Kasus Positif Covid-19 di Jambi Capai 134 Orang

Aktivitas Belajar di SD 47 Sempat Terganggu

Rabu, 22 Juli 2020 | 06:31:33 WIB

(ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Kepala SDN 47 Kota Jambi, Ansori mengklarifikasi kabar berita mengenai 8 siswa dan satu guru atau tenaga pengajar disekolah tersebut yang dirumahkan akibat terpapar Covid-19. Menurut Ansori, informasi yang beredar itu sangat berbeda dengan di lapangan.

Diapun menjelaskan bahwa Senin malam lalu dia mendapatkan informasi bahwa ada salah seorang wali murid yang terkonfirmasi positif Covid-19. Si Wali murid tersebut bekerja di salah satu perusahaan (Petrochina, red), dan tengah dirawat di Raden Mattaher.

Dari informasi itu, setelah ditelusuri ternyata yang bersangkutan memiliki anak yang sekolah di SD Negeri 47 Kota Jambi. Berawal dari kejadian tersebut pihak sekolah berinisiatif melakukan pendataan bagi siapa saja, baik karyawan ataupun siswa yang orang tuanya bekerja di perusahaan tersebut untuk melapor.

"Dari pengembangan itu, didapat 8 orang siswa yang orangtuanya bekerja diperusahaan itu. Termasuk 1 orang yang sudah dinyatakan positif. Ditambah dengan 1 orang lagi guru yang suaminya bekerja di sana. Itu sudah kita data semua. Alamatnya dimana, kelas berapa,” kata Ansori kepada wartawan, Selasa (21/7) kemarin.

Menurut Ansori,  pihaknya juga telah melakukan penelusuran terhadap riwayat kontak dari pasien tersebut. Pertama, untuk yang orangtuanya positif swab ini, pihaknya mencari anaknya langsung.

“Tapi berdasarkan infomasi yang kita terima dari pengasuhnya, semenjak 7 Juni 2020 anaknya tidak ada lagi kontak dengan orangtuanya. Karena anaknya tinggal bersama datuknya (kakeknya). Sementara yang lain (7 siswa lain) itu ada kontak dengan oratuanya pada waktu lebaran,” jelasnya.

Ansori mengatakan sistem bekerja di perusahaan tersebut adalah sebulan bekerja, kemudian libur. Sementara suami dari guru SDN 47 Kota Jambi itu, yang bersangkutan baru Off bekerja selama 1 bulan. Dan baru 1 minggu belakangan ini masuk. Dia juga diketahui tidak pernah ada kontak fisik lagi.

“Yang bersangkutan diketahui melakukan protokol kesehatan sesuai standar perusahaan. Dimana karyawan yang baru masuk, dilakukan pengecekan kesehatan. Begitu juga orangtua yang lainnya tadi. Hasil dari pemeriksaan itu belum ada atau belum keluar. Jadi tidak benar bahwa suami dari guru saya ini positif. Dan diberitakan bahwa 8 siswa itu diliburkan akibat kontak dengan guru ini itu tidak benar. Yang benar adalah orangtuanya bekerja disana,” katanya.

Menurut Ansori, sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Kota Jambi, pihak sekolah telah mengambil sikap untuk merumahkan 8 siswa tersebut dan 1 orang guru. Hal ini agar bisa melakukan isolasi mandiri di rumah.

Ia menambahkan, dimasa relaksasi bidang pendidikan ini, pihak sekolah membagi jadwal masuk siswa jenjang kelas 4, 5 , 6 ke dalam tiga shift. Selain itu juga ditiap kelas diatur sesuai dengan protokol kesehatan dan selalu disemprotkan desinfektan. “Semua ruang kelas, lapangan, itu rutin disemprot. Penyemprotan itu dilakukan disetiap shift,” katanya.

Dari keterangan Ansori, kejadian itu sempat mempengaruhi aktivitas belajar mengajar. Namun setelah dilakukan klarifikasi, para orangtua bisa memahami. “Agak terganggu sedikit, para orangtua merasa khawatir atas pemberitaan yang beredar. Tapi setelah kita klarifikasi sudah bisa memahami. Kalau sebelum ada klarifikasi itu tingkat kehadiran siswa hanya setengah dari biasanya. Padahal tiap kelas itu hanya diisi setengah dari jumlah siswa ditiap kelas, tapi setelah diklarifikasi tidak ada masalah,” pungkasnya.

Sementara itu, kasus positif covid-19 di Jambi bertambah lagi dua orang. Kini total kasus positif corona di Jambi sudah 134 orang. Dari juumlah tersebut, 104 orang sudah dinyatakan sembuh, dan dua orang meninggal dunia.

Dua pasien baru yang dinyatakan positif berasal dari Kabupaten Kerinci dan Muarojambi. Keduanya, dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil uji Swab kementrian keluar, Selasa (21/7) kemarin.

Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah mengatakan, kedua pasien positif tersebut belum diketahui riwayat kontak nya. "Pasien Kerinci inisial SA (33) laki-laki, sementara dari Muarojambi inisial ES (37) laki laki. Kita belum tau riwayat kontaknya, masih dilakukan tracking," ujarnya.(ali/ist)





BERITA BERIKUTNYA
loading...