Limbah Oli Jadi Sorotan

Rabu, 05 Agustus 2020 | 06:50:39 WIB

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Ardi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Ardi (ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Pemerintah Kota Jambi mulai menyoroti limbah yang di hasilkan oleh usaha-usaha bengkel di Kota Jambi. Pasalnya bengkel-bengkel yang ada ini kebanyakan belum menerapkan sistem pembuangan limbah dengan baik sehingga kerap menimbulkan masalah lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Ardi mengatakan bahwa seharusnya usaha-usaha bengkel terutama yang berskala besar harus menyediakan tempat penyimpanan oli sementara (TPS). Menurutnya, TPS tersebut juga tidak asal-asalan melainkan harus sesuai SOP.  Selain itu juga, transportasi pengangkutan juga harus yang sudah memiliki izin. 

"Kami berencana ada upaya sosialisasi untuk usaha-usaha terutama bengkel yang tidak mengindahkan masalah lingkungan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengupayakan sosialisasi terhadap para pelaku usaha. Sebab, limbah oli masuk kategori limbah B3 yang membahayakan. 

"Makanya tempat penyimpanannya harus sesuai PP 101 tahun 2014. Kalau tidak bisa mengelola, maka harus kerjasama dengan pihak ketiga," katanya.

Ardi mengatakan pihaknya menginstruksikan agar para pengusaha ini segera mengurus izin sebelum dilakukan langkah penertiban. Sebab, jika mengurus izin, maka pemerintah akan dengan mudah memantau kegiatan usaha tersebut.

"Pembinaan dan pengawasan akan terus kami lakukan. Sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman dan edukasi," ujarnya.

Kata Ardi, pemerintah Kota Jambi sudah memiliki rencana untuk pembangunan TPA khusus B3. namun masih terganjal dengan Perda RTRW Provinsi. Dimana wilayah Kota Jambi tak termasuk dalam kategori yang diperbolehkan untuk dibangun TPA khusus B3. 

"Kami sudah mengirimkan surat ke provinsi agar itu bisa direvisi. Bisa memasukkan Kota Jambi ke dalam salah satu lokasi yang bisa dibangun pengolahan sampah khusus B3," katanya.

Kata Ardi, lahan sudah disiapkan, yaitu berada di Talang Gulo. Nantinya ditempat tersebut akan dibangun pengolahan limbah B3. Dimana salah satu syaratnya harus dibakar dengan suhu 200 derajat celcius. "Itu rencananya juga sudah kita koordinasikan dengan kementrian LHK. Mereka waktu itu sudah kasih respon dan akan memberi bantuan. Tapi terkendala dengan RTRW Provinsi," pungkasnya. (ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...