SKK Migas-PetroChina Jabung Tingkatkan Koordinasi Penanganan Covid-19 di Blok Jabung

Selasa, 28 Juli 2020 | 20:41:20 WIB

()

 

 Jambione.com, JAMBI- Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina International Jabung Ltd. Mengikuti rapat koordinasi dengan beberapa instansi pemerintah di KabupatenTanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Selasa (28/7/2020. Rakor ini sebagai tindak lanjut penanganan 15 pekerja PetroChina yang terkena Covid-19.

“Kehadiran kami dalam rapat hari ini merupakan tanda keterbukaan dan keseriusan kami dalam penanganan medis para pekerja kami yang dinyatakan positif Covid-19,” kata Vice President Human Resources and Relations PetroChina Dencio Renato Boele.

Rakor tersebut dihadiri Sekda Tanjab Barat AgusSanusi, Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf ErwanSusanto, Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro yang juga Ketua Satgas Covid-19 Tanjab Barat, Anggota DPRD Sufrayogi, Kadis Kesehatan Tanjab Barat Andi Pada, Camat Betara Toni Ermawan Putra, Kades Pematang Lumut, kades LubukTerentang, Perwakilan BPBD dan organisasi perangkat daerah (OPD) setempat.

Kemudian, juga hadir Government & Relations Superintendent PetroChina Banu Subagyo, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Adiyanto Agus Handoyo beserta beberapa pejabat SKK Migas Sumbagsel melalui telekonferensi daring.

            Pada Senin lalu (27/7), Juru Bicara Satgas Covid-19 SKK Tanjab Barat Taharuddin menyatakan 15 orang pekerja PetroChina yang bekerja di BetaraGas Plant (BGP) positif Covid-19. Saat ini, sebagian besar pasien sudah dirawat di beberapa rumah sakit di Kota Jambi. Kemudian, beberapa lainnya masih ditempatkan di fasilitas isolasi PetroChina di Betara.

“Sebagian besar pasien positif Covid-19 di PetroChina merupakan pekerja sub kontraktor yang berasal dari beberapa perusahaan. Termasuk PT CUA dan PT SNP,” kata Dencio.

            “Fasilitas isolasi yang kami sediakan merupakan tempat penanganan sementara untuk pasien Covid-19, sebelum mereka dirawat di rumahsakit. Karena keterbatasan jarak dan waktu, tidak semua pasien dapat langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan dan isolasi,” jelasnya.

 “Semua penanganan pasien positif Covid-19 di PetroChina dilakukan atas koordinasi dengan Satgas Covid-19. Fasilitas yang kami sediakan layak dan mengikuti standar kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” sambungnya.

Dalam kunjungan kefasilitas karantina PetroChina tanggal 27 Juli 2020, Kapolres Tanjab Barat AKBP Guntur Saputro menjelaskan tempat yang tersedia telah sesuai dengan protocol dan standar kesehatan penanganan Covid-19. “Saya harapkan kerja sama dan dukungan dari semua pihak dalam hal pelaksanaan protocol kesehatan Covid-19. Termasuk dalam hal karantina bagi warga yang terkena Covid-19,"katanya.

Sebagai operator Blok Jabung yang bekerja di bawahpengawasan SKK Migas, PetroChina menyadari penanganan cepat dan efektif untuk para pasien sama pentingnya dengan penyampaian informasi yang benar dan upaya pencegahan Covid-19. “Berita tentang 15 pekerja kami yang positif Covid-19 mungkin menimbulkan keresahan di masyarakat. Untukitu, kami siap bekerjasama dengan instansi terkait untuk menekan penyebaran Covid-19. Serta mengampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat,” kata Dencio.

            Dalam Rakor, Kadis Kesehatan Tanjab Barat Andi Pada mengatakan PetroChina telah aktif melakukan tes rapid dan PCR bagi para pekerjanya serta menerapkan protocol pencegahan Covid-19 yang diperlukan. “Selama ini sudah ada inisiatif yang baik dari pihak perusahaan. Koordinasi antara PetroChina dan Dinkes juga berjalan lancar,” katanya.

