Persoalan Anak di Bawah Umur Terjaring Razia di Hotel

Minta Tutup dan Cabut Izin Hotel

Selasa, 04 Agustus 2020 | 10:49:59 WIB

(ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Sejumlah pihak mempertanyakan terkait dengan beberapa pasangan yang bukan suami istri, yang diamankan oleh kecamatan pasar pada 8 Juli lalu. Pasalnya dalam razia yang dilakukan oleh kecamatan pasar itu ada 37 orang yang diamankan. Diduga, ada anak yang di bawah umur yang juga ketangkap dalam razia itu. 

Pengamat Forum Jambi Bangkit Jilid II, Nasrul Yasir mengatakan bahwa pemerintah harus bertindak tegas dalam menyikapi persoalan tersebut. Sebab persoalan tersebut menyangkut generasi bangsa di masa depan. 

"Kita minta pemerintah menutup hotel, jika terbukti menerima tamu anak dibawah umur saat razia itu.  ini jelas salah, segera izinnya dicabut," kata Nasrul Yasir.

Ia mengatakan bahwa sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut. Hal ini menunjukkan semua aparat penegak Perda lemah. Seharusnya pengawasan bisa dilakukan pada tingkat bawah atau aparat sekitar seperti RT, Lurah, dan juga kecamatan. 

"Harusnya rutin keliling. Di kecamatan ini kan ada trantib. Ini difungsikan. Koordinasi dengan Satpol PP, katanya.

Nasrul Yasir mengatakan bahwa guna mengatasi masalah ini agar tidak terjadi lagi di kemudian hari, ia berharap aparat penegak Perda bisa melakukan pengawasan lebih ketat lagi. Selain itu, pemilik hotel yang terlibat dalam persoalan ini harus ditindak tegas. Agar tak terjadi lagi persoalan yang sama kedepan. 

"Sebagai efek jera, supaya yang lain tidak mengikuti. Penegak Perda juga jangan hanya tunggu laporan, keliling/patroli harus jalan," tambahnya.

Sementara itu, Plt Kasatpol PP Kota Jambi, Kamal Firdaus mengatakan bahwa proses kegiatan itu dilakukan oleh kecamatan. Pihaknya baru mengetahui setelah kejadian.

"Terkait persoalan itu, kami sudah melayangkan surat ke kecamatan Pasar. Kami meminta data ke kecamatan. Namun hingga kini belum terima data dari camat. Data itu mengenai jumlah hotel yang dirazia, lokasinya, hingga jumlah pasangan yang diamankan saat kegiatan itu," kata Kamal saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin (3/8).

Kata Kamal, pihaknya saat ini masih menunggu data-data tersebut. Jika dalam beberapa hari kedepan belum ada juga, maka pihaknya akan lakukan jemput bola. 

"Kami masih menunggu data itu, setelah kami dapatkan pemilik hotel akan kita panggil. Sudah saya koordinasikan dengan Kabid Penegak Perda untuk segera tindaklanjuti persoalan ini," katanya.

Terkait dengan masih maraknya anak dibawah umur yang ditemukan di kamar hotel saat razia beberapa hari terakhir, Kamal mengatakan bahwa hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi jajarannya. Selain itu juga pihaknya saat ini tengah memperkuat koordinasi dengan OPD terkait seperti dinas sosial dan juga dinas pemerberdayaan masyatakat, perempuan, dan perlindungan anak (DPMPPA). 

Kamal mengatakan, untuk kasus prostitusi yang dilakukan anak dibawah umur menurut dia hal tersebut belum sampai sana namun yang jelas adalah biasanya menginjak remaja dan dewasa. 

Untuk itu dirinya mengingatkan kepada pemilik penginapan, agar setiap tamu yang datang dapat menunjukkan kartu identitas dan telah berumur 18 tahun ke atas. Hal ini guna menghindari hal tersebut. (ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...