Manuver PDIP ‘Rebut’ Ratu Pukulan Telak bagi PAN

Kamis, 30 Juli 2020 | 07:50:19 WIB

H Bakri, Ketua DPW PAN Provinsi Jambi
H Bakri, Ketua DPW PAN Provinsi Jambi (ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Bergabungnya Ratu Munawarah ke PDIP dinilai banyak pihak menjadi pukulan telak bagi PAN. Mengingat istri mendiang mantan gubernur Jambi Zulkifli Nurdin (ZN) ini merupakan bagian dari Trah Nurdin yang sudah sangat berjasa membesarkan PAN di Jambi hingga seperti saat ini.  Apalagi, hanya Ratu satu satunya kader PAN yang maju di Pilgub Jambi.

Namun, ibarat pepatah ‘Nasi Sudah Menjadi Bubur’. Apapun keputusan Ratu tersebut harus diterima dengan lapang dada. DPW PAN Provinsi Jambi sendiri mengaku menghargai pilihan politik Ratu Munawarah bergabung dengan partai moncong putih tersebut.

‘’ Itu hak politik Ratu.  Kita tentu tak bisa menghalangi itu. Tapi perlu digarisbawahi bahwa ini tak ada kaitannya dengan dukung mendukung di Pilkada. Itu menjadi pilihan beliau jika memang ingin bergabung dengan PDIP," kata H Bakri, Ketua DPW PAN Provinsi Jambi.

Menurut Bakri, dengan bergabungnya Ratu ke PDIP, tentu secara otomatis dia sudah bukan lagi kader PAN. "Itu kan pasti lah ya, tak mungkin dua partai," ujarnya.

Bakri kembali menegaskan dirinya menghormati pilihan politik dari istri mendiang mantan Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin yang juga mantan Ketua DPW PAN Provinsi Jambi itu.
"Kita menghormati pilihan politiknya. Tapi sekali lagi ini tak ada kaitannya dengan dukungan di pilgub Jambi," tandasnya.

Jika dirunut ke belakang, pernyataan Bakri yang menyebut kepindahan Ratu ke PDIP tidak ada kaitan denfan dukungan di Pilgub bertolak belakang dengan dinamika yang terjadi di lapangan. Dilihat dari kronologis kejadian, kepindahan Ratu tersebut sangat  berhubungan dengan dukungan di Pilgub.

Sejak awal menyatakan maju di Pilgub Jambi, sebagai kader PAN, Ratu jelas mengharapkan dukungan partainya. Namun, awalnya dia terganjal mekanisme partai. Karena PAN tidak membuka penjaringan. DPW PAN ketika itu mencalonkan H Bakri sebagai cagub. Ketika Ratu gencar melobi pejabat DPP, internal DPW PAN Provinsi pun ‘goncang’.

Belakangan, Bakri menyatakan mundur dari pencalonan. PAN pun membuka penjaringan cagub-cawagub pada pertengahan Juni lalu. Dan Ratu mendaftar sebagai calon wakil Gubernur (cawagub). Ketika itu, banyak pihak memprediksi PAN bakal mengusung kadernya yang berpasangan dengan Cek Endra. Karena Ratu merupakan satu satunya kader PAN yang maju di pilgub Jambi.

Tapi, usai proses penjaringan, kabarnya internal PAN banyak melakukan manuver yang terkesan tidak mendukung Ratu.  Menuver ini terbaca oleh Ratu. Bahkan kabarnya, Ratu sempat menangis mengetahui ulah internal PAN. Makanya, CE-Ratu pun cepat putar haluan. Melepas PAN dan mencari Partai lain.

Di saat kegalaun Ratu itulah, PDIP mengambil kesempatan masuk. PDIP yang mengalami krisis kader pun melakukan manuver hingga akhirnya sang Ratu berlabuh ke ‘kandang’ banteng moncong putih. Kabarnya, pasangan CE-Ratu hanya tinggal menunggu pengumuman dan penyerahan rekomendasi dukungan.

Sementara PAN, hingga Rabu kemarin belum mengeluarkan rekomendasi dukungannya di Pilgub Jambi. Padahal, usai proses penjaringan Juni lalu, ditanya wartawan Ketua DPW PAN H Bakri menyatakan rekomendasi dikeluarkan awal Juli. 

Pengamat politik dari Universitas Jambi (Unja), Citra Darminto menilai langkah PDIP menggaet Ratu merupakan pilihan yang tepat. Karena Ratu merupakan calon wakil yang diperhitungkan dan memiliki rating tertinggi.

"Faktanya masih banyak arus bawah yang mendambakan sosok ZN (mantan gubernur Jambi, almarhum Zulkifli Nurdin—suami Ratu Munawaroh). Selain itu, Ratu juga merupakan satu-satunya keterwakilan perempuan," katanya.

Menurut Citra, semua partai mempunyai mekanisme tersendiri dalam menentukan siapa yang akan diusung. Selain untuk kepentingan masyarakat banyak, tentu juga untuk partai itu sendiri. "Mereka (PDIP) pasti sudah melakukan perhitungan yang matang. Ya sah-sah saja dari internal maupun eksternal partai," katanya.

Begitu juga dengan PDIP yang memilih Ratu. Apalagi, lanjut dia, Ratu sendiri melalui orang tuanya memiliki histori dengan partai berlambang banteng moncong putih itu.(fey/kum)





BERITA BERIKUTNYA
loading...