            Sebanyak 442 pekerja PetroChina, 92 karyawan dan 350 pekerja sub kontraktor, telah menjalani tes PCR di Betara. Langkah ini diambil sebagai upaya perusahaan untuk memetakan potensi penyebaran Covid-19 di fasilitas operasi perusahaan.

            Sebagai langkah tindak lanjut,Dinkes Tanjab Barat menegaskan perlunya penerapan ketat protocol kesehatan di tempat umum. Seperti perkantoran, moda transportasi, tempat makan dan permukiman. “Dari 350 pekerja sub kontraktor yang dites PCR, berapa banyak yang tinggal di camp perusahaan dan berapa yang tinggal di permukiman masyarakat? Kita perlu memastikan protocol kesehatan yang ketat bagi para pekerja ini,” tegasnya.

            Camat Betara, Toni Ermawan Putra menjelaskan pemerintah telah mengingatkan masyarakat untuk memperketat protocol kesehatan menyusul kenaikan kasus Covid-19 yang signifikan di Betara. “Kami membatasi aktivitas warga sampai jam 22.00 WIB. Selain itu, kami selalu ingatkan masyarakat mengenakan masker dan para pemilik tempat usaha harus menyediakan tempat cuci tangan,” jelasnya.

            Sekda Tanjab Barat, Agus Sanusi mengatakan, sebelum ada kasus di Betara, PetroChina telah mendukung kegiatan disinfeksi dan member bantuan masker untuk masyarakat. ‘’Tapi saat ini kondisinya extraordinary.  Jadi kami berharap perusahaan juga memberikan bantuan. Seperti konseling untuk keluarga pasien.  Ini penting untuk meningkatkan optimisme di kalangan warga,”katanya.

            Menurut Agus, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan posko terpadu penanganan Covid-19 di Betara. “Dinas Sosial Tanjab Barat juga akan memberikan bantuan kebutuhan dasar keluarga pasien,” jelasnya.

            Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Adiyanto Agus Handoyo menegaskan industry hulu migas telah menerapkan protocol kesehatan yang ketat untuk pekerjanya di saat pandemi Covid-19. “Industri hulu migas berkontribusi langsung pada ketahanan energi. Karena itu, kami terus mengingatkanseluruh KKKS Migas untuk menjalankan protocol kesehatan yang ketat bagi seluruh pekerja guna menjamin kegiatan operasi yang aman,”jelasnya.

            Menurut Adiyanto, SKK Migas telah mengeluarkan sejumlah edaran kepada seluruh KKKS Migas terkait pengendalian Covid-19. Kepada seluruh KKKS, SKK Migas mewajibkan penapisan (screening)serta pemantauan untuk mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja. Hal ini meliputi pelaporan epidemiologi, karantina mandiri sebelum bekerja dan pemeriksaan rapid test antibody.

            Adiyanto mengatakan pemerintah telah menetapkan industry hulu migas sebagai industry esensial yang harus terus berjalan di tengah pandemi. “Keberlangsungan kegiatan operasi PetroChina Jabung berperan besar dalam menyumbang pendapatan daerah KabupatenTanjung Jabung Barat dan Provinsi Jambi. Kami sangat berterimakasih atas segala dukungan seluruh masyarakat Jambi dalam mengamankan pasokan energy nasional. Begitula dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jambi serta Pemerintah KabupatenTanjung Jabung Barat serta kabupaten/kota lainnya untuk keberlangsungan kegiatan hulu migas ,” ungkapnya.

            Dia menjelaskn, KKKS PetroChina International Jabung Ltd. Merupakan dan operator Blok Jabung di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas. Dalam mengelola Blok Jabung, PetroChina bermitra dengan Pertamina danPetronas Carigali. Selain menjadi operator Blok Jabung, PetroChina juga sebagai operator Blok Bangko di Jambi.(ist)

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...