Jambret di Disdik Kota Jambi Mulai Sidang

Kamis, 30 Juli 2020 | 07:42:09 WIB

(Idrus/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI – Masih ingat aksi dua pejambret di depan Kantor Disdik Kota Jambi? Aksi kedua pelaku viral karena nekat dan berhasil digagalkan pengendara hingga salah seorang pelaku terpental. Kini, kedua tersangka,  Edo (20) dan Ahmad Badri (23) dan barang bukti kejahatan dilimpahkan penyidik ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jambi.

Ada sepenggal cerita dari pelimpahan tersangka dan barang bukti yang dilakukan, Senin (27/7) lalu. Selain residivis, ternyata saat beraksi, kedua pelaku meninggalkan anak yang masih balita. Aksi yang sudah dirancang itu gagal karena sepeda motor metic keduanya dihadang mobil yang lewat di tempat kejadian perkara.

“Saat aksi itu anak saya masih berumur dua bulan. Kalau sekarang berarti sudah umur lima bulan,” ungkap Edo di sela-sala pelimpahan tahap dua di Kejari Jambi.

Begitu pula Badri, dia pun meninggalkan bayi mungil yang masih berusia satu tahun. “Kalau anak saya umur satu tahunan,” ungkapnya menjawab pertanyaan jaksa Dwi Yulistia, yang menerima pelimpahan.

Aksi jambret kedua pelaku sudah dirancang sejak awal. Menurut Badri, dia yang mengajak Edo. Setelah sepakat, Edo mengusulkan agar dalam aksi menggunakan pisau cutter. Pisau tersebut mereka beli di sebuah toko dan selanjutnya keliling mencari calon korban. Ketika di Tugu Keris, komplek perkantoran Wali Kota Jambi, Badri dan Edo melihat calon korban membawa tas menuju arah kantor disdik. “Ado ibu-ibu bawa tas, pepet bae,” ungkap Badri. 

Keduanya terus mengikuti sembari mengawasi keadaan. Mendapat kesempatan, di depan kantor Disdik Kota Jambi, Edo akhirnya “mengeksekusi”. Bermodal cutter, Edo mengancam dengan menyayat pisau cutter ke arah tangan korban. “Tiga kali saya menyayat cutter ke tangan korban. Hingga terjadi tarik menarik tas yang dipegang tersebut. Hingga kami terjatuh,” ungkap Edo.

Pelimpahan dengan pengawalan penyidik, Edo menuturkan, selain korban terjatuh. Ia pun sempat jatuh dan berusaha kabur dengan menaiki kembali motor yang dikendarai Badri. “Nahas, saat motor kami melaju kencang, di depan sebuah mobil menghadang kami. Sampai kami terpental dan digebuki massa,” ungkapnya.

Aksi kejahatan itu bukan pertama kali bagi Edo dan Badri. Kepada jaksa, Edo dan Badri mengaku pernah melakukan aksi kejahatan lainnya. “Kami menyesal, sebenarnya tidak ada maksud untuk melukai. Pisau cutter itu awalnya untuk memotong tali tas,” tandasnya.

Peristiwa ini bermula saat korban Maiti Rahmawati (65), warga Jalan Perdana Raya Rt 21, Kelurahan Paal V, Kecamatan Kotabaru, tengah melintas di TKP tersebut. Namun tiba-tiba ia dipepet oleh dua orang pria tak dikenal dari arah kanan yang langsung menarik tas korban.

Kedua pelaku tersebut merupakan residivis dengan kasus yang sama, dan kedua pelaku ini sudah saling kenal sejak lama. Dan ternyata pelaku Badri ini sudah tiga kali melancarkan aksi jambret, sedangkan pelaku Idrus sudah dua kali melakukan aksi jambret. Korban dari kedua pelaku ini selalu perempuan.

Sementara itu dari pengakuan pelaku Idrus mengatakan bahwa waktu kejadian sebenarnya dirinya tidak bermaksud untuk melukai korban, dan dirinya hanya mau motong tali tas korban. Ternyata tanpa disengaja mengenai tangan korban dan disitu pun kami juga terjatuh. (yuf)





BERITA BERIKUTNYA
loading...