Syahrial Rahman Ajukan PK

Kamis, 30 Juli 2020 | 07:41:27 WIB

(ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI – Terpidana korupsi dana Bimbingan Teknis (Bintek) DPRD Kota Jambi periode 2009-2014 Syahrial Rahman mengajukan upaya hukum luar biasa Peninjauan Kembali (PK). Permohonan PK tersebut diterima Pengadilan Negeri Jambi, pada 23 Juli 2020, lalu.

Syahrial mengajukan PK terhadap putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jambi Nomor 10/Pid.Sus-TPK/2019/PNJmb Tanggal 26 Juni 2019,  yang mana Dengan amar putusan pidana penjara selama 2 tahun, denda Rp 50 juta. Apabila tidak dibayar, akan diganti dengan kurungan selama 6 bulan.

“Permohonan PK Syahrial sudah diterima PN Jambi tanggal 22 Juli. Sidangnya Senin, 3 Agustus 2020,” kata Yandri Roni, Humas Pengadilan Negeri Jambi.

Setelah menerima permohonan, lanjutnya, Ketua Pengadilan Negeri Jambi, menunjukkan tiga majelis hakim yang memeriksa permohonan tersebut. “Tiga majelis itu, lanjutnya, Erika Sari Emsah Ginting, selaku Ketua Majelis. Didampingi dua hakim anggota Tuti Wulansari dan Hiashinta Manalu,” tambahnya. 

Dalam perkara bintek, majelis hakim yang diketuai Yandri Roni menyebutkan, terdakwa telah terbukti secara sah melakukan perbuatan korupsi sehingga menimbulkan kerugian negara. Dengan amar putusan pidana penjara selama 2 tahun, denda Rp 50 juta. Apabila tidak dibayar, akan diganti dengan kurungan selama 6 bulan.

Selain itu, terdakwa Syahrial juga dikenakan uang pengganti sebesar Rp700 juta dan harus dibayarkan dalam jangka waktu 1 bulan pasca putusan. Apabila belum dibayarkan dalam waktu itu, maka harta benda milik terdakwa berhak disita JPU sesuai besaran tersebut. Apabila juga tidak mencukupi, maka diganti dengan hukuman 1 tahun penjara.

Untuk diketahui, sebelumnya dua terdakwa kasus dugaan korupsi Dana Bimbingan Teknis (bimtek) di DPRD Kota Jambi masa periode 2009-2014, Nur Ikhwan dan Syahrial didakwa bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama. Selain Syahrial Rahman dan Nur Ikhwan, kasus bintek ini juga menyeret Rosmansyah dan Jumisar. Serta mantan Ketua DPRD Kota Jambi, Zainal Abidin, dijadikan saksi.(yuf)





BERITA BERIKUTNYA
loading...