Momon : Belum.Selesai dan Belum Difungsikan

Soal Sumur Bor Rp150 Juta

Kamis, 30 Juli 2020 | 07:32:04 WIB

Momon Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Jambi
Momon Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Jambi (ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi menyoroti pembuatan sumur BOR di 7 kantor kecamatan di Kota Jambi yang menggunakan APBD Kota Jambi.

Sumur bor yang berada di Kantor Camat Jambi Timur, Jambi Selatan, Paal Merah, Telanaipura, Alam Barajo, Kota Baru dan Danau Sipin itu dinilai sangat mahal dan tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Terkait hal tersebut, Momon Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Jambi mengatakan, sumur bor yang dibangun pada 7 kantor Camat tersebut fungsi utamanya untuk sistem proteksi kebakaran yang menggunakan air bertekanan sebagai medianya (hydrant).

“Satu sumur tersebut anggaran Rp150 juta,” kata Momon, kemarin (29/7).

Kata Momon, selain untuk hydrant, sumur tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk keperluar kantor Camat.

“Juga bisa memnbantu masyarakat jika terjadi kesulitan air saat kemarau,” imbuhnya.

Lebih lanjut Momon menyebutkan, saat ini sumur tersebut bukan tidak berfungsi, namun memang belum difungsikan karena masih proses pekerjaan.

“Wajar saja kalau ada yang airnya keruh, karena masih dikerjakan. Saat ini pekerjaannya sudah 90 persen. Memang belum difungsikan,” katanya.

Sumur yang dibangun melalaui APBD 2020 itu sebut Momon, memiliki kedalaman beragam. Ada yang mencapai kedalaman 150 meter.

“Beda dengan sumur bor biasa. Inikan fungsi utamanya untuk sumber air pemadam kebakaran. Besar pipa sumurnya diameter 4 cm,” katanya.

Sebelumnya, anggota DPRD Kota Jambi Fraksi Gerindra, M Yasir menanyakan mengenai pembangunan sumur bor yang di danai oleh ABPD Kota Jambi TA 2020. 

"Ada sumur bor yang tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya. Jadi ini kita soroti, karena ada juga pengaduan dari masyarakat mengenai hal itu," katanya.

"Berdasarkan pengakuan, ada yang airnya keruh, dan jauh dari harapan. Apakah kurang dalam atau seperti apa ini tidak tahu. Yang jelas anggarannya cukup besar," imbuhnya.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya dalam waktu dekat akan turun lapangan bersama dengan Komisi III lainnya.

“Akan kami cek langsung ke lapangan,” pungkasnya. (ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...