Kontroversial Pemilihan Ketua RT, Menang Tapi tidak Dikeluarkan SK oleh Lurah

Jumat, 10 Juli 2020 | 09:14:16 WIB

(Idrus/Jambione.com )

JAMBIONE.COM, JAMBI - Pemilihan Ketua RT 08, Kelurahan Talang Jauh, Jelutung 2019 lalu hingga saat ini masih menuai polemik sejumlah warga dan sejumlah mantan ketua RT.

 

Pasalnya, hasil pemilihan yang berlangsung pada 6 Oktober 2019 lalu, yang secara mutlak dimenangkan oleh kandidat bernama Weli dibatalkan oleh Lurah Talang Jauh, Meri Simbolon, beberapa jam setelah hasil pemilihan keluar.

 

Pada pemilihan tersebut, Weli mendapatkan 37 suara, sementara kandidat yang bernama Budianto mendapatkan 6 suara.

 

Hal tersebut juga dibuktikan dengan berita acara yang diperlihatkan oleh Weli.

 

"Jadi secara demokrasi, saya mutlak menang. Tapi, lurah membatalkan langsung, alasannya saya bukan warga setempat. Kalau memang begitu, kenapa tidak dari awal di batalkan," kata Weli, Kamis (9/7).

 

Weli menjelaskan, pada saat pemilihan hanya dua warga yang protes dengan pemilihan tersebut.

 

Menurutnya, alasan Lurah tersebut tidak sesuai, pasalnya secara data kependudukan, KTPnya masih berada di Rt 8, Talang Jauh.

 

"Memang sekarang domisili saya Rt 9, itu karena ada pemekaran, yang menentukan itukan e-KTP," jelasnya.

 

Semenjak pemilihan tersebut, Lurah Talang Jauh sama sekali tidak mengeluarkan SK dirinya.

 

Kemudian, pada 29 Desember 2019, Lurah Talang Jauh kembali mengadakan pemilihan kedua, dan tidak diikuti oleh Weli.

 

Pada pemilihan tersebut, hanya dihadiri oleh 13 dari 75 warga di Rt tersebut, yang akhirnya dimenangkan oleh kandidat yang bernama Budiyanto, mendapat 7 suara, sementara calon lainnya yang bernama, Wiryanto mendapat 6 suara.

 

Hal tersebut justru menuai polemik, pasalnya peserta pemilihan sengaja tidak ikut pada pemilihan tersebut, lantaran hanya mengakui hasil pemilihan pertama, yang dimenangkan oleh Weli, sebagai ketua Rt yang lama.

 

Dari keterangan salah satu warga, Ivan, mengatakan, warga hanya mengakui hasil pemilihan yang pertama, sehingga pada pemilihan kedua, warga tidak hadir sebagai bentuk protes dan tidak mengakui pemilihan tersebut.

 

"Kami semua itu milih pak Weli pada pemilahan pertama, terus ada dua orang kalo tidak salah yang protes. Dibuat lagi sama lurah pemilihan, warga tidak ada yang datang, itu bentuk protes," kata Ivan saat dikonfirmasi.

 

Hal serupa juga turut dikatakan Luis, warga Rt 8, dia mengatakan, warga masih menganggap Weli masih menjabat sebagai Rt 8.

 

"Pemilihan pertama mutlak dimenangkan pak Weli, saya tahunya pak Weli tidak jadi Rt itu dari warga bang, kan warga taunya pak Weli yang menang, jadi warga ngurus surat-surat itu masih sama dia, tau-tau hasilnya tidak diakui," jelasnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Lurah Talang Jauh, Kecamatan Jelutung, Meri Simbolon mengatakan, dasar dalam pembatalan hasil pemilihan tersebut dikarenakan yang bersangkutan bukan warga di Rt 8.

 

"Kan tidak bisa warga diluar Rt setempat menjabat jadi Rt," kata Meri saat ditemui di Kantor Lurah, Talang Jauh, Kamis (8/7).

 

Terkait dengan pemilihan kedua, yang hanya dihadiri 13 warga, Meri menjelaskan, hal tersebut sah-sah saja, dan sudah sesuai dengan undang-undang, dan tidak melanggar aturan.

 

Dia juga mengatakan, sejauh ini, tidak ada warga yang datang ke pihaknya terkait dengan protes hasil pemilihan tersebut.

 

"pemilihan kedua itu, sah, yang pasti undangan sudah saya bagikan ke warga, tergantung warga, mau atau tidak datang," terang Meri.

 

Sementara itu, kuasa hukum Weli, Mike Siregar mengatakan, proses pemilahan harus dilakukan secara musyarawah untuk mufakat dengan 2/3 dari KK. 

 

"Itu ada di pasal 5 ayat 3 Perwal Jambi momor 13 Tahun 2017," kata Mike.(yuf)





BERITA BERIKUTNYA
loading...