Mahasiswa Geruduk Gedung DPRD Bungo

Kamis, 30 Juli 2020 | 07:27:39 WIB

Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa bersama ormas terkait PETI di depan kantor DPRD Bungo.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa bersama ormas terkait PETI di depan kantor DPRD Bungo. (Fitriyadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, MUARABUNGO – Menyikapi persoalan terkait Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Batu Kerbau beberapa bulan lalu, sejumlah mahasiswa dan organisasi masyarakat (Ormas) menggelar aksi di unjuk rasa, Rabu (28/7) kemarin.

Sebelumnya forum Bungo Peduli Hijau melakukan mediasi dengan pihak kepolisan, meminta menangkap cukong atau pemilik alat berat tersebut serta membeberkan siapa-siapa saja dalang di balik keributan tersebut.

Aksi ini dilakukan di Kantor Pengadilan Negeri Bungo, Polres Bungo dan di akhiri Gedung DPRD Bungo. Saat aksi di Pengadilan Negeri, masa aksi memaksa untuk masuk ke kantor untuk mediasi.

Dalam orasinya, Faisal selaku koordinator aksi menyatakan menuntut kepada aparat penegak hukum untuk menyikapi hal ini dengan seadil-adilnya. “Semoga tidak ada masyarakat yang tertindas yang mana pasal yang di terapkan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi, emak emak yang menonton di jadikan pengerusaka,"ucap Faisal.

Usai berorasi di kantor Pengadilan Negeri Bungo, masa aksi melanjutkannya di Gedung DPRD Bungo dengan tuntutan yang sama dan meminta anggota dewan sebagai perwakilan rakyat untuk membela rakyat ya.

Namun sayangnya, masa aksi merasa kecewa karena tidak ada anggota dewan yang hadir untuk menemukan para pendemo.

"DPRD di pilih oleh rakyat untuk rakyat, artinya DPRD adalah perwakilan kami, tapi kenapa 35 perwakilan kami tidak hadir untuk menemukan kami yang sedang menyampaikan aksi tersebut,"Fahlefi.

"Sebelum saya berangkat kesini saya sudah menghubungi Pak Jimmy terkait pernyataanya di media, beliau mengatakan bahwa ia tidak pernah mengeluarkan stadmen tersebut,"ungkapnya

Mendengar penjelasan tersebut, sempat terjadi adu argumen antara masa aksi tari menarik antara petugas kepolisian untuk masuk di gedung DPRD Bungo.

Selanjutnya Alfin perwakilan mahasiswa Jambi meminta kepada pihak berwajib untuk melepas ibu-ibu yang di tahan oleh pihak kepolisian agar  bisa melakukan kehidupan seperti biasa.

Terpisah Humas Pengadilan Negeri Bungo Dwi Putra. “Kami sudah mendengar aspirasi daripada rekan-rekan aksi hari ini yang jelas bahwa aksi ini di lindungi oleh konstitusi yang boleh menyampaikan pendapat, dan juga tentunya karena ini sudah masuk dalam proses hukum Jadi mari kita serahkan ini ke dalam penegakan hukum jadi kita berikan kesempatan kepada majelis hakim untuk memeriksa ini di pengadilan tidak pernah mendapatkan intervensi dari siapapun dan juga tidak ada yang bisa mengintervensi pengadilan karena kemandirian Hakim itu merdeka dan di lindungi oleh konstitusi,"tutup Dwi (yad)





BERITA BERIKUTNYA
loading...