Tahapan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Kampanye dan Pemungutan Suara Paling Rawan

Jumat, 17 Juli 2020 | 06:50:22 WIB

 Deputi VII BIN bidang Komunikasi dan Informasi, Wawan Hadi Purwanto
Deputi VII BIN bidang Komunikasi dan Informasi, Wawan Hadi Purwanto (ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Badan Intelijen Negara (BIN) memperkirakan tahapan pilkada serentak 2020, yang dikhawatirkan rawan resiko penularan Covid-19 adalah tahapan kampanye dan pemungutan suara (Pungsura). Hal ini disampaikan Deputi VII BIN bidang Komunikasi dan Informasi, Wawan Hadi Purwanto dalam acara Webinar yang diselenggarakan oleh KNPI Provinsi Jambi dan Forum Diskusi Jambi, Kamis (16/7).

“Tahapan Pilkada 9 Desember yang memiliki titik krusial resiko tinggi penularan virus Corona ini adalah tahapan kampanye dan pemungutan suara. Ini perlu menjadi perhatian bersama. Termasuk penyediaan atau penggunaan alat pelindung diri (APD). Seperti penggunaan masker, sarung tangan, menghindari kontak fisik dan menghindari kerumunan,” katanya.

Bahkan Juru Bicara Lembaga Rahasia Negara ini memberikan contoh kasus di Negara Iran. Tingginya kasus Covid-19 di Negara Iran, akibat adanya kontak fisik antara politisi dengan para konstituennya selama proses pemilihan. "Dan ini harus menjadi perhatian bersama dan pelajaran agar tidak menimbulkan korban baru serta tidak meluas,” ucapnya.

Selain itu,Wawan juga mengingatkan adanya potensi pelanggaran. Seperti politik uang, penyalahgunaan dana bantuan sosial, manipulasi data, serta rendahnya partisipasi masyarakat menggunakan hak pilih. Menurut dia, ini diperlukan upaya pencegahan dan pengawasan yang harus dilakukan bersama-sama . Termasuk melakukan sosialisasi ke masyarakat. Terutama masalah protokol kesehatan.

“Di tengah krisis kesehatan masyarakat, dibutuhkan perencanaan yang matang dan besar, untuk menghindari hal-hal yang terburuk. Kepada KPU dan Bawaslu juga harus melindung kesehatan demokrasi, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat selama tahapan Pilkada berlangsung,” tambahnya.

Untuk itu, ia meminta semua pihak agar memperhatikan protokol kesehatan dalam penerapan di semua tahapan Pilkada 9 Desember 2020. “Mari bersama-sama kita patuhi dan terapkan protokol kesehatan. Kemudian dibutuhkan kedewasaan dalam menyikapi permasalahan di lapangan. Agar proses Pemilu menjadi sehat dan tersalurnya protes melalui jalur yang ada. Untuk menghindari kerumunan massa, dengan harapan Pemilu dapat berjalan dengan maksimal dan selamat dari ancaman kesehatan pandemi,” pinta pria yang akrab dipanggil Mas Wawan ini.

Sementara itu, Anggota KPU Provinsi Jambi, M. Sanusi mengaku optimis melaksanakan penyelenggaraan Pilkada 2020. “KPU optimis menyelenggarakan Pilkada 9 Desember dengan memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Tak jauh berbeda dengan, Anggota Bawaslu Provinsi Jambi Wein Arifin, mengingatkan adanya potensi pelanggaran Pilkada di tengah Covid-19. “Potensi pelanggaran bisa dilihat dari semua sektor, dampak dan potensi masalah yang akan terjadi. Bawaslu tentu akan memaksimalkan upaya pencegahan dan sosialisasi ke masyarakat, sebelum upaya penindakan,” katanya. (fey)  





BERITA BERIKUTNYA
loading...