Pengamat: Gerindra dan Demokrat Sudah Terlihat Condong Satu Paket Mau Merapat

PPP Resmi ke Fasha-AJB, Dua Partai Menyusul

Rabu, 29 Juli 2020 | 06:47:17 WIB

(Khusnizar/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Pasangan Syarif Fasha-Asafri Jaya Bakri (Fasha-AJB) resmi mendapatkan dukungan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  di Pilgub Jambi. Surat Keputusan (SK) Rekomendasi PPP tersebut diserahkan langsung kepada Fasha-AJB di Kantor DPP PPP, Jakarta, Selasa kemarin (28/7). Hadir dalam penyerahan itu Ketua DPW PPP Provinsi jambi Evi Suherman.

Dengan tambahan tiga kursi partai berlambang ka’bah itu, Fasha-AJB sudah mengantongi lima kursi dukungan. Sebelumnya, keduanya sudah mendapat rekomensadi dukungan dari Partai NaDem yang memiliki 2 kursi di DPRD Provinsi Jambi. Kini Fasha-AJB membutuhkan minimal enam dukungan lagi untuk memenuhi syarat minimal (11 kursi) mendaftar sebagai cagub-cawagub di KPU.

Usai menerika rekomendasi, Fasha mengucapkan terima kasih kepada PPP yang sudah mempercayakan dirinya untuk berjuang di hajatan paling bergengsi di Provinsi Jambi mendatang. "Terimakasih kepada DPP PPP yang telah mempercayakan kami untuk berjuang di Pilkada Gubernur Jambi. Dan juga terima kasih kepada DPW PPP Jambi yang telah mengusulkan kami ke DPP PPP," katanya.

Selanjutnya, menurut Fasha, dalam waktu dekat ini partai lain juga akan menyusul menyerahkan rekomendasi dukungan kepada dirinya dan AJB. "Insya Allah partai pengusung lainnya dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Ketua DPW PPP Provinsi Jambi, Evi Suherman, yang ikut hadir dalam penyerahan SK tersebut mengatakan DPP PPP menitipkan pesan kepada dirinya selaku ketua DPW PPP Jambi, agar semua kader harus tunduk dan mengikuti petunjuk DPP. Khususnya untuk siapa bakal calon yang diusung oleh DPP PPP. Semua kader dan anggota dewan dari PPP harus mendukung penuh. “Kalau tidak mendukung, akan disanksi sesuai dengan AD/ART. Bisa saja ditarik KTA nya. Diberhentikan dari partai,” tegasnya.

Bagi anggota dewan dari PPP terbukti tidak mendukung calon yang diusung, selain diberhentikan dari partai, akan disanksi dengan cara PAW. Menurut Evi, sanksi tegas itu dijalankan karena Pilkada ini merupakan harga diri partai. Sehingga kader wajib mendukung bakal calon yang diusung.

Kemudian, kepada pasangan calon yang diusung, DPP berpesan agar Fasha-AJB selalu berkomunikasi dengan partai, mulai dari tingkat ranting hingga DPW. “Kerja sama antara partai dan Timses harus selalu terjalin,” katanya.

Sementara itu, Pengamat politik dari Universitas Jambi (Unja), Dori Efendi mengatakan dukungan PPP kepada Fasha-AJB sudah terbaca sedari awal. Menurutnya, dengan merapatnya NasDem dan PPP, maka partai lain juga segera menentukan dukungan ke Fasha-AJB. "NasDem, PPP, Demokrat dan Gerindra ini kan satu paket mengusung Fasha-AJB," katanya.

Menurut Dori, Demokrat pasti malu ketika tidak mengusung kadernya AJB yang lebih dulu sudah diusung oleh partai lain, seperti NasDem dan PPP. "Ini kan satu paket. Artinya AJB sebagai kader Demokrat sudah dapat poin dari DPP bahwasanya dia adalah kader. Walaupun nomor dua, tapi sudah memiliki modal kursi yang mumpuni," katanya.

Selanjutnya,  Gerindra selama ini tidak pernah mencalonkan kandidatnya untuk diusung. Dari awal Dori melihat arah dukungannya juga sudah terlihat condong ke Fasha-AJB.
"Nah artinya disini Demokrat, PPP, NasDem dan PPP sudah satu suara dalam mengusung Fasha-AJB," ujarnya.

Analiasa hampir serupa diungkapkan Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) STS Jambi, Bahren Nurdin. Menurut dia, PPP memang sejak awal sudah bisa dipastikan melabuhkan dukungan kepada Fasha. “PPP dari awal sudah terbaca. Cuma di tengah jalan sempat ada gangguan sedikit. Tapi itu biasa lah dinamika politik,” katanya.

Dengan modal PPP dan NaDem, menurut Bahren, kemungkinan bergabungnya Parpol lain mengusung pasangan Fasha-AJB terbuka lebar. Diantanya partai Demokrat yang AJB merupakan kader murninya.

“Demokrat tentu akan mendukung kader sendiri. Itu juga sudah terlihat sejak awal. Bahkan, sempat ditegaskan oleh AHY saat berkunjung ke Jambi beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Artinya, lanjut Bahren, jika Demokrat bergabung sebagai Parpol pengusung Fasha-AJB, tentu koalisi ini sudah mencukupi syarat minimal dukungan, 11 kursi di Parlemen. Sementara gabungan dari NasDem 2 kursi, PPP 3 kursi dan Demokrat 7 kursi sudah berjumlah 12 kursi.
“Ketika Fasha sudah cukup perahu, bisa saja tidak perlu perahu lain. Mencukupi kursi minimal saja itu yang utama,” tegasnya.

Karena, lanjut Bahren, banyaknya jumlah partai koalisi tidak menjamin menang pada pesta demokrasi lima tahunan ini. “Kalau sudah cukup, nanti partai yang memburu kandidat. Karena parpol memilih kandidat yang memiliki kans menang cukup besar,” pungkasnya.(fey)





BERITA BERIKUTNYA
loading...