100 Karyawan Petrochina akan di Uji Swab, Khawatir Muncul Klaster Baru, DPRD Minta Stop Operasional

Gugus Tugas Akan Rapid Test Massal 5.000 Orang

Senin, 20 Juli 2020 | 06:24:42 WIB

()

JAMBIONE.COM, JAMBI- Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi akan melakukan rapid tes massal di kabupaten dan kota. Targetnya 5.000 orang. Rata rata kurang lebih 350 orang per kabupaten/kota. Rapid test masaal ini dilakukan sebagai komitmen gugus tugas dalam penelusuran sekaligus antipasi terhadap timbulnya klaster-kluster baru dengan dilonggarkannya beberapa kegiatan.

Sebagai langkah awal, Minggu (19/7) sampai pukul 11.00 WIB, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi melakukan rapid test massal kepada pedagang di lokasi Car Free Day (CFD), Kawasan Perkantoran Gubernur Jambi. “Target kita 400 orang,” kata Johansyah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi.

Menurut Johan, gugus tugas target dari kabupaten dan kota  5.000 orang, rata-rata kurang lebih 350 orang per kabupaten/kota. Penggunaan dana dari refocusing tahap III. ‘’Bila ada yang reaktif, langsung uji swab, dikirim ke PCR Balai POM, dan diisolasi mandiri di Rumah Isolasi Mandiri di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Jambi di Pijoan. Kita siapkan ambulans, petugas kesehatan, dan pengamanan,” terangnya.

Pelaksanan rapid test massal tersebut, jadwal tentatif.  Berdasarkan jadwal sementara, Kabupaten Bungo dan Tebo dilaksanakan tanggal 19-21 Juli. Kabupaten Sarolangun dan Merangin 26-28 Juli. Lalu Kabupaten Kerinci 20-22 Juli 2020, Kabupaten Batang Hari 23 Juli, Muaro Jambi 20,21,22,23 Juli dan Kota Sungai Penuh 23,24,25 Juli 2020.

Selain itu, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi juga bakal melakukan uji swab masal terhadap 100 karyawan PetroChina Jabung Ltd di Tanjab Barat.  Ini dilakukan setelah ada 4 orang dari Tanjab Barat tracing dari PetroChina dinyatakan positif covid-19, Sabtu (18/7).

"Kemarin sudah diumumkan empat pasien terkonfirmasi positif di Tanjab Barat. Untuk antisipasi penularan, kita akan melakukan  uji swab terhadap 100 karyawan PetroChina," kata Johan dalam rilisnya, Minggu (19/7). Menurut Johan, kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) menjadi perhatian yang serius. Oleh sebab itu dia menghimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Seperti diketahui, pada Sabtu lalu, ada penambahan enam pasien terkonfirmasi positif covidp19 di Provinsi Jambi. Empat diantaranya berasal dari Tanjab Barat hasil tracing di PetroChina.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Taharuddin mengatakan, 4 pasien baru terkonfirmasi positif di Tanjab Barat itu adalah Pasien 128 inisial RD umur 42 tahun, pasien 129 inisial AF umur 35 tahun, pasien 130 inisial JH umur 44 tahun, dan pasien 131 inisial ARS umur 47 tahun.

”Empat pasien merupakan warga Desa Pematang Lumut. Semuanya merupakan Karyawan PetroChina. Hal ini diketahui dari hasil tracking dari PetroChina,” ujarnya. Menurut dia, keempat pasien tersebut sudah diisolasi di ruang isolasi PetroChina di Betara.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Tanjabbar, Syufrayogi Syaiful menyesalkan ada penambahan pasien positif covid-19 cukup signifikan di Tanjab Barat berasal dari karyawan PT PetroChina. Selain itu, Syufrayogi mempertanyakan rujukan  rumah sakit resmi yang telah ditentukan protokol kesehatan provinsi Jambi.

"Sampai saat ini kita tidak tahu rumah sakit mana itu dirujuk pasien. Kok pihak Petrochina isolasi sendiri. Tanpa mematuhi protokol kesehatan" ujar Syufrayogi, Minggu (19/7). Menurut dia, Rumah Sakit rujukan resmi wilayah kabupaten Tanjung Jabung Barat yang telah ditentukan adalah rumah sakit Daud Arif Kuala Tungkal. Tidak ada rumah sakit atau puskemas lainnya.

Dia meminta Pemkap Tanjung Jabung Barat menutup sementara operasional Petrochina selama 14 hari kedepan. "Itu tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Kita minta Pihak pemkab tegas. Surati pihak Petrochina. Kita minta tutup 14 hari," tegasnya

Selain itu, Yogi juga menyarankan kepada Tim Gugus Tugas melakukan rapid test seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Jika tidaki cepat diantisipasi, dia khawatir nanti akan menular ke karyawan lain dan akan menyebar. ‘’ Nanti kita khawator muncul klaster baru, yaitu klaster Petrochina,’’ pungkasnya.

Di bagian lain, jumlah pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah tiga orang, Minggu (19/7). Ketiga pasien berasal dari Kabupaten Batanghari dan Tanjung Jabung Barat.

Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah mengatakan ketiga pasien tersebut dinyatakan sembuh setelah 2 kali hasil swab nya dinyatakan negatif.

"Dua pasien dari Batanghari adalah anak laki-laki berumur 6 tahun. Inisial A pasien nomor 115 yang di rawat di RSUD Hamba Batanghari. Pasien tersebut merupakan pasien yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif nomor 113," katanya.

Kemudian seorang kakek berumur 60 tahun asal Kabupaten Batanghari juga berhasil sembuh dari Covid-19. "Kakek dari Batanghari inisial R ini juga riwayat kontak dengan pasien 113. Beliau sempat di rawat di RS Hamba dan merupakan pasien nomor 117," jelas Johan.

Selanjutnya, pasien sembuh yang berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat berinisial NN. "Satu lagi yang sembuh adalah pasien nomor 16. Dia termasuk pasien positif Covid-19 20 awal di Provinsi Jambi. Riwayat kontak dengan pasien 06," ungkapnya.

Dengan tambahan tiga, saat ini pasien sembuh dari Covid-19 di Jambi menjadi 104. Untuk pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia dua orang. Sementara pasien positif sudash mencapai 132. Dari jumlah tersebut, yang masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit rujukan di Provinsi Jambi 26 pasien.

Untuk mengantisipasi munculnya klaster klaster baru, Minggu (19/7) kemarin Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi melakukan rapid test massal para pedagang di lokasi Car Free Day (CFD), Kawasan Perkantoran Gubernur Jambi.  “Target kita 400 orang. Ini upaya dan komitmen gugus tugas dalam penelusuran sekaligus antipasi terhadap timbulnya klaster-klaster baru dengan dilonggarkannya beberapa kegiatan,” kata Johan.

Menurut dia, dipersiapkan rapid test untuk 400 oramg pedagang dan masyarakat di acara car free day tersebut. “Target dari kabupaten dan kota  5.000 orang, rata-rata kurang lebih 350 orang per kabupaten/kota. Penggunaan dana dari refocusing tahap III. Bila ada yang reaktif, langsung uji swab, dikirim ke PCR Balai POM, dan diisolasi mandiri di Rumah Isolasi Mandiri di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Jambi di Pijoan. Kita siapkan ambulans, petugas kesehatan, dan pengamanan,” terang Johan.

Dia menambahkan, jadwal tentatif (sementara) pelaksanaan rapid test massal di kabupaten dan kota se Provinsi Jambi: 1.Kabupaten Bungo dan Tebo, tanggal 19-21 Juli 2020, 2.Kabupaten Sarolangun dan Merangin tanggal 26-28 Juli 2020, 3.Kabupaten Kerinci pada tanggal 20-22 Juli 2020, 4.Kabupaten Batang Hari 23 Juli 2020, 5.kabupaten Muaro Jambi pada tanggal 20,21,22,23 Juli 2020 dan 6.Kota Sungai Penuh pada tanggal 23,24,25 Juli 2020. (Mustar).(son/ist)





BERITA BERIKUTNYA
loading...