Bulan Depan, Alat Rapid Test Lokal Ditargetkan Produksi 400 Ribu

Kamis, 09 Juli 2020 | 19:42:30 WIB

()

 

Jambione.com– Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan target produksi alat tes cepat alias rapid test buatan dalam negeri, yakni RI-GHA Covid-19 mencapai 400 ribu pada bulan mendatang. Sedangkan, pada Juli ini, rencananya akan produksi alat sekitar 200 ribu.

 Hal itu dilakukan guna mempercepat pemenuhan kebutuhan rapid test dalam negeri. Pasalnya, salah satu faktor penting penanganan Covid-19 adalah screening awal.

 “Bulan ini kami targetkan produksi 200 ribu unit, bulan depan 400k unit,” kata dia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Kamis (9/7).

 Selain itu, pihaknya juga tengah mencari mitra industri lain untuk memproduksi ala rapid test ini. Saat ini, diketahui yang sudah resmi memproduksinya baru Hepatika Mataram dan Prodia Diagnostic Line. “Pak Presiden juga sudah menginstruksikan untuk menyetop impor produk terkait Covid-19 yang bisa diproduksi di dalam negeri,” jelas dia.

Dalam hal ini, pihaknya pun akan terus melakukan evaluasi untuk memperbaiki tingkat akurasi alat tersebut. Bukan hanya alat rapid test, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun juga sedang mengembangkan antigen atau perangsang imun Covid-19 di dalam negeri. “BPPT sedang mengembangkan antigen dalam negeri, masih ada bahan antigen yang harus kita impor, BPPT harus mengurangi ketergantungan dari bahan tersebut,” jelasnya.

Bambang pun mengungkapkan keunggulan yang terdapat dalam alat rapid test tersebut. Salah satunya keluarnya hasil tes yang mucul dalam waktu 15 menit, fleksibel dan desain yang sederhana. “Kami mengapresiasi Kemenkes dan gugus tugas untuk memfasilitasi ini demi kelancaran proses pengadaan dari hasil inovasi,” terang dia. (ist/jpg*)

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...