Kasus Positif Covid-19 di PetroChina Merembet ke Kota Jambi

Cegah Klaster Baru, 8 Siswa dan 1 Tenaga Pengajar di SD Favorit Diliburkan

Selasa, 21 Juli 2020 | 06:20:20 WIB

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19  Kota Jambi, Abu Bakar
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jambi, Abu Bakar (ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Temuan kasus positif covid-19 di PetroChina Jabung.Ltd dikawatirkan bakal memunculkan klaster baru. Senin (20/7) kemarin, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Betara, Tanjab Barat sudah melakukan rapid test terhadap  keluarga dekat dan rekan kerja yang pernak close contak dengan empat karyawan PetroChina Betara yang dinyatakan positif.

Informasi yang diperoleh Jambi One, kasus di PetroChina tersebut bisa merembet ke Kota Jambi. Salah satu karyawan yang hasil rapid test nya reaktif ternyata istrinya tenaga pengajar di salah satu SD Negeri favorit di kawasan Telanai Pura, Kota Jambi.  Setelah dilakukan tracking, ternyata tenaga pengajar tersebut diindikasikan ada kontak dengan delapan siswa di sekolah tersebut.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19  Kota Jambi, Abu Bakar mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Jambi menyebutkan bahwa tenaga pengajar tersebut memang diketahui suaminya bekerja di PetroChina. Setelah suaminya mengikuti kegiatan rapid test yang dilakukan oleh PetroChina, yang bersangkutan diketahui menunjukkan hasil yang reaktif.

Menyikapi kejadian ini, Dinas Pendidikan Kota dan pihak sekolah sudah mengambil langkah antisipasi. Delapan siswa dan sartu tenaga pengajar di SD tersebut sementara waktu diliburkan. Sambiol menunggu hasil swab.  "Untuk proses belajar mengajar tetap berlangsung dan sesuai dengan protokol kesehatan. Tapi 8 siswa dan 1 tenaga pengajar itu untuk sementara waktu diliburkan, sambil menunggu hasil swab-nya," kata Abu Bakar, saat dihubungi, Senin (20/7).

Menurut Abu, tujuan diliburkan nya 8 siswa dan 1 orang tenaga pengajar tersebut adalah guna menghindari kontak fisik dengan siswa lainnya. Selain itu juga untuk menghindari penyebaran Covid-19 di kalangan siswa lainnya.  "Selain itu juga supaya bisa lebih konsentrasi untuk isolasi mandiri. Sambil menunggu hasil swab," kata Abu Bakar. (Ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...