini sangat ditunggu tunggu publik pasca sejumlah manuver yang membuat kadernya, Ratu Munawaroh terpinggirkan.

Informasinya, Ratu sendiri dikabarkan sudah bergabung dengan PDIP yang katanya akan mengusungnya maju sebagai wakil Cek Endra. Bahkan, informasi terbaru yang diperoleh menyebutkanKartu Tanda Anggota (KTA) Ratu sebagai anggota PDIP sudah jadi. Saat ini  duet CE-Ratu tengah menungggu rekomendasi dari koalisi Golkar dan PDIP yang akan mengusung mereka.

Lalu bagaimana dengan PAN yang semula digadang gadang akan mengusung duet CE-Ratu? Kabar terbaru yang diperoleh Jambione, hingga Senin kemarin belum ada kepastian CE dan Ratu mendapatkan rekomendasi partai berlambang matahari terbut tersebut. Informasi lain menyebutkan, Ratu sudah rela melepaskan PAN, karena kecewa dengan sejumlah maneuver diinternal PAN.

Malah beredar kabar, PAN bakal merapat ke Wali Kota Jambi Syarif Fasha atau Bupati Merangin Al Haris. Tim pemenangan Fasha, H Rahman ketika dihubungi untuk konfirmasi tidak diangkat.

Sumber Jambione menyebutkan, saat ini ‘pertempuran’ perebutan partai tidak lagi di tingkat DPW. Saat ini pertarungan sedang berlangsung di pusat (DPP). Siapa yang kuat lobi dan bisa meyakinkan DPP, dialah yang akan mendapatkan rekomendasi.

‘’ Jadi semua kandidat berpeluang mendapatkan PAN. Tidak hanya Ratu sebagai kader, kandidat lain, seperti Fasha dan Al Haris juga sangat berpeluang. Sekarang tergantung lobi lobi dan jaringan di pusat,’’ kata sumber ini.

Namun, lanjut dia, sebagai kader PAN, seharusnya peluang Ratu paling besar mendapat dukungan partai berlambang matahari terbit tersebut. Karena, saat ini hanya  Ratu, kader PAN yang maju, pasca mundurnya H Bakri. ‘’ Kalau mau jujur, Ratu sangat potensial. Meski maju sebagai wakil, Ratu adalah representative nama besar PAN. Namun, dalam politik semua bisa terjadi. Mungkin saja PAN punya pertimbangan sendiri memilih kandidat lain,’’ katanya.

Dari informasi yang dia dapat, sumber ini mengungkapkan, Ratu sangat kecewa dengan maneuver di internal PAN pasca pembukaan penjaringan. Makanya, istri mantan gubernur Jambi almarhum Zulkifli Nurdin itu bakal melepaskan PAN. ‘’ Informasinya, Ratu hampir pasti meninggalkan PAN. Tapi saya tidak tahu, karaena dalam politik tiap detik bisa berubah,’’ ujarnya.

Dihubungi terpisah, salah satu tim pemenangan Al Haris mengatakan PAN sudah hampir dipastikan  mendukung Bupati Merangin tersebut dengan Abdullah Sani. Menurut dia, semua proses sudah selesai.  ‘’Informasi PAN ke Wo Haris itu sudah ada A1 (valid). Sekarang tinggal menunggu waktu penyerahan rekomendasi dari Ketum PAN pak Zulhas (Zulkifli Hasan),’’ katanya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan,  hari ini, Al Haris akan berangkat ke Jakarta untuk mengkonfirmasi waktu penyerahan SK rekomendasi. ‘’ Tinggal menunggu pak Zulhas saja. Karena harus Ketum yang menyerahkan SK Rekomendasi tersebut,’’ kata tim Al Haris yang minta namanya tidak ditulis ini.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Provinsi Jambi, H Bakri membantah PAN sudah merapat ke salah satu kandidat. Menurutnya, saat ini masih berproses di DPP dan direncanakan pekan ini selesai. Baik dukungan untuk Pilgub maupun Pilkada kabupaten dan kota. "Belum, mudah-mudahan dalam minggu ini sudah semua. Termasuk untuk Pilkada daerah," kata Bakri, Senin (29/6) kemarin.

Disinggung apakah PAN memprioritaskan kader atau kandidat yang dikaderkan, Bakri tak menampik jika pihaknya bisa saja mengusung kandidat yang dikaderkan. "Yang jelas bukan dikerdilkan," ujarnya sambil tertawa.

Intinya, kata anggota DPR RI tiga periode ini, PAN menginginkan kemenangan pada hajatan paling bergengsi lima tahunan nanti. "Yang jelas PAN ingin menang," tegasnya.

Terpisah,  Ketua DPD PDI Perjuagan Edi Purwanto, mengatakan siapa pun yang didukung oleh PDI Perjuangan, baik nomor satu atau nomor dua tidak jadi masalah, sepanjang itu demi kebaikan masyarakat Provinsi Jambi. “Sekarang proses penjaringan sudah, fit and propter tes sudah, survei juga sudah. Semuanya kita serahkan ke DPP. Semuanya kita serahkan dan hasilnya rahasia, tapi semuanya berpeluang,” kata Edi, ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Soal nama CE dan Fasha yang disebut paling berpeluang mendapat dukungan PDIP Perjuangan, Edi menjelaskan, pihaknya tidak pernah membuat kluster. “Kita tidak pernah membuat klaster, jadi semuanya tergantung DPP,” tegasnya.

Edi juga tidak menyebutkan apakah PDI Perjuangan akan memprioritaskan kadernya, Edi tidak menyebutkan secara tegas. Namun dia mengatakan, yang penting menang. “Yang penting menang. Karena Ketua DPRD sudah di kita, kalau gubernur kita juga menang tentu akselerasi pembangunan lebih bagus,” katanya.(fey/kum) 





BERITA BERIKUTNYA
loading